<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133</id><updated>2011-10-08T17:17:33.118+07:00</updated><category term='hidup'/><category term='Sejarah'/><category term='Administrasi Pendidikan'/><category term='Download'/><category term='bisnis'/><category term='Filsafat Ilmu'/><category term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><category term='Agama'/><category term='Cerpen'/><category term='Renungan Diri'/><category term='bisnis internet'/><category term='kewirausahaan'/><category term='berbagi ilmu'/><title type='text'>Berbagi Dunia</title><subtitle type='html'>Ambil yang baik-baik, dan gunakan untuk yang baik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-7994532192432865336</id><published>2011-10-06T17:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T17:06:47.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Administrasi Pendidikan'/><title type='text'>Ciri Sekolah Yang Baik</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Merujuk pada pemikiran EdwardSallis, Sudarwan Danim (2006) mengidentifikasi 13 ciri-ciri sekolah bermutu,yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.&lt;br /&gt;2. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul , dengankomitmen untuk bekerja secara benar dari awal.&lt;br /&gt;3. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindardari berbagai â€œkerusakan psikologisâ€ yang sangat sulit memperbaikinya..&lt;br /&gt;4. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan,tenaga akademik, maupun tenaga administratif.&lt;br /&gt;5. sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untukmencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuatbenar pada masa berikutnya&lt;br /&gt;6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baikuntuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.&lt;br /&gt;7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuaidengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakankualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.&lt;br /&gt;9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasukkejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal.&lt;br /&gt;10. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.&lt;br /&gt;11. Sekolah memnadang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagaijalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.&lt;br /&gt;12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.&lt;br /&gt;13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatukeharusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudarwan Danim. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah: Dari Unit Birokrasi keLembaga Akademik. Jakarta: Bumi Aksara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-7994532192432865336?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/7994532192432865336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/ciri-sekolah-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7994532192432865336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7994532192432865336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/ciri-sekolah-yang-baik.html' title='Ciri Sekolah Yang Baik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2017611642607896548</id><published>2011-10-03T18:53:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T18:54:26.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Revolusi Hijau</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 19px; line-height: 28px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Revolusihijau dipercikkan oleh penciptaan dua varietas unggul tanaman pangan pokok padatahun 1960-an. Yang satu ialah varietas unggul padi IR-8 hasil persilangan &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;suatu varietas padi Taiwan dan Indonesia yangdibuat oleh Dr. Te-Tzu Chang dkk. di IRRI, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Filipina (Kinley, 1990). Yang lain ialahvarietas unggul gandum yang dibuat oleh Dr. Norman Borlaug&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dkk . di CIMMYT,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mexico (Brown, 1993). Dengan revolusi hijaupadi Indonesia berhasil membebaskan diri dari devisit pangan kronis, sedang Thailandberhasil mengubah diri menjadi pengekspor beras. Dengan revolusi hijau gandumIndia dan Pakistan berhasil menyelesaikan persoalan-persoalan devisit pangankronis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Revolusi hijau Asia yang berhasil mulai dicobadibangkitkan di Afrika,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suatu benua yangselalu terlilit kekurangan pangan dan kelaparan. Tanaman pangan pokok yangdilibatkan terutama jagung dan sorgum (Robson, 1991; Brown, 1993). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Asas Revolusi Hijau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tekananpokok revolusi hijau ialah menaikkan produksi pangan. Sering dikatakan bahwastrategi revolusi hijau adalah satu-satunya yang ada untuk meningkatkan bekalanpangan (Shiva,1993). Maka varietas unggul diciptakan yang berdaya tanggap besarterhadap masukan. Revolusi hijau padi dapat meningkatkan produksi gabah secaradramatis di daerah-daerah yang air dapat dikendalikan atau diirigasi, lajuadopsi varietas unggul tinggi, pupuk yang bertindak cepat digunakan secaraberbanyak-banyak, hama dan penyakit utama dikendalikan secara kimiawi dan/atauketahanan varietas, dan insentif yang menarik berupa subsidi atau dukunganharga. Dengan menanam varietas unggul berumur pendek dapat dilakukan monokulturganda (Chang, 1991). Menurut Shiva (1993) revolusi hijau tidak didasarkan ataskemandirian akan tetapi ketergantungan, tidak berdasarkan keanekaragaman akantetapi keseragaman. Pertanian dikembangkan dari sudut pandang peningkatandukungan sektor publik, yaitu kredit, subsidi, dukungan harga dan penyediaanprasarana, dan peningkatan masukan belian ( purchased inputs ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Indonesiaberhasil dengan revolusi hijau padi karena beruntung memiliki iklim dan tanahyang sesuai, mampu menyediakan dana cukup karena bertepatan dengan memuncaknyaharga komoditas andalan ekspor minyak bumi di pasaran dunia, organisasipenyuluhan yang telah terbina baik, dan suasana polotik serta keamanan yangpada umumnya mantap. Dengan dana yang tersedia cukup dapat dibangun saranairigasi yang mahal, dikembangkan lahan rawa pasang surut, menyediakan kredit,dan memberikan subsidi kepada sarana produksi serta dukungan harga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;BuntutRevolusi Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalammemasuki dua dasa warsa, revolusi hijau menghadapi tantangan mempertanggungjawabkanjatidirinya. Muncul dua aliran pendapat yang saling bertentangan yang sampaipada waktu ini rupa-rupanya belum mau menyurut. Aliran yang satu membelamati-matian kebenaran revolusi hijau sebagai strategi yang tepat bagi pengamananpangan ( food security ) di dunia ketiga. Aliran yang lain mencerca revolusi hijauyang sandarannya pada teknologi benih-pupuk adalah kontraproduktif apabiladilihat dari segi sumberdaya dan lingkungan, mempertahankan maslahat ekonomisemu dengan subsidi dan dukungan harga, dan memberikan peluang maju lebihbanyak kepada petani berlahan baik yang berjumlah lebih sedikit daripada kepadamereka yang hidup di lahan piasan ( marginal ) yang berjumlah jauh labihbanyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Salahsatu tokoh pembela revolusi hijau adalah Dr. Borlaug sendiri, pencipta varietasunggul gandum. Menurut dia yang penting ialah peningkatan produksi totalnasional yang menyediakan bagi konsumen bahan pangan lebih banyak dan lebihmurah terlepas dari siapa petani yang menghasilkannya. Dia juga tidak percayabahwa bekalan pangan dunia telah terasuki zat-zat kimia secara berbahaya karenapenggunaan pestisida, insektisida dan herbisida. Ancaman terbesar terhadaplingkungan bukanlah teknologi pertanian, melainkan pertumbuhan penduduk yangtidak terkendali yang memakan habis segala perolehan yang dihasilkan ilmu(Brown, 1993).&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalammembicarakan keterlanjutan dalam konteks Asia, von Uexkull (1992) mendukungstrategi revolusi hijau. Sebelum penggal kedua abad ini kebutuhan panganpenduduk yang bertumbuh lambat dapat dipenuhi dengan pemekaran lahan budidaya,perbaikan irigasi, perbaikan ragam spesies ( strain ), pengolahan tanah lebihbaik, dan pelaksanaan agronomi lebih baik. Kesuburan tanah dapat dijaga ataubahkan diperbaiki dengan pelaksanaan usaha tani penghemat kesuburan. Akantetapi dalam kedua penggal abad ini keadaan sekonyong-konyong berubah. Semualahan yang sesuai secara potensial untuk budidaya padi sudah tergunakan habis,padahal penduduk bertambah secara cepat. Tidak ada jalan lain dari padamengganti pertanian yang bergantung pada tanah, yang statis akan tetapi mantapdengan pertanian yang bergantung pada pupuk. Di Asia masa sekarang pertanianberkelanjutan tidak mungkin diceraikan dari pupuk. Revolusi hijaulah yangmengganti pertanian Asia. Seandainya tidak ada revolusi hijau, ratusan jutaorang di Asia akan mati kelaparan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;DiIndonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari RevolusiHijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk memacu hasil produksi pertaniandengan menggunakan teknologi modern, yang dimulai sejak tahun 1970-an. MemangRevolusi Hijau telah menjawab satu tantangan ketersediaan kebutuhan pangandunia yang terus meningkat. Namun keberhasilan itu bukan tanpa dampak dan efeksamping yang jika tanpa pengendalian, dalam jangka panjang justru mengancamkehidupan dunia pertanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Gerakanrevolusi hijau di Indonesia memang terlihat pada dekade 1980-an. Saat itu,pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor, pupukkimia, pestisida, dan lain-lainnya. Hasilnya, Indonesia sempat menikmatiswasembada beras. Namun pada dekade 1990-an, petani mulai kelimpunganmenghadapi serangan hama, kesuburan tanah merosot, ketergantungan pemakaianpupuk yang semakin meningkat dan pestisida tidak manjur lagi, dan harga gabahdikontrol pemerintah.&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahankimia sintetik yang digunakan dalam pertanian, pupuk misalnya telah merusakstruktur, kimia dan biologi tanah. Bahan pestisida diyakini telah merusakekosistem dan habitat beberapa binatang yang justru menguntungkan petanisebagai predator hama tertentu. Disamping itu pestisida telah menyebabkanimunitas pada beberapa hama. Lebih lanjut resiko kerusakan ekologi menjadi takterhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertaniancenderung meningkat. Akhirnya terjadi inefisensi produksi dan melemahkankegairahan bertani. Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produksi gabah.Namun berakibat berbagai organisme penyubur tanah musnah kesuburan tanahmerosot/tandus. Tanah mengandung residu (endapan pestisida) Hasil pertanianmengandung residu pestisida Keseimbangan ekosistem rusak Terjadi peledakanserangan dan jumlah hama. Revolusi Hijau bahkan telah mengubah secara drastishakekat petani. Dalam sejarah peradaban manusia, petani bekerja mengembangkanbudaya tanam dengan memanfaatkan potensi alam untuk pemenuhan kebutuhan hidupmanusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Petanimerupakan komunitas mandiri. Namun dalam revolusi hijau, petani tidak bolehmembiakkan benih sendiri. Bibit yang telah disediakan merupakan hasil rekayasagenetika, dan sangat tergantung pada pupuk dan pestisida kimia yang membuatbanyak petani terlilit hutang. Akibat terlalu menjagokan bibit padi unggul,sekitar 1.500 varietas padi lokal telah punah dalam 15 tahun terakhir ini.Meskipun dalam Undang-Undang No. 12/1992 telah disebutkan bahwa “petanimemiliki kebebasan untuk menentukan pilihan jenis tanaman danpembudi-dayaannya”, tetapi ayat tersebut dimentahkan lagi oleh ayat berikutnya,yakni “petani berkewajiban berperan serta dalam mewujudkan rencana pengembangandan produksi budidaya tanam” (program pemerintah). Dengan begitu, kebebasanpetani tetap dikebiri oleh rezim pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dapatdipastikan bahwa Revolusi Hijau hanya menguntungkan para produsen pupuk, pestisida,benih, serta petani bermodal kuat. Revolusi Hijau memang membuat hasil produksipertanian meningkat, yang dijadikan tolak ukur sebagai salah satu keberhasilanOrde Baru. Namun, di balik itu semua, ada penderitaan kaum petani. Belum lagikerusakan sistem ekologi pertanian yang kerugiannya tidak dapat dinilai denganuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2017611642607896548?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2017611642607896548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/revolusi-hijau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2017611642607896548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2017611642607896548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/revolusi-hijau.html' title='Revolusi Hijau'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1620604508568785983</id><published>2011-10-02T19:12:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T19:22:11.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Ilmu'/><title type='text'>Nilai dan etika</title><content type='html'>&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Nilai dan etika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Etika keilmuan merupakan etika normatik yang merumuskanprinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapatditerapkan dalam ilmu pengetahuan. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorangilmuan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral, yaitu yang baik danmenghindarkan dari yang buruk kedalam perilaku keilmuannya, sehingga ia dapatmenjadi ilmuan yang mempertanggungjawabkan keilmuannya. Etika normativemenetapkan kaidah-kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadapperbuataan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnyaterjadi serta menetapkan apa yang bertentangan apa yang seharusnya terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Nilai dan norma yang harus berada pada etika keilmuan adalah nilaidan norma moral. Bagi seorang ilmuan nilai dan norma moral yang dimilikinyaakan menjadi penentu, apakah ia sudah menjadi ilmuan yang baik atau belum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tugas seorang ilmuan harus menjelaskan hasil penelitiannyasejernih mungkin atas dasar rasionalitas dan metidologis yang tepat agar dapatdipergunakan oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Di bidang etika tangguna jawab seorang ilmuan adalah bersifatobjektif, terbuka, menerima kritik, menerima pendapat orang lain, kukuh dalampendirian yang dianggap benar dan berani mengakui kasalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Pada zaman dulu pengadilan inkuisisi Galileo selam kurang lebih2’5 Abad mempengaruhi proses perkembangan berfikfir di Eropa, yang padadasarnya mencerminkan pertarungan antara ilmu yang ingin terbebas darinila-nilai diluar bidang keilmuan dan ajaran-ajaran diluar bidang keilmuan yangingin menjadikan nilai-nilai sebagai penafsiran metafisik keilmuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dalam kurun ini para ilmuan berjuang untuk menegakan ilmu yangberdasarkan penafsiran alam sebagaimana adanya semboyan ilmu yang bebas nilaisetelah pertarungan kuranglebih 250 tahun, maka para ilmuan mendapatkankemenangan. Setelah saat itu ilmu memperoleh otonomi dalam melakukanpenelitiannya dalam rangka mempelajari alam sebagaimana adanya. Konflik sepertiinipun terjadi terhadap ilmu-ilmu social dimana berbagai ideology mencobamempengaruhi metafisik keilmuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Kejadian ini sering terulang kembali dimana sebagian metafisikkeilmuan dipergunakan dari ajaran moral yang terkandung dalam ideology tertentubukan seperti yang dituntut hakikat keilmuan. Mendapatkan otonomi terbebas darisegenap nilai yang bersifat dogamatik ini, maka dengan leluasa ilmu dapatmengembangkan dirinya. Pengembangan konsepsional yang bersifat kontemplatifkemudian disusul dengan penerapan konsep-konsep ilmiah pada masalah-masalahpraktis. Sehingga konsep ilmiah yang bersifat abstrak dapat berwujud konkrityang berupa teknologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1620604508568785983?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1620604508568785983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/nilai-dan-etika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1620604508568785983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1620604508568785983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/nilai-dan-etika.html' title='Nilai dan etika'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3827009372644734416</id><published>2011-10-02T19:04:00.003+07:00</published><updated>2011-10-02T19:05:41.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Ilmu'/><title type='text'>Aksiologi Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Filsafat Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Aksiologi Ilmu Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ilmu merupakan sesuatu yang paling pentingbagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisaterpenuhi secara cepat dan mudah. Dan merupakan kenyataan yang tak dapatdimungkiri bahwa peradaban manusia sangat berhutang pada ilmu. Ilmu telahbanyak mengubah wajah dunia seperti hal memberantas penyakit, kelaparan,kemiskinan, dan berbagai wajah kehidupan yang sulit lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dengan kemajuan ilmu juga manusia bisamerasakan kemudahan lainnya seperti transportasi, pemukiman, pendidikan,komunikasi, dan lain sebagainya. Singkatnya ilmu merupakan sarana untukmembantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Kemudian timbul pertanyaan,apakah ilmu selalu merupakan berkah dan penyelamat manusia? Dan memang sudahterbukti, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, manusia dapat menciptakan berbagaibentuk teknologi. Misalnya, pembuatan bom yang pada awalnya untuk memudahkankerja manusia, namun kemudian dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat negatifyang menimbulkan malapetaka bagi umat manusia itu sendiri, seperti yang terjadidi Bali dan Jakarta baru-baru ini. Disinilah ilmu harus di letakkanproporsional dan memihak pada nilai- nilai kebaikan dan kemanusian. Sebab, jikailmu tidak berpihak pada nilai-nilai, maka yang terjadi adalah bencana danmalapetaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Setiap ilmu pengetahuan akan menghasilkanteknologi yang kemudian akan diterapkan pada masyarakat. Proses ilmupengetahuan menjadi sebuah teknologi yang benar-benar dapat dimanfaatkan olehmasyarakat tentu tidak terlepas dari si ilmuwannya. Seorang ilmuwan akandihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingan masyarakatakan membawa pada persoalan etika keilmuan serta masalah bebas nilai. Untukitulah tanggung jawab seorang ilmuwan haruslah “dipupuk” dan berada pada tempatyang tepat, tanggung jawab akademis, dan tanggung jawab moral. Pernyataan disekitar batas wewenang penjelajahan sains, kaitan ilmu dengan moral, nilai yangmenjadi acuan seorang ilmuan, dan tanggung jawab sosial ilmuan telahmenempatkan aksiologi ilmu pada posisi yang sangat penting. Karena itu, salahsatu aspek pembahasan integrasi keilmuan ialah aksiologi ilmu.&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Menurut bahasa Yunani, aksiologi berasal darikata axios artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi aksiologiadalah teori tentang nilai.&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Berikutini dijelaskan beberapa definisi aksiologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Menurut Suriasumantri (1990:234) aksiologiadalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Menurut Kamus Bahasa Indonesia (1995:19)aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajiantentang nilai-nilai khususnya etika. Menurut Wibisono (dalam Surajiyo,2009:152) aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika danmoral sebagai dasar normative penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu.&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Menurut Bramel, aksiologi terbagi dalam tigabagian. Pertama, moral conduct, yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkandisiplin ilmu khusus, yakni etika. Kedua, esthetic expression, yaitu eksprresi keindahan.Ketiga, socio-political life yaitu kehidupan sosial politik.&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Dari definisi-definisi mengenai aksiologi diatas, terlihat dengan jelas bahwa permasalahan yang utama adalah mengenainilai. Nilai yang di maksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untukmelakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilaiyang dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Etika keilmuan merupakan etika normative yangmerumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggung jawabkan secararasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;Tujuan etika keilmuan adalah agar seorangilmuan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral, yaitu yang baik danmenghindarkan dari dari yang buruk ke dalam perilaku keilmuannya, sehingga iadapat menjadi ilmuan yang yang mempertanggung jawabkan perilaku ilmiahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ilmu tidak saja menjelaskan gejala-gejala alam untuk pengertiandan pemahaman. Namun lebih jauh lagi bertujuan memanipulasi factor-faktor yangterkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yangterjadi. Misal, ilmu mengembangkan teknologi untuk mencegah banjir. BertrandRussell menyebut perkembangan ini sebagi peralihan ilmu dari tahap kontemplasike manipulasi. Dalam tahap manipulasi inilah maka masalah moral muncul kembalinamun dalam kaitan dengan factor lain. Kalau dalam tahap kontemplasi masalahmoral bersangkutan dengan metafisika keilmuan maka dalam tahap manipulasi iniberkaitan dengan masalah cara penggunaan pengetahuan ilmiah atau secarafilsafat dapat dikatakan, dalam tahap pengmbangan konsep terdapat masalah moralyang di tinjau dari segi ontology keilmuan sedangkan dalam tahap pengembangankonsep terdapat masalah moral ditinjau dari segi aksiologi keilmuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Peradaban manusia bergerak seiring dengan perkembangan ilmu danteknologi. Berkat kedua hal tersebut, pemenuhan kebutuhan manusia menjadi lebihmudah dan cepat. Namun, terdapat sisi buruk dari imu yaitu sejak dalam tahappertama pertumbuhannnya ilmu sudah dikaitkan dengan tujuan perang. Ilmu bukansaja digunakan untuk menguasai alam melainkan juga untuk memerangi sesamamanusia dan menguasai mereka. Mendapatkan otonomi yang terbebas dari segenapnilai yang bersifat dogmatik maka dengan leluasa ilmu dapat mengembangkandirinya. Konsep ilmiah yang bersifat abstrak menjelma dalam bentuk konkret yangberupa teknologi. Ilmu tidak saja bertujuan untuk menjelaskan gejala-gejalaalam untuk tujuan pengertian dan pemahaman tetapi bertujuan untuk memanipulasifaktor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol danmengarahkan proses yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;a href="http://evinovi.wordpress.com/2009/12/04/59/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;http://evinovi.wordpress.com/2009/12/04/59/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Burhanuddin Salam, Logika Materil; Filsafat Ilmu Pengetahuan, (Jakarta RenekaCipta, 1997)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Suriasumantri, Jujun S.1990. Filsafat ilmu: Sebuah Pengantar Populer.Jakarta: PustakaSinar Harapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt; &lt;a href="http://evinovi.wordpress.com/2009/12/04/59/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;http://evinovi.wordpress.com/2009/12/04/59/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///F:/KULIAH/semester%205/filsafat%20ilmu/tugas%20akhir%20filsafat%20ilmu.rtf#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Jalaluddin dan Abdullah ldi, Filsafat Pendidikan, (Jakarta : Gaya MediaPratama, 1997), cet. Ke-1. Hlm. 106&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3827009372644734416?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3827009372644734416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/aksiologi-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3827009372644734416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3827009372644734416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/aksiologi-ilmu-pengetahuan.html' title='Aksiologi Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-8682362413198984724</id><published>2011-10-02T12:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-04T09:39:08.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Download BSE</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku Sekolah Elektronik (BSE) merupakan terobosan jitu dari pemerintah untuk menyediakan buku teks berkualitas dengan harga murah. Namun saat ini niatan baik pemerintah tersebut tampaknya kurang tersosialisasikan, sehingga belum banyak pihak yang dapat merasakan manfaatnya. Kondisi ini diperparah oleh kesiapan penguasaan ketrampilan dan sarana prasarana TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang tersedia di lingkungan sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya memiliki beberapa BSE yang mungkin dapat membantu anda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Monggo silahkan diunduh&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini link nya&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://sharecash.org/download.php?file=2346090" target="_blank"&gt;SD 5 IPS RenyYuliati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sharecash.org/download.php?file=2346244" target="_blank"&gt;SD 3 IPS Nursaban&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sharecash.org/download.php?file=2347082" target="_blank"&gt;SD 4 IPS Sadiman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-8682362413198984724?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/8682362413198984724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/download-bse.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8682362413198984724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8682362413198984724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/10/download-bse.html' title='Download BSE'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-7193957138063838729</id><published>2011-05-12T21:48:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:22:27.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bimbingan dan Konseling'/><title type='text'>Asas-Asas Bimbingan dan Konseling</title><content type='html'>&lt;span class="”fullpost”"&gt;Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan pekerjaan professional. Oleh sebab itu harus dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah atau asas-asas tertentu. Dengan mengikuti kaidah-kaidah atau asas-asas tersebut diharapkan efektifitas dan efesiensiproses bimbingan dan konseling dapat tercapai. &lt;br /&gt;Slameto (1986) membagi asas-asas bimbingan dan konseling menjadi dua bagian, yaitu (1) asas-asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengana individu (siswa) dan (2) asas-asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan.&lt;br /&gt;Dalam konseling, asas ini merupakan asas kunci karena apabila asas ini dipegang teguh, konselor akan mendapat kepercayaan dari klien sehingga mereka akan memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asas-asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Asas kerahasian &lt;br /&gt;Asas kerahasian sangat sesuai dengan ajaran Islam. Dalam Islam sangat dilarang seseorang menceritakan aib atau keburukan orang lain bahkan islam mengancam bagi orang-orang yang suka membuka aib saudaranya diibaratkan seperti memakan bangkai saudarannya sendiri.  Asas kerahasiaan ini merupakan asas kunci dalam usaha bimbingan dan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggara atau pemberi bimbingan akan mendapat kepercayaan dari semua pihak; terutama penerima bimbingan klien sehingga mereka akan mau memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling dengan sebaik-baiknya.  Begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;Dalam bimbingan dana konseling kerahasian data perlu dihargai dengan baik, karena menolong dalam bimbingan konseling hanya dapat berlangsung dengan baik jika data atau informasi yang dipercayakan kepada konselor atau guru pembimbing dapat dijamin kerahasiaannya. Asas kerahasiaan ini juga akan menghilangkan kekhawatiran terhadap adanya keinginan konselor atau guru pembimbing untuk menyalahgunakan rahasia dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya sehingga merugikan klien. &lt;br /&gt;b. Asas kesukarelaan. &lt;br /&gt;Dalam asas kesukarelaan proses bimbingan dan konseling harus berlangsung atas dasar kesukarelaan baik dari pihak pembimbing (konselor)maupun dari pihak klien (siswa). Klien (siswa) diharapkan secara sukarela, tanpa terpaksa menyampaikan masalah yang dihadapinya, serta mengungkapkan semua fakta data dan segala sesuatu yang berkenaan dengan masalah yang dihadapinya kepada konselor. Sebaliknya konselor dalam memberikan bimbingan juga hendaknya jangan karena terpaksa. Dengan perkataan lain pembimbing atau konselor harus memberikan pelayanan bimbingan dan konseling secara ikhlas. Asas ini sangat relevan dengan ajaran Islam berkenaan dengan ikhlas.&lt;br /&gt;c. Asas keterbukaan.&lt;br /&gt;Asas keterbukaan yaitu keterbukaan yang di tinjau dari dua arah. Dari pihak klien diharapkan pertama-tama mau membuka diri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat dapat diketahui oleh orang lain (dalam hal ini konselor), dan kedua mau membuka diri dalam arti mau menerima saran-saran dan masukan lainnya dari pihak luar. &lt;br /&gt;d. Asas kekinian.&lt;br /&gt;Asas kekinian artinya masalah-masalah yang ditanggulangi dalam proses bimbingan dan konseling adalah masalah-masalah yang sedang dirasakan oleh siswa. Masalah yang sedang dirasakan oleh siswa mungkin terkait dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Dalam pennanggulangan masalah siswa masa lalu dan yang akan datang menjadi latar belakang dan latar depan masalah. Asas kekinian juga mengandung makna bahwa pembimbing atau konselor tidak boleh menunda-nunda pemberian bantuan.&lt;br /&gt;e. Asas kemandirian. &lt;br /&gt;Asas Kemandirian merupakan salah satu tujuan pelayanan bimbingan dan konseling. Ciri-ciri kemandirian pada siswa yang telah dibimbing adalah : (1) mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya. (2) menerima diri sendiri lingkungannya secara positif dan dinamis. (3) mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri. (4) mengarahkan diri sesuai dengan keputusan itu, (5) mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya. Asas kekinian juuga mengandung pengertian bahwa konselor tidak bolehh menunda-nunda pemberiian bantuan. Jika diminta bantuan oleh klien  atau jelas-jelas terlihat misalnya ada siswa yang mengalami masalah, maka konselor hendaklah segera memberi bantuan. &lt;br /&gt;f. Asas kegiatan.&lt;br /&gt;Asas kegiatan adalah pelayanan bimbingan dan konseling tidak akan memberikan hasil yang berarti apabila klien (siswa) tidak melakukan sendiri kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling. Asas ini juga bermakna bahwa masalah klien (siswa)tidak akan terpecahkan apabila siswa tidak melakukan kegiatan seperti yang dibicarakan dalam konseling.&lt;br /&gt;g. Asas kedinamisan. &lt;br /&gt;Asas kedinamisan ialah konselor dank lien serta pihak-pihak lain diminta untuk memberikan kerjasama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku klien.  &lt;br /&gt;Usaha bimbingan dan konseling menghendaki terjadinya perubahan pada individu (siswa) yang dibimbing, yaitu perubahan perilaku kea rah yang lebih baik.&lt;br /&gt;h. Asas kenormatifan, yaitu usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik di tinjau dari norma agama, norma adat, norma hukum dan Negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari.&lt;br /&gt;i. Asas keahlian usaha bimbingan konseling perlu dilakukan asas keahlian secara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik dan alat(instrument bimbingan dan konseling) yang memadai. Untuk itu para konselor perlu mendaoatkan latihan secukupnya, sehingga dengan itu akan dapat dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan. Layanan bimbingan dan konseling adalah pelayanan professional yang diselenggarakan oleh tenaga ahli yang dididik untuk pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;j. Asas alih tangan (referral). Apabila konselor telah mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya untuk memecahkan masalah klien, tetapi belum berhasil, maka konselor yang bersangkutan harus memindahkan tanggung jawab pemberian bimbingan dan konseling kepada pembimbing atau konselor lain atau kepada orang lain yang lebih mengetahui. Asas ini juga bbermakna bahwa konselor dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling jangan melebihi batas kewenangannya.&lt;br /&gt;k. Asas Tut Wuri Handayani. Asas ini menuntut agar pelayanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan ada pada waktu siswa mengalami masalah.  Asas ini menunjuk pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dan  klien. Lebih-lebih di lingkungana sekolah, asas ini makin dirasakan keperluannya dan bahkan perlu dilengkapi dengan “ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso.” Kegiatan bimbingan dan konseling harus senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana klien telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hallen, Dra. A. M.Pd. 2005. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantun Teaching.&lt;br /&gt;Prayitno, Prof. Dr. H. M.Sc. Ed dan Drs. Erman Amti. 2008. “Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling”. Jakarta: Rineka Cipta. &lt;br /&gt;Salahudin, Drs. Anas, M.Pd. 2010. “Bimbingan Konseling”. Bandung: CV Pustaka Setia. &lt;br /&gt;Tohirin, Drs. M.Pd. 2007. “Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis ibtegrasi)”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;http://www.a741k.web44.net/BIMBINGAN%20DAN%20KONSELING.htm&lt;br /&gt;Djawad, D. (2005). Pendidikan dan Konseling di Era Global. Bandung : Rizqi Pers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-7193957138063838729?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/7193957138063838729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/05/asas-asas-bimbingan-dan-konseling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7193957138063838729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7193957138063838729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/05/asas-asas-bimbingan-dan-konseling.html' title='Asas-Asas Bimbingan dan Konseling'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6797087571147240206</id><published>2011-05-12T08:58:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:22:27.906+07:00</updated><title type='text'>Administrasi Keuangan dalam Pendidikan</title><content type='html'>Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu (1) pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah maupun kedua-duanya, yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan; (2) orang tua atau peserta didik; (3) masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat. Berkaitan dengan peneriman keuangan dari orang tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan, tanggung jawab atas pemenuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah,masyarakat dan orang tua. Adapun dimensi pengeluaran meliputin biaya rutin dan biaya pembangunan.&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun, seperti gaji pegawai (guru dan non guru), serta biaya operasional, biaya pemeliharaan gedung, fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis pakai). Sementara biaya pembangunan, misalnya, biaya pembelian atau pengembangan tanah, pembangunan gedung, perbaikan atau rehab gedung, penambahan furnitur, serta biaya atau pengeluaran lain unutk barang-barang yang tidak habis pakai. Dalam implementasi MBS, manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai dari tahap penyusunan anggaran, penggunaan, sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efektif, efisien, tidak ada kebocoran-kebocoran, serta bebas dari penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme.&lt;br /&gt;Komponen utama manajemen keuangan meliputi, (1) prosedur anggaran; (2) prosedur akuntansi keuangan; (3) pembelajaran, pergudangan dan prosedur pendistribusian; (4) prosedur investasi; dan (5) prosedur pemeriksaan. Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan ini menagnut azas pemisahan tugas antara fungsi otorisator, ordonator dan bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;Kepala sekolah dalam hal ini, sebagi manajer, berfungsi sebagai otorisator, dan dilimpahi fungsi ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan kedalam. Bendaharawan, disamping mempunyai fungsi-fungsi bendaharawan, juga dilimpahi fungsi ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.&lt;br /&gt;2.1 MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH&lt;br /&gt;Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan, demikian pula sekolah. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di bawah ini kami kemukakan beberapa instrumen (format-format) yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut.&lt;br /&gt;A. Manajemen Pembayaran SPP&lt;br /&gt;Dasar hukum penyusutan SPP adalah keputusan bersama tiga menteri yaitu:&lt;br /&gt;- Menteri P&amp;amp;K (No.0257/K/1974)&lt;br /&gt;- Menteri dalam negeri (No.221 Tahun 1974)&lt;br /&gt;- Menteri keuangan (No. Kep. 1606/MK/II/1974) tertanggal: 20 Nopember 1974&lt;br /&gt;SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan pada pasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan sekolah, kesejahteraan personel, perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.&lt;br /&gt;Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah:&lt;br /&gt;- Pengadaan alat atau bahan manajemen&lt;br /&gt;- Pengadaan alat atau bahan pelajaran&lt;br /&gt;- Penyelenggaraan ulangan, evaluasi belajar, kartu pribadi, rapor dan STTB&lt;br /&gt;- Pengadaan perpustakaan sekolah&lt;br /&gt;- Prakarya dan pelajaran praktek&lt;br /&gt;Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan, penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.&lt;br /&gt;B. Manajemen keuangan yang berasal dari Negara (pemerintah)&lt;br /&gt;Yang dimaksud keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai atau guru dan belanja barang. untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa format sebagi berikut:&lt;br /&gt;a. Lager gaji (daftar permintaan gaji)&lt;br /&gt;b. Buku catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang)&lt;br /&gt;C. Manajemen keuangan yang berasal dari BP3&lt;br /&gt;Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) bertugas memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah. Bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah, pembangunan lokal baru, dan sebagainya&lt;br /&gt;D. Lain-lain&lt;br /&gt;Sudah menjadi hal yang umum bahwa guru atau karyawan serin mempunyai sangkut paut tersendiri dalam hal keuangan terutama gaji. Dalam hubungan ini misalnya kegiatan arisan di sekolah koperasi antar guru dan lain-lain&lt;br /&gt;Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya, usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komponen Administrasi Keuangan&lt;br /&gt;Komponen administrasi keuangan meliputi, kegiatan sebagai berikut ini&lt;br /&gt;a. Kegiatan Perencanaan&lt;br /&gt;Perencanaan keuangan terdiri atas&lt;br /&gt;- perencanaan jangka pendek&lt;br /&gt;- perencanaan jangka menengah&lt;br /&gt;- perencanaan jangka panjang&lt;br /&gt;b. Sumber Keuangan&lt;br /&gt;c. Pengalokasian&lt;br /&gt;Alokasi tersebut terdiri atas :&lt;br /&gt;- alokasi pembangunan, baik pembangunan fisik ( penambahan fasilitas ) maupun&lt;br /&gt;nonfisik ( pendidikan dan latihan pegawai )&lt;br /&gt;- alokasi kegiatan rutin, seperti belanja pegawai, kegiatan belajar mengajar,&lt;br /&gt;pembinaan kesiswaan dan kebutuhan rumah tangga&lt;br /&gt;d. Penganggaran&lt;br /&gt;e. Pemanfaat Dana&lt;br /&gt;f. Pembukuan&lt;br /&gt;1) Prinsip pembukuan meliputi&lt;br /&gt;a) pemasukan dan pengeluaran keuangan tercatat secara tertib, disertai dengan&lt;br /&gt;bukti tertulis sesuai aturan yang berlaku&lt;br /&gt;b) pencatatan siap diberikan setiap saat&lt;br /&gt;c) pembukuan dilakukan secara terbuka&lt;br /&gt;2) Jenis pembukuan terdiri atas&lt;br /&gt;- buku kas umum&lt;br /&gt;- buku per mata anggaran&lt;br /&gt;- buku kas harian&lt;br /&gt;- buku surat perintah membayar uang / giro&lt;br /&gt;- buku bank&lt;br /&gt;- buku pembantu lainnya sesuai dengan kebutuhan 11&lt;br /&gt;g. Pemeriksaan dan Pengawas&lt;br /&gt;h. Pertanggungjawaban dan Pelaporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;http://media.diknas.go.id/media/document/5700.pdf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6797087571147240206?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6797087571147240206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/05/administrasi-keuangan-dalam-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6797087571147240206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6797087571147240206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2011/05/administrasi-keuangan-dalam-pendidikan.html' title='Administrasi Keuangan dalam Pendidikan'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-7544084354279318243</id><published>2010-06-22T23:46:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T12:07:09.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Komunikasi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dapat berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka komunikasi akan berlangsung. Komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku (behavior).&lt;br /&gt; Lingkup Teori Komunikasi&lt;br /&gt;I. Teori Komunikasi Kelompok&lt;br /&gt;Komunikasi dalam kelompok merupakan bagian dari kegiatan sebagian orang. Sejak lahir, seorang sudah bergabung dengan kelompok primer, yaitu keluarga. Seiring dengan perkembangan usia dan intelektual seorang akan masuk dan terlibat dalam kelompok sekunder, yaitu sekolah, lembaga agama, tempat kerja. Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Melalui kelompok memungkinkan seorang dapat berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan dengan anggota kelompok lain.&lt;br /&gt;II. Teori Komunikasi Organisasi&lt;br /&gt;Komunikasi merupakan tindakan untuk berbagi informasi. Tindakan komunikasi tersebut dalam beragam konteks, salah satunya dalam konteks organisasi. Dalam konteks organisasi, pemahaman–pemahaman mengenai peristiwa komunikasi yang terjadi didalamnya, contoh komunikasi antara karyawan dan atasan. Komunikasi merupakan aspek penting dalam suatu organisasi, baik organisasi profit maupun nonoprofit.&lt;br /&gt;III. Teori Komunikasi Massa&lt;br /&gt;Marshall McLuhan menyatakan bahwa kita hidup pada suatu ‘desa global’. Pernyataan ini mengacu pada perkembangan media komunikasi modern yang telah memungkinkan jutaan orang didunia untuk dapat berhubungan dengan hampir setiap sudut dunia. Komunikasi massa mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media massa memproduksi dan menyebarkan pesan secara luas kepada publik. Fokus kajian dalam komunikasi massa adalah media massa.&lt;br /&gt;Secara teori, pada satu sisi konsep komunikasi massa mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media massa memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publuk secara luas. Namun pada sisi lain, komunikasi massa merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audience.&lt;br /&gt; Teori Komunikasi Manusia&lt;br /&gt;i. Teori Model Lasswell&lt;br /&gt;Seorang ahli ilmu politik Amerika Serikat, Harold Lasswell, dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering dikutip banyak orang yakni: Siapa (Who), berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect).&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan Lasswell meskipun sangat sederhana atau terlalu menyederhanakan suatu fenomena komunikasi massa, namun sangat membantu mengorganisasikan dan memberikan struktur pada kajian terhadap komunikasi massa. Selain dapat menggambarkan komponen-komponen dalam proses komunikasi massa, Lasswell sendiri menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk membedakan berbagai jenis penelitian komunikasi.&lt;br /&gt;ii. Stimulus Respon&lt;br /&gt;Teori stimulus respons ini pada dasarnya merupakan suatu prinsip belajar yang sederhana, dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Dengan demikian, seseorang dapat menjelaskan suatu kaitan erat antara pesan-pesan media dan reaksi audience. Elemen-elemen utama dari teori ini adalah : pesan (stimulus), penerima atau receiver (organism), dan efek (respon). Dalam masyarakat massa, dimana prinsip stimulus-respons mengasumsikan bahwa pesan informasi dipersiapkan oleh media dan didistribusikan secara sistematis dan dalam skala yang luas. Sehingga secara serempak pesan tersebut dapat diterima oleh sejumlah besar individu, dan sejumlah individu itu akan merespons pesan informasi itu.&lt;br /&gt;iii. Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi&lt;br /&gt;Mengacu pada Sedjaja, teori komunikasi dua tahap dan konsep pendapat memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut :&lt;br /&gt; Individu tidak terisolasi dari kehidupan social, tetapi merupakan anggota dari kelompok-kelompok sosial.&lt;br /&gt; Responds dan reaksi terhadap pesan dan media tidak terjadi secara langsung dan segera tetapi melalui perantara dan dipengaruhi oleh hubungan-hubungan sosial.&lt;br /&gt; Ada dua proses yang berlansung, yang pertama mengenai penerimaan dan perhatian, dan yang kedua berkaitan dengan respons dalam bentuk persetujuan atau penolakan terhadap pentyampaian informasi.&lt;br /&gt; Individu tidak bersikap sama terhadap pesan media, melainkan memiliki berbagai pesan yang berbeda dalam proses komunikasi.&lt;br /&gt; Individu-individu yang berperan lebih aktif ditandai oleh penggunaan media massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;Secara garis besar, menurut teori ini media massa tidak bekerja dalam suatu situasi sosial yang pasif, tetapi memiliki suatu akses kedalam jaringan hubungan sosial yang sangat kompleks. Dan bersaing dengan sumber-sumber gagasan, pengetahuan, dan kekuasaan lainnya.&lt;br /&gt;iv. Difusi Inovasi&lt;br /&gt;Teori difusi yang paling terkemuka dikemukakan oleh Everett Rogers dan para koleganya. Rogers menyajikan deksripsi yang menarik mengenai penyebaran dengan proses perubahan sosial, di mana terdiri dari penemuan, difusi. Perubahan seperti di atas dapat terjadi secara internal dari dalam kelompok atau secara eksternal melalui kontak dengan agen-agen perubahan dari dunia luar. Kontak mungkin terjadi secara spontan atau dari ketidaksengajaan, atau hasil dari rencana bagian dari agen-agen luar dalam waktu yang bervariasi, bisa pendek, namun seringkali memakan waktu lama.&lt;br /&gt;Dalam difusi inovasi ini, satu ide mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat tersebar. Teori ini berkaitan dengan teori massa, sasaran dalam pelaksanaannya adalah para petani dan anggota masyarakat pedesaan.&lt;br /&gt;v. Teori Agenda Setting&lt;br /&gt;Teori ini diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw, asumsi dasar teori ini bahwa jika media member tekana pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi masyarakat atau khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi, apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting juga oleh masyarakat. Khalayak tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal lainnya melalui media massa, tetapi juga mempelajari seberapa arti penting diberikan pada suatu isu atau topic dari cara media massa memberikan penekanan terhadap topik tersebut.&lt;br /&gt;vi. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa&lt;br /&gt;Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Malvin memfokuskan perhatiannya pada kondisi structural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya efek media massa. Teori ini pada dasarnya merupakan suayu pendekatan struktur social yang berangkat dari gagasan mengenai sifat suatu masyarakat modern, dimana media massa dapat dianggap sebagai system informasi yang memiliki peran penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tatanan masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas social.&lt;br /&gt;Pemikiran terpenting dari teori ini adalah bahwa dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media massa bagi sumber informasi bai pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, apa yang terjadi dalam masyarakatnya.&lt;br /&gt;vii. Teori Spiral of Silence&lt;br /&gt;Teori ini menjelaskan bahwa jawaban dari pertanyaan terletak dalam suatu proses saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antarpribadi, dan persepsi individu atas pendapatnya sendiri dalam hubunganya dengan pendapat orang lain dalam masyarakatnya. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan pendapat mayoritas, pengungkapan pendapat pribadi, kecenderungan dalam isi media, dan pendapat para jurnalis.&lt;br /&gt;viii. Teori Information Gaps&lt;br /&gt;Latar belakang pemikiran ini terbentuk oleh arus informasi yang terus meningkat, yang sebagian besar dilakukan oleh media massa. Secara teoritis peningkatan ini akan menguntungkan setiap orang dalam masyarakat karena setiap individu memiliki kemungkinan untuk mengetahui yang terjadi disekelilingnya. Namun, informasi sering kali menghasilkan efek negative, dimana peningkatan pengetahuan pada kelompok tertentu akan menjauh dan meninggalkan kelompok lainnya. Dalam hal seperti ini information gaps akan terjadi dan terus meningkat sehingga menimbulkan jarak antara kelompok social yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;ix. Uses and Gratification&lt;br /&gt;Pendekatan uses and gratification ditunjukan untuk menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi massa dalam menjelaskan penggunaan media oleh individu atau agregasi individu. Pendekatan ini memberikan alternatif untuk memandang pada hubungan antara isi media dan audience. Katz menggambarkan logika yang mendasari pendekatan mengenai uses and gratifications ; Kondisi social psikologis seseorang akan menyebabkan adanya kebutuhan, yang menciptakan harapan-harapan terhadap media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa kepada perbedaan pola penggunaan media yang akhirnya akan menghasilkan pemenuhan kebutuhan dan konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;x. Teori Uses and Effects&lt;br /&gt;Konsep uses (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media yang penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa. Penggunaan media massa menjadi suatu proses yang lebih kompleks, dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;xi. Information Seeking&lt;br /&gt;Donohew dan Tipton menjelaskan tentang pencarian, penginderaan, dan pemrosesan informasi, disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi social tentang kesesuaian sikap. Salah satu asumsi utamanya adalah bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan image of realitynya karena informasi itu bias saja membahayakannya.&lt;br /&gt;xii. Konstruksi Sosial Media Massa&lt;br /&gt;Asal mula konstruksi social dari filsafat konstuktivisme, yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Konstruksi sosial atas realitas sosial dibangun secara simultan melalui tiga proses, yaitu eksternalisasi, objektivasi, internalisasi. Proses simultan ini terjadi antara individu satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bangunan realitas yang tercipta karena proses sosial tersebut adalah objektif, subjektif, dan simbolis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-7544084354279318243?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/7544084354279318243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7544084354279318243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7544084354279318243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi_22.html' title='Komunikasi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6533595286951557916</id><published>2010-06-22T23:46:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T12:08:18.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Bahasa dan komunikasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;bahasa dapat didefinisikan sebagai penggunaan simbol-simbol bunyi, lambang, atau tulisan secara sistematis dan konvensional dalam kelompok masyarakat untuk komunikasi dan ungkapan diri. Komunikasi adalah proses transfer informasi yang bermakna dari satu orang dengan orang lainnya. Kalau dilihat secara sepintas, kedua definisi ini sangatlah sederhana. Namun di balik kesederhanaan ini muncul kompleksitas permasalahan, apalagi kalau pembahasan keduanya ini dikaitkan dengan berbagai aspek yang menyangkut permasalahan psikologis individu maupun kelompok masyarakat pengguna bahasa itu. Bahasa dan komunikasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada komunikasi tanpa bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi merupakan intisari interaksi sosial. Tidak ada kegiatan sosial tanpa komunikasi. Selama hidup manusia menghabiskan waktunya untuk berkomunikasi dengan beragam bentuk, cara dan situasi. Bentuk komunikasi yang dipilih bisa lisan, tulisan atau gerak dan lambanglambang. Cara komunikasi lebih banyak melibatkan sikap dan perilaku berbahasa yang didominasi oleh personalitas (psikologis) penutur. Situasi komunikasi berkaitan dengan ruang dan waktu.Komunikasi menjadi memasyarakat dalam berbagai cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Komunikasi melibatkan hubungan timbal balik antara penutur dengan pendengar.&lt;br /&gt;2.Komunikasi membutuhkan bahwa manusia memperoleh suatu pemahaman yang 3.berbagi tentang makna tertentu dari bunyi-bunyi, kata, lambang dan gerak.&lt;br /&gt;4.Komunikasi berarti bahwa manusia saling mempengaruhi dan dipengaruhi manusia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komunikasi membutuhkan pengirim (sender), pesan (messages), penerima (receiver) dan saluran/medium (channel) komunikasi. Oleh karena itu, setiap terjadinya komunikasi tentu saja sangatlah kompleks: pengirim pesan juga sebagai penerima pesan dan sebaliknya, dan bisa juga ganda, kadang-kadang juga kontradiktif,pesan dikomunikasikan melalui suatu aturan saluran verbal dan nonverbal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian tentang komunikasi secara potensial merupakan suatu pekerjaan besar yang melibatkan banyak disiplin ilmu, seperti psikologi, psikologi sosial, sosiologi, linguistik, sosiolinguistik, filosofi, dan kritik sastra. Para ahli psikologi sosial membedakan antara kajian bahasa dan kajian komunikasi non-verbal. Kajian barunya difokuskan pada wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikarenakan penggabungan pengetahuan tentang kaidah-kaidah morfologis, sintaksis dan semantis membolehkan penurunan dan pemahaman ujaran bermakna yang hampir tanpa batas yang membuat bahasa sebagai media komunikasi yang sangat ampuh. Makna dapat dikomunikasikan lewat bahasa di sejumlah tingkatan. Jarak rentang dari ujaran yang paling sederhana (bunyi yang dibuat oleh seseorang untuk orang lain) sampai pada sebuah lokusi (kata-kata yang ditempatkan dalam suatu urutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai bahasa juga membutuhkan pengetahuan mengenai aturan budaya sehingga dapat diketahui hal-hal yang menyangkut kelayakan apa dan cara menuturkan sebuah ujaran. Tidak mengetahui apa dan cara yang harus dituturkan untuk suatu ujaran tertentu akan melukai perasaan pengguna bahasa itu bahkan bisa lebih fatal. Jadi apa yang layak dikatakan sebaiknya disesuaikan dengan ruang, waktu dan sasaran Permasalahan tentang ini semua telah memperluas sasar kaji sosiolinguistik (Fishman, 1972; Forgas, 1958b) dan yang lebih baru lagi sebuah penekanan dalam psikologi sosial khususnya pada kajian wacana sebagai satuan dasar analisis (Poterdan Wetherell, 1987). Akhirnya, Searle(1979) mengidentifikasi lima jenis makna sehingga manusia dapat menggunakan bahasa secara&lt;br /&gt;untuk berkomunikasi: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. mengatakan bagaimana sesuatu itu;&lt;br /&gt;2. membuat seseorang melakukan sesuatu;&lt;br /&gt;3. mengungkapkan perasaan dan sikap;&lt;br /&gt;4. membuat sebuah komitmen; dan&lt;br /&gt;5. menyelesaikan sesuatu dengan segera.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6533595286951557916?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6533595286951557916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6533595286951557916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6533595286951557916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-komunikasi.html' title='Bahasa dan komunikasi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4631505158446540406</id><published>2010-06-22T20:08:00.003+07:00</published><updated>2011-10-02T12:09:28.695+07:00</updated><title type='text'>KONSEP SIMBOL DAN BENDA SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara etimologis, symbol berasal dari kata yunani “sym-ballein” yang berarti melemparkan bersama suatu (benda atau perbuatan) dikaitkan dengan suatu ide. Adapula yang menyebutkan “symbolos” yang berarti tanda atau cirri yang memberitahukan sesuatu hal kepada seseorang. Biasanya symbol terjadi berdasarkan metomini, yakni nama atau benda lain yang berasosiasi atau yang menjadi atributnya (misalnya si kacamata untuk seseorang yang berkacamata) dan metafora, yaitu pemakaian kata atau ungkapan lain untuk objek atau konsep lain berdasarkan kias atau persamaan (misalnya kaki gunung, kaki meja, berdasarkan kias pada kaki manusia).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus umum bahasa Indonesiakarangan WS Poerwadarminta disebutkan symbol atau lambing adalah semacam tanda, lukisan,perkataan,lencana, dan sebagainya, yang menyatakan sesuatu hal atau mengandung maksud tertentu. Misalnya, warna putih merupakan lambing kesucian, lambing padi lambing kemakmuran, kopiah merupakan salah satu tanda pengenal bagi warga Negara Republik Indonesia. Konsep Peirece symbol diartikan sebagai tanda yang mengacu pada objek tertentu di luar tanda itu sendiri. Hubungan antara symbol sebagai penanda dengan sesuatu yang ditandakan sifatnya konvensional. Berdasarkan konvensi itu pula masyarakat pemakaiannya menafsirkan cirri hubungan antara symbol dengan objek yang diacu dan menafsirkan maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain symbol lebih substantive dari pada tanda, oleh karena itu salib yang dipajang didepan gereja, umpamanya hanya merupakan tanda bahwa rumah tersebut rumah ibadah orang Kristen. Namun salib yang terbuat dari kayu merupakan symbol yang dihormati oleh semua orang Kristen, lambing pengorbanan jiwa dan raga kristus demi umat manusia. Kemudian Herbert Blumer, mahaguru universitas California di Berkeley, seperti dikutip veeger (1993) telah berusaha memadukan konsep-konsep mead&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4631505158446540406?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4631505158446540406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/rangkuman-konsep-simbol-dan-benda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4631505158446540406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4631505158446540406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/rangkuman-konsep-simbol-dan-benda.html' title='KONSEP SIMBOL DAN BENDA SOSIAL'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6667427413269095020</id><published>2010-06-22T19:23:00.001+07:00</published><updated>2010-06-22T19:26:16.039+07:00</updated><title type='text'>hubungan bilingualisme dengan diglosia</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Oleh : mohamad yusuf&lt;br /&gt;Nim : 108015000089&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Ada asumsi yang mengatakan bahwa bahasa-bahasa adalah objek, yang secara ideal diantara objek-objek itu terdapat batas-batas yang jelas. Ini berimplikasi bahwa setiap ucapan dapat dikategorikan pada satu bahasa tertentu. Item-item yang jelas ‘termasuk bahasa lain’ dapat diakomodasikan – menurut pendapat ini – dengan istilah ‘bentuk pinjaman’ atau ‘terselip’ melalui interfensi. Asumsi tersebut tidak dapat dipakai lagi, sebab tidak mampu membahas bentuk-bentuk pengalihan antara bahasa-bahasa, sebagai satu gejala umum dalam masyarakat bilingual. Dan implikasinya adalah bahwa tingkah semacam itu membentuk gangguan yang yang mengurangi efesiensi tindak komunikatif dimana pengalihan itu terjadi. Hal yang sebaliknya juga banyak terbukti; bahwa percampuran bahasa itu sebenarnya memberikan fasilitas untuk itu biarpun jauh dari pengertian pembentukan komunikasi bagi para bilingual dengan repertoire-repertoire yang lebih sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tutur yang tertutup, yang tidak tersentuh oleh masyarakat tutur lain, entah karena letaknya jauh terpencil atau karena sengaja tidak mau berhubungan dengan masyarakat tutur lain, maka masyarakat tutur itu akan tetap menjadi masyarakat tutur yang statis dan tetap menjadi masyarakat yang monolingual. Sebaliknya, masyarakat tutur yang inklusif, dalam arti ia memiliki hubungan dengan masyarakat lain, tentu akan mengalami apa yang disebut kontak bahasa dengan segala peristiwa-peristiwa kebahasaan sebagai akibatnya. Peristiw-peristiwa tersebut yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa itu adalah apa yang didalam sosiolinguistik disebiut bilingualisme, diglosia, alih kode, campur kode, interferensi, integrasi, konfergensi dan pergeseran bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman hidup di Indonesia, kita tahu bahwa di banyak Negara, bahkan banyak daerah dan kota, terdapat orang-orang yang memakai bahasa yang berlainan. Bisa juga terdapat orang-orang yang memakai lebuh dari satu bahasa, umpmanya bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Suatu daerah atau masyarakat di mana terdapat dua bahasa disebut daerah atau masyarakat yang berdwibahasa atau bilingual.&lt;br /&gt;Berpijak dari kerangka dasar di atas, maka dalam makalah ini dibahas tentang bilingualisme dan diglosia serta hubungan antara keduanya. Adapun tentang term-term lain yang berkenaan dengan sosiolimguistik akan diterangkan pada makalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan masalah&lt;br /&gt;Dengan latar belakan di atas maka makalah ini dapat dirumruskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.Apakah pengertian bilingualisme itu?&lt;br /&gt;b.Apakah pengertian diglosia itu?&lt;br /&gt;c.Dan bagaimanakah hubungan antara keduanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian Bilingualisme (Tsunaiyah al-Lughah)&lt;br /&gt;Istilah bilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Secara harfiah sudah dapat dipahami apa yang dimaksud bilingualisme itu, yakni berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Dalam perspektif sosiolinguistik, bilingualisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalalm pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama adalah bahasa ibu atau bahasa pertamanya (disingkat B1) dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bisa menggunakan kedua bahasa itu disebut orang yang bilingual –dalam bahasa Indonesia disebut dwibahasawan. Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas—dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan.&lt;br /&gt;Bilingualisme dan Bilingualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan hubungan logika antara bilingualisme dan bilingualitas, maka akan dapat dimengerti bahwa tidak semua yang memiliki “bilingulitas” akan mempraktikkan “bilingualisme” dalam kehidupan sehari-harinya, sebab hal ini tergantung pada situasi kebahasaan di lingkungannya. Namun, dapat pula kita pahami bahwa seseorang tidak akan dapat mempraktikkan “bilingualisme” tanpa memiliki “bilingualitas”. Singkatnya, bilingualisme brimplikasi pada bilingualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Diglosia (Lughah al-Mudzawijah)&lt;br /&gt;Istilah diglosia ini pertama kali digunakan dalam bahasa Perancis diglossie yang diserap dari bahasa Yunani διγλωσσία, ‘dwibahasa’) oleh bahasawan Yunani Ioannis Psycharis. Ahli bahasa Arab William Marçais lalu juga menggunakannya pada tahun 1930 untuk menuliskan situasi bahasa di dunia Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diglosia adalah suatu situasi bahasa di mana terdapat pembagian fungsional atas variasi-variasi bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di masyarakat. Yang dimaksud ialah bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non-formal. Contohnya misalkan di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, istilah diglosia tersebut menjadi terkenal dalam studi linguistik setelah digunakan oleh C.A. Ferguson, seorang sarjana dari Stanford University pada tahun 1958 dalam sebuah symposium tentang “Urbanisasi dan Bahasa-bahasa Standar” yang diselenggarakan oleh American Antropological Association di Washington DC.&lt;br /&gt;Ferguson mengunakan istilah diglosia untuk menyatakan keadaan suatu masyarakat dimana terdapat dua variasi dari satu bahasa yang hidup berdampingan dan masing-masing punya peranan tertentu. Ferguson membahas diglosia ini dengan mengemukakan sembilan topic, yaitu fungsi, prestise, warisan sastra, pemerolehan, standarisasi, stabilitas, gramatika, leksikon, dan fonologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi merupakan kriteria diglosia yang sangat penting. Menurutnya, dalam masyarakat diglosis terdapat dua variasi dari satu bahasa. Variasi pertama disebut dialek tinggi (disingkat dialek T), dan yang kedua disebut dialek rendah (disingkat dialek R). dalam bahasa Arab dialek T-nya adalah bahasa arab klasik, bahasa al-Qur’an yang disebut al-Fusha. Dialek R-nya adalah berbagai bentuk bahasa Arab yang digunakn oleh bangsa Arab yang lazim disebut ad-Darij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pristise. Dalam masyarakat diglosis para penutur biasanya menganggap bahwa dialek T lebih bergengsi, lebih superior, lebih terpandang dan merupakan bahasa yang logis. Sedangkan dialek R dianggap inferior, malah ada yang menolak keberadaannya.&lt;br /&gt;Pemerolehan dialek T diperoleh dengan mempelajarinya dalam pendidikan formal, sedangkan dialek atau ragam R diperoleh dari pergaulan dengan keluarga dan teman-teman. Dan karena ragam T dipandang sebagai ragam yang bergengsi, maka tidak mengherankan kalau standarisasi dilakukan terhadap ragam T tersebt melalui kodifikasi formal. Kamus, tata bahasa, petunjuk lafal, dan buku-buku kaidah untuk penggunaan yang benar ditulis untuk ragam T. Stabilitas dalam masyarakat diglosis biasanya telah berlangsung lama dimana ada sebuah variasi bahasa yang dipertahankan eksistensinya dalam masnyarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Hubungan Bilingualisme dengan Diglosia&lt;br /&gt;Ketika diglosia diartikan sebagai adanya pembedaan fungsi atas penggunaan bahasa dan bilingualisme sebagai adanya penggunaan dua bahasa secara bergantian dalam masyarakat, maka Fishman menggambarkan hubungan diglosia sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Bilingualisme dan diglosia&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat yang dikarekterisasikan sebagai masyarakat yang bilingualisme dan diglosia, hamper setiap orang mengetahui ragam atau bahasa T dan ragam atau bahasa R. kedua ragam atau bahasa itu akan digunakan menrurut fungsinya masing-masing, yang tidak dapat dipertukarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Bilingaulisme tanpa diglosia&lt;br /&gt;Dalam masyarakat yang bilingualis tetapi tidak diglosis tetdapat sejumlah individu yang bilingual, namun mereka tidak membatasi penggunaan bahasa untuk satu situasi dan bahasa yang lain untuk situasi yang lain pula. Jadi, mereka dapat menggunakan bahasa yang manapun untuk situasi dan tujuan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Diglosia tanpa bilingualisme&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat yang beriri diglosia tapi tanpa bilingualismre terdapat dua kelompok penutur. Kelompok pertama yang biasanya lebih keil, merupakan kelompok ruling group yang hanya biara dalam bahasa T. sedangkan kelompom kedua yang biasanya lebih besar, tidak memiliki kekuasaan dalam masyarakat, hanya berbiara bahasa R. siatasi diglosia tanpa bilingualisme banyak kita jumpai di Eropa sebelum perang dunia pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Tidak bilingualisme dan tidak diglosia&lt;br /&gt;Masyarakat yang tidak diglosia dan tidak bilingual tentunya hanya ada satu bahasa dan tanpa variasi serta dapat digunakan untuk segala tujuan. Keadaan in hanya mugnkin ada dalam masyarakat primitive atau terpencil, yang dewasa ini tentunya sukar ditemukan. Masyarakat yang tidak diglosia dan bilingual ini akan mencair apabila telah bersentuhan dengan masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan beberapa poin, yaitu :&lt;br /&gt;1.Billingualisme adalah akibat dari penggunaan lebih dari satu kode oleh seseorang individu atau masyarakat.&lt;br /&gt;2.Diglosia adalah merupakan akibat dari valuasi perbedaan fungsional. Bilingulisme dan diglosia dapat terjadi sendiri-sendiri atau bersama-sama dalam suatu komunitas ujar.&lt;br /&gt;3.Hubungan antara keduanya amatlah tergantung dari aspek dan bagaimana kita memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6667427413269095020?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6667427413269095020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/hubungan-bilingualisme-dengan-diglosia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6667427413269095020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6667427413269095020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/hubungan-bilingualisme-dengan-diglosia.html' title='hubungan bilingualisme dengan diglosia'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-8297385245057242186</id><published>2010-06-20T09:37:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T17:41:11.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Dramatisasi Dalam Interaksionisme Simbolik</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dramatisasi Dalam Interaksionisme Simbolik &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang menjelaskan dramatisasi dalam interaksionisne simbolik adalah Erving Goffman dalam karianya yang berjudul: “Presentasion of Self in Everiday Life” (1959). Goffman senderung melihat kehidupan social sebagai atu seri drama atau seri pertnjukan dimana para actor memainkan peran-peran tertentu. Pendekatan ini disebutnya dengan pendekatan dramaturgi. Dalam pendekatan ini Goffman mempunyai asumsi bahwa ketika individu-individu berinteraksi atau memainkan lakon-lakon dalam panggung sandiwara, maka mereka ingin sapuaya diri (self) mereka diterima. Tetapi dipihak lain, ketika mereka memainkan peran-peranannya, mereka tetap menyadari kemungkinan adanya penonton yang bisa mengganggu pertunjukan mereka. Oleh karena itu, para actor harus selalu menyesuaikan dirinya dengan keinginan dan harapan penonton atau lawan interaksinya, terutama menyangkut elemen-elemen hal yang bisa mengganngu. Para aktor itu berharap bahwa Self atau Diri yang mereka tampilkan dalam pertunjukan itu, cukup kuat atau mengesankan sehingga para penonton bisa memerikan definisi (deskripsi) tentang dari mereka (aktor-aktor) itu sesuai dengan keinginan actor-aktor itu sendiri. Hal itu berarti bahwa para actor penonton bisa mempuyai gambaran atau ideal positif tentang diri mereka, yakni, gambaran yang seuai dengan keinginan dan harapan aktor-aktor itu sendiri. Para actor itu juga berharap bahwa gambarn atau ideal diri yang diperoleh penonton tentang mereka, akan membuat para penonton itu sendiri bisa melakukan secara sukarela apabila saja yang diinginkan oleh actor supaya mereka pebuat, seperti bertepuk tangan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian depan panggung&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;      Dalam mengikuti analogi teater ini, Goffman juga berbicara tentang bagian depan panggung (front stage) bagian depan panggung itu berfungsi untuk mendefinisikan situasi. Kenudia Goffman masih membedakan bagian depan dari front stage itu. Ada bagian yang disebut setting. Setting adalah bagian-bagian yang secara fisik (alat-alat) yang harus berada di sana apabila si aktor tampil. Setting itu bagi seorang actor yang menyanyi bisa berarti soundsystem, mike, piano, gitar, jazz, dan lain-lain. Tanpa setting itu seorang aktor tidak mungkin tampil. Selanjutnya Goffman mengatakan bahwa oleh karena orang pada umumnya berusaha menampilan suatu self atau diri an diidealkan dalam front stage, maka mau tidak mau mereka harus myembunyikan hal-hal tertentu dalam perunjukan atau performence itu. Dari uraian tersebut diatas, kita bisa melihat bahwa focus uraian Goffman bukan individu melainan team, yang terdiri dari individu-individu yang bkerja saama diatas panggung.&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bagian belakang panggung &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;    Goffman juga mendiskusikan tentang back stage (bagian belakang panggung), diman bermacam-macam tindakan atau tingkah-laku no-nformal, boleh muncul. Bagian belakang panggung biasanya tertutup atau terpisah dari bagian depan panggung atau tidak bisa dilihat dari bagian depan panggung. Para peabawa acara atau actor mengharapkan dan selalu mengusahakan supaya para penonton tidak boleh muncul pada bagian belakang panggung (back stage). Performance akan menjadi cukup sulit apabila mereka tidak berhasil mencegah penonton memasuki back stage. Daam dunia social, back stage ini adalah tempat atau situasi dimana seorang individu tidak perlu bertingkahlaku sesuai dengan harapan-harapan orang dari statusnya itu. Misalnya, didalam keluarga seorang tentara tidak harus menunjukan muka suram. Atau waktu rekreasi, seorang imam tidak harus selalu sopan dan jalan denan kepala miring. Di sana ia bisa tertawa, dan membuat lucu. Jadi back stage adalah duia yang sedikit bersifat pribadi dimana orang-orang lain tidak perlu menyaksikan aktivitas pribadinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-8297385245057242186?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/8297385245057242186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dramatisasi-dalam-interaksionisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8297385245057242186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8297385245057242186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dramatisasi-dalam-interaksionisme.html' title='Dramatisasi Dalam Interaksionisme Simbolik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2577627268746055189</id><published>2010-06-17T12:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-02T17:41:35.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;ETNOGRAFI KOMUNIKASI DAN BAHASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Etnografi Komunikasi &lt;br /&gt;Sebelim mengetahui dan memahami etnografi komunikasi itu sendiri, maka harus pula memahami akan pengertian etnografi dan komunikasi terlebih dahulu. &lt;br /&gt;• Etnografi diartikan sebagai pelukisan atau krangan secara lengkap tentang suatu suku bangsa. Pelukisan pengarangan etnografi itu melihat pada eksistensi suku bangsa itu sendiri, mulai dari kondisi geografis, lingkungan serta kebudayaan termasuk unsure – unsur kebudayaan suku bangsa . &lt;br /&gt;• Komunikasi diartikan sebagai suatu proses melalui individu dengan hubungannya dalam menghasilkan interaksi baik secara kelompok , organisasi dan dalam masyarakat guna menerima , menyampaikan atau berkoordinasi dengan lingkungan social masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata komunikasi berasal dari bahasa Latin yakni ., “comunicatio “  yang berarti sama . jadi jika disimpulkan maka komunikasi memilki pengertian “sebuah proses yang membuat suasana berbeda dalam kebersamaan kepada dua orang atau lebih hingga tercapai suatu kesepakatan “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Etnografi komunikasi itu sendiri adalah segala sesuatu yang terkait dalam aktifitas komunikasi yaitu bahasa yang dipakai dalam berkomunikasi , materi yang disampaikan , pelaku, alat, tempat, dan hasil dari komunikasi tersebut. &lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip kmunikasi :&lt;br /&gt;• Suatu proses&lt;br /&gt;• Suatu sistem&lt;br /&gt;• Transaksi interaksi&lt;br /&gt;• Sengaja dan tidak disengaja&lt;br /&gt;B. Bahasa&lt;br /&gt;Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memilki arti. Bahasa juga merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi baik lewat tulisan , lisan maupun gerakan dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicara .&lt;br /&gt;Bahasa memiliki beberapa fungsi yakni :&lt;br /&gt;• Fungsi secara umum : sebagai alat untuk berekspresi , berkomunikasi , alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.&lt;br /&gt;• Fungsi secara khusus : untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari – hari , mewujudkan seni, mempelajari naskah – naskah kuno dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta&lt;br /&gt;Arni Muhammad. 2007. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Bumi aksara&lt;br /&gt;Erliana hasan . 2005.  Komunikasi Pemerintahan . Bandung : Aditama&lt;br /&gt;http: // wikipedia.com/ bahasa- kebudayaan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2577627268746055189?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2577627268746055189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-purnama-nuraeni-nim-108015000108.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2577627268746055189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2577627268746055189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-purnama-nuraeni-nim-108015000108.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3625401478556781652</id><published>2010-06-17T12:40:00.000+07:00</published><updated>2011-10-02T17:46:22.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Fenomenologi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Fenomenologi ( phenomenology)&lt;/div&gt;Istilah fenomenologi secara etimologis berasal dari kata fenomena dan logos. Arti kata logos sudah tidak perlu dijelaskan lagi, sebab sudah menjadi pengertian umum dan dikenal dalam berbagai susunan. Sedangkan kata fenomena berasal dari kata kerja Yunani “phainesthai” yang berarti menampak, dan terbentuk dari akar kata fantasi, fantom, dan fosfor yang artinya sinar atau cahaya. Dari kata itu terbentuk kata kerja, tampak, terlihat karena bercahaya. Dalam bahasa kita berarti cahaya. Secara harfiah fenomena diartikan sebagai gejala atau sesuatu yang menampakkan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan bahwa fenomena dipandang dari dua sudut. Pertama, fenomena selalu “menunjuk ke luar” atau berhubungan dengan realitas di luar pikiran. Dua, fenomena dari sudut kesadaran kita, karena selalu berada dalam kesadaran kita. Maka dalam memandang fenomena harus terlebih dahulu melihat “penyaringan” (ratio), sehingga mendapatkan kesadaran yang murni.&lt;br /&gt;Fenomenologi adalah ilmu tentang esensi-esensi kesadaran dan esensi ideal dari obyek-obyek sebagai korelat kesadaran.  Pertanyaannya, bagaimana esensi-esensi tersebut, tanpa terkontaminasi kecenderungan psikologisme dan naturalisme? Husserl mengajukan satu prosedur yang dinamakan epoche (penundaan semua asumsi tentang kenyataan demi memunculkan esensi). Tanpa penundaan asumsi naturalisme dan psikolgisme, kita akan terjebak pada dikotomi. (subyek-obyek yang menyesatkan/bertentangan satu sama lain). Tujuan epoche adalah mengembalikan sikap kita kepada dunia, yakni sikap yang menghayati, bukan memikirkan benda-benda. Contohnya, saat mengambil gelas, saya tidak memikirkan secara teoritis (tinggi, berat dan lebar) melainkan menghayatinya sebagai wadah penampung air untuk diminum. Ini yang hilang dari pengalaman kita, kalau kita menganut asumsi naturalisme. Dan ini yang kembali dimunculkan oleh Husserl. Akar filosofis fenomenologi Husserl ialah dari pemikiran gurunya, Franz Bretano. Dari Brentano-lah Husserl mengambil konsep filsafat sebagai ilmu yang rigoris (sikap pikiran di mana dalam pertentangan pendapat mengenai boleh tidaknya suatu tindakan); sebagaimana juga bahwa filsafat terdiri atas deskripsi dan bukan penjelasan kausal.&lt;br /&gt;Fenomenologi adalah disiplin ilmu yang sungguh revolusioner dan berpengaruh. Sebagai corak berfilsafat, fenomenologi sangat orisinil, pola berfilsafat yang tidak lagi mencari esensi di balik penampakkan, melainkan berkonsentrasi penuh pada penampakkan itu sendiri. Fenomenologi menyapu bersih segala asumsi yang cenderung mengotori kemurnian pengalaman manusia. Pengaruh fenomenologi sangat luas. Hampir semua disiplin keilmuan mendapatkan inspirasi dari fenomenologi, antara lain; psikologi, sosiologi, antropologi sampai arsitektur, semuanya memperoleh napas baru dengan munculnya fenomenologi.&lt;br /&gt;Selain mempengaruhi ke luar, fenomenologi juga menghasilkan varian dalam fenomenologi itu sendiri. Sebut saja filsuf semacam Heidegger dan Marleau Ponty. Mereka mengembangkan fenomenologinya sendiri yang berbeda dengan fenomenologi Husserl. Heidegger dengan fenomenologi eksistensial, sedangkan Ponty dengan fenomenologi persepsi. Keluarnya mereka dari arus utama fenomenologi Husserl dilandasi oleh penolakan mereka terhadap konsep ego transedental. Manusia bukan ego yang terlepas dari lingkungannya. Manusia adalah wujud dalam dunia yang menemukan selalu, sudah terisolasi dalam dunia kehidupan.&lt;br /&gt;Fenomenologi menyatakan bahwa kategori-kategori tentang filsafat telah membagi pengalaman pada masa lampau yang tidak cukup bagi pengalaman, karena kategori-kategori harus mematahkan pengalaman yang berkelanjutan menjadi hal-hal dan membiarkan pemahaman permasalahan yang dihidupkan antara pikiran dan realita itu lewat dan berlalu. Jadi perspektif-perspektif baru tentang pengalaman ditawarkan, sehingga membuat sifat pikiran serta realita saling jalin-menjalin sebagai “starting point”nya. Pengalaman, demikian pernyataan Brentano dalam “Psikologi dari Kehidupan Empiris” (1874) sebenarnya intensional, yaitu selalu terarah ke objek. dan selalu mengalalmi sesuatu. Pengalaman adalah sedemikian, sehingga akan selalu ada isi dan yang lain dari mana kita sadar, tidak menjadi persoalan serta bagaimana tidak siapnya kita menjelaskan apa yang ada di depannya, misalnya jalan ini, pohon ini, merah ini, kebingungan yang berdengung ini, dan lainnya . Dari struktur pengalaman intensional, mendasar, dimana satu hal (pengalaman) dapat terbuka menjadi dua hal (pengalaman dari sesuatu), fenomenologi ditentukan untuk menjelaskan kembali penampilan - penampilan. Hesserl adalah yang pertama menjalankan redeskripsi fenomenologis terbesar dalam fenomena. Dalam tulisan-tulisannya ia mempunyai prinsip bahwa “ide-ide yang menyinggung fenomenologi murni dan Filsafat Murni” (19130 dan “Meditasi Cartesian” (1931). Husserl me nerapkan reduksi fenomenologinya agar dapat memberikan ekspresi verbal pada kejadian-kejadian mental di saat kejadian-kejadian tersebut muncul pada kesadaran, bebas dari komitmen terhadap eksistensi orang-orang lain, tempat-tempat lain, objek-objek fisik, sebab-akibat serta sehari-hari yang tidak kritis.&lt;br /&gt;Studi terhadap manusia terkait dengan permasalahan menyangkut tindakan yang penuh makna. Seseorang manusia itu dapat merasakan dunia ini sarat dengan makna dan tindakan yang penuh makna pula. Hal inilah yang kemudian merupakan pembeda antara studi tentang manusia dengan ilmu-ilmu fisik. Studi tentang manusia terfokus pada ide-ide, aspirasi, tindakan-tindakan yang memiliki tujuan, kreasi yang artistik, perangkat manusia, peraturan yang dibentuk untuk mereka sendiri, dan lembaga-lembaga yang mereka ciptakan. Pada ilmu-ilmu fisik, perhatian lebih pada problem eksperimental dan spekulasi terhadap materi secara kebendaan dan perhitungannya. Dalam ilmu fisik, sulit dibedakan antara mana yang teori dan mana yang fakta karena teori yang terbentuk semata-mata berasal dari fakta yang secara empiris melekat pada aspek kebendaan yang menjadi objek studinya. Misalnya dalam upaya pengklasifikasian, ilmu fisik lebih kepada mencari unsur-unsur kesamaan pada pola-pola teoritis yang telah ada secara umum tanpa harus terlebih dahulu mengutamakan common sense terhadap objek material tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3625401478556781652?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3625401478556781652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-rizqi-santoso-nim-108015000071.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3625401478556781652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3625401478556781652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-rizqi-santoso-nim-108015000071.html' title='Fenomenologi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-660574829113254072</id><published>2010-06-17T12:39:00.000+07:00</published><updated>2011-10-02T17:48:26.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Ilmu Semiotika</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ilmu Semiotika&lt;/div&gt;Semiotik Semiotik atau semiologi merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak digunakan di Eropa sedangkan semiotik lazim dipakai oleh ilmuwan Amerika. Istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. (Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).&lt;br /&gt;Awal mulanya konsep semiotik diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure melalui dikotomi sistem tanda: signified dan signifier atau signifie dan significant yang bersifat atomistis. Konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara ‘yang ditandai’ (signified) dan ‘yang menandai’ (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi, penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa (Bertens, 2001:180). Suatu penanda tanpa petanda tidak berarti apa-apa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas dari penanda; petanda atau yang dtandakan itu termasuk tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistik. “Penanda dan petanda merupakan kesatuan seperti dua sisi dari sehelai kertas,” kata Saussure. Louis Hjelmslev, seorang penganut Saussurean berpandangan bahwa sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda), namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. Bagi Hjelmslev, sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotik (scientific semiotics). Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. Semiotik, atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan.&lt;br /&gt;Berbeda dengan para ahli yang sudah dikemukakan di atas, Charles Sanders Peirce, seorang filsuf berkebangsaan Amerika, mengembangkan filsafat pragmatisme melalui kajian semiotik. Bagi Peirce, tanda “is something which stands to somebody for something in some respect or capacity.” Sesuatu yang digunakan agar tanda bisa berfungsi disebut ground. Konsekuensinya, tanda (sign atau representamen) selalu terdapat dalam hubungan triadik, yakni ground, object, dan interpretant (lihat gambar 3). Atas dasar hubungan ini, Peirce membuat klasifikasi tanda. Tanda yang dikaitkan dengan ground dibaginya menjadi qualisign, sinsign, dan legisign. Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda. Sinsign adalah eksistensi aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda. Sedangkan legisign adalah norma yang dikandung oleh tanda. Peirce membedakan tiga konsep dasar semiotik, yaitu: sintaksis semiotik, semantik semiotik, dan pragmatik semiotik. Sintaksis semiotik mempelajari hubungan antartanda. Hubungan ini tidak terbatas pada sistem yang sama. Contoh: teks dan gambar dalam wacana iklan merupakan dua sistem tanda yang berlainan, akan tetapi keduanya saling bekerja sama dalam membentuk keutuhan wacana iklan. Semantik semiotik mempelajari hubungan antara tanda, objek, dan interpretannya. Ketiganya membentuk hubungan dalam melakukan proses semiotis. Konsep semiotik ini akan digunakan untuk melihat hubungan tanda-tanda dalam iklan (dalam hal ini tanda non-bahasa) yang mendukung keutuhan wacana. Pragmatik semiotik mempelajari hubungan antara tanda, pemakai tanda, dan pemakaian tanda. Berdasarkan objeknya, Peirce membagi tanda atas icon (ikon), index (indeks), dan symbol (simbol). Ikon adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan; misalnya foto. Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan; misalnya asap sebagai tanda adanya api. Tanda seperti itu adalah tanda konvensional yang biasa disebut simbol. Jadi, simbol adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya. Hubungan di antaranya bersifat arbitrer, hubungan berdasarkan konvensi masyarakat. Berdasarkan interpretant, tanda (sign, representamen) dibagi atas rheme, dicent sign atau dicisign dan argument. Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai dengan kenyataan. Sedangkan argument adalah yang langsung memberikan alasan tentang sesuatu.Tanda-tanda tersebut kemudian dimaknai sebagai wujud dalam memahami kehidupan. Manusia melalui kemampuan akalnya berupaya berinteraksi dengan menggunakan tanda sebagai alat untuk berbagai tujuan, salah satu tujuan tersebut adalah untuk berkomunikasi dengan orang lain sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan.Komunikasi bukan hanya sebagai proses, melainkan komunikasi sebagai pembangkitan makna (the generation of meaning) . Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, setidaknya orang lain tersebut memahami maksud pesan kita, kurang kebih secara tepat. Supaya komunikasi dapat terlaksana, maka kita harus membuat pesan dalam bentuk tanda (bahasa, kata). Pesan-pesan yang kita buat, medorong orang lain untuk menciptakan makna untuk dirinya sendiri yang terkait dalam beberapa hal dengan makna yang kita buat dalam pesan kita. Semakin banyak kita berbagi kode yang sama, makin banyak kita menggunakan sistim tanda yang sama, maka makin dekatlah “makna” kita dengan orang tersebut atas pesan yang datang pada masing-masing kita dengan orang lain tersebut.&lt;br /&gt;Semiotika merupakan bidang studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja (dikatakan juga semiologi). Dalam memahami studi tentang makna setidaknya terdapat tiga unsur utama yakni; (1) tanda, (2) acuan tanda, dan (3) pengguna tanda. Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita, tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri, dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga disebut tanda. Misalnya; mangacungkan jempol kepada kawan kita yang berprestasi. Dalam hal ini, tanda mengacu sebagai pujian dari saya dan ini diakui seperti itu baik oleh saya maupun teman saya yang berprestasi. Makna disampaikan dari saya kepada teman yang berprestasi maka komunikasi pun berlangsung.&lt;br /&gt;Semiotika moderen mempunyai dua orang pelopor, yaitu Charles Sanders Peirce (1839-1914) dan Ferdinand de Saussure. Pierce mengusulkan kata semiotika untuk bidang penelaahan ini, sedangkan Saussure memakai kata semiologi. Sebenarnya kata semiotika tersebut telah digunakan oleh para ahli filsafat Jerman bernama Lambert pada abad XVIII.&lt;br /&gt;Menurut Pierce, makna tanda yang sebenarnya adalah mengemukakan sesuatu. Ia menyebutnya sebagai representamen. Apa yang dikemukakan oleh tanda, apa yang diacunya, apa yang ditunjuknya, disebut oleh Pierce dalam bahasa Inggris object. Dalam bahasa Indonesia disebut “acuan”. Suatu tanda mengacu pada suatu acuan dan representasi seperti itu adalah fungsinya yang utama. Agar tanda dapat berfungsi harus menggunakan sesuatu yang disebut ground. Sering ground suatu tanda berupa kode, tetapi tidak selalu begitu. Kode adalah suatu sistem peraturan yang bersifat transindividual. Banyak tanda yang bertitik tolak dari ground yang bersifat sangat individual. Di samping itu tanda diinterprestasikan. Hal ini menunjukkan setelah dihubungkan dengan acuan, dari tanda yang orisinal berkembang suatu tanda baru yang disebut interpretant. Pengertian interpretant di sini jangan dikacaukan dengan pengertian interpretateur, yang menunjukkan penerima tanda. Jadi, tanda selalu terdapat dalam hubungan trio: dengan ground-nya, dengan acuannya, dan dengan interpretant-nya. (lihat Sudjiman, 1991)&lt;br /&gt;Aart van Zoest (1978) dengan mengutip pendapat Pierce yang membagi keberadaan menjadi tiga kategori : Firstness, Secondness dan Thirdness, membagi tanda berdasarkan ground dari tanda-tanda tersebut sebagai berikut : (1) Qualisign, (2) Sinsign, dan (3) Legisigns. Awalan kata Quali- berasal dari kata “quality”, Sin- dari “singular”, dan Legi- dari “lex” (wet/hukum).&lt;br /&gt;Qualisign adalah tanda yang menjadi tanda berdasarkan sifatnya. Misalnya sifat warna merah adalah qualisign, karena dapat dipakai tanda untuk menunjuk-kan cinta, bahaya, atau larangan.&lt;br /&gt;Sinsign (singular sign) adalah tanda-tanda yang menjadi tanda berdasarkan bentuk atau rupanya di dalam kenyataan. Semua ucapan yang bersifat individual bisa merupakan sinsign. Misalnya suatu jeritan, dapat berarti heran, senang, atau kesakitan. Seseorang dapat dikenali dari caranya berjalan, caranya tertawa, nada suara dan caranya berdehem. Kesemuanya itu adalah sinsign. Suatu metafora walaupun hanya sekali dipakai dapat menjadi sinsign. Setiap sinsign mengandung sifat sehingga juga mengandung qualisign. Sinsign dapat berupa tanda tanpa berdasarkan kode.&lt;br /&gt;Legisign adalah tanda yang menjadi tanda berdasarkan suatu peraturan yang berlaku umum, suatu konvensi, suatu kode. Semua tanda-tanda bahasa adalah legisign, sebab bahasa adalah kode, setiap legisign mengandung di dalamnya suatu sinsign, suatu second yang menghubungkan dengan third, yakni suatu peraturan yang berlaku umum, maka legisign sendiri adalah suatu thirdness.&lt;br /&gt;Berdasarkan hubungan antara tanda dan acuannya (denotasi), Pierce membedakannya menjadi 3 (tiga) jenis tanda, yaitu : (1) ikon, (2) indeks, dan (3) simbol. Hal ini dinyatakan sebagai berikut : Pada prinsipnya ada tiga hubungan yang mungkin ada. (1) Hubungan antara tanda dan acuannya dapat berupa hubungan kemiripan, tanda itu disebut ikon. (2) Hubungan ini dapat timbul karena ada kedekatan eksistensi; tanda itu disebut indeks. (3) Akhirnya hubungan ini dapat pula berbentuk secara konvensional; tanda itu adalah simbol.&lt;br /&gt;Tanda ikon merupakan tanda yang menyerupai benda yang diwakilinya, atau suatu tanda yang menggunakan kesamaan atau ciri-ciri yang sama dengan apa yang dimaksudkannya. Misalnya kesamaan sebuah peta dengan wilayah geografis yang digambarkannya, foto dan lain-lain. Benda-benda tersebut mendapatkan sifat tanda dengan adanya relasi persamaan di antara tanda dan denotasinya, maka ikon seperti qualisign merupakan suatu firstness.&lt;br /&gt;Indeks adalah tanda yang sifat tandanya tergantung dari keberadaannya suatu denotasi, sehingga dalam terminologi Pierce merupakan suatu Secondness. Indeks dengan demikian adalah suatu tanda yang mempunyai kaitan atau kedekatan dengan apa yang diwakilinya. Misalnya tanda asap dengan api, tiang penunjuk jalan, tanda penunjuk angin dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-660574829113254072?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/660574829113254072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-azhar-fakhri-khalid-nim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/660574829113254072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/660574829113254072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-azhar-fakhri-khalid-nim.html' title='Ilmu Semiotika'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4188943125503653175</id><published>2010-06-17T12:35:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T17:49:00.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>TIGA POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;TIGA POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan,disamping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan konseptual,juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis.Hal-hal yang bersifat teknis Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-kegagalan,hal ini biasanya dikarenakan lemahnya sistem komunikasi.  Oleh karena itu, pendidik perlu mengembangkan pola komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar.Komunikasi pendidikan yang penulis maksudkan disini adalah hubungan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung, atau dengan istilah lain yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik. &lt;br /&gt;Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.Guru aktif dan siswa pasif.Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi.Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperansama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Disini, sudah terlihat hubungan dua arah, tetapi terbats antara guru dan pelajar secara indivudual.Antara pelajar dan pelajar tidak ada hubungan.Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya sesama temannya. Keduanya dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini lebih baik dari pada yang pertama, sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi&lt;br /&gt;Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara gurudenan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu dengan yang lainnya.Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini (Nana Sudjana,1989).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4188943125503653175?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4188943125503653175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-abdul-rahman-nim-10801500085-tugas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4188943125503653175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4188943125503653175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-abdul-rahman-nim-10801500085-tugas.html' title='TIGA POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4011025777802641559</id><published>2010-06-17T12:22:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T17:49:25.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>BAHASA DAN TEORI REALITAS</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAHASA DAN TEORI REALITAS&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli mencoba memaparkan bentuk hubungan antara bahasa dan pikiran, atau lebih disempitkan lagi, bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran manusia. Dari banyak tokoh yang memaparkan hubungan antara bahasa dan pikiran, penulis melihat bahwa paparan Edward Sapir dan Benyamin Whorf yang banyak dikutip oleh berbagai peneliti dalam meneliti hubungan bahasa dan pikiran.Sapir dan Worf mengatakan bahwa tidak ada dua bahasa yang memiliki kesamaan untuk dipertimbangkan sebagai realitas sosial yang sama. Sapir dan Worf menguraikan dua hipotesis mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran.&lt;br /&gt;Hipotesis pertama adalah lingusitic relativity hypothesis yang menyatakan bahwa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan perbedaan kognitif non bahasa (nonlinguistic cognitive). Perbedaan bahasa menyebabkan perbedaan pikiran orang yang menggunakan bahasa tersebut. Hipotesis kedua adalah linguistics determinism yang menyatakan bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara inidvidu mempersepsi dan menalar dunia perseptual. Dengan kata lain, struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan struktur yang sudah ada dalam bahasa.&lt;br /&gt;Pengaruh bahasa terhadap pikiran dapat terjadi melalui habituasi dan beroperasinya aspek formal bahasa, misalnya gramar dan leksikon. Whorf mengatakan “grammatical and lexical resources of individual languages heavily constrain the conceptual representations available to their speakers”. Gramar dan leksikon dalam sebuah bahasa menjadi penentu representasi konseptual yang ada dalam pengguna bahasa tersebut. Selain habituasi dan aspek formal bahasa, salah satu aspek yang dominan dalam konsep Whorf dan Sapir adalah masalah bahasa mempengaruhi kategorisasi dalam persepsi manusia yang akan menjadi premis dalam berpikir, seperti apa yang dikatakan oleh Whorf berikut ini :“Kita membelah alam dengan garis yang dibuat oleh bahasa native kita. Kategori dan tipe yang kita isolasi dari dunia fenomena tidak dapat kita temui karena semua fenomena tersebut tertangkap oleh majah tiap observer. Secara kontras, dunia mempresentasikan sebuah kaleidoscopic flux yang penuh impresi yang dikategorikan oleh pikiran kita, dan ini adalah sistem bahasa yang ada di pikiran kita. Kita membelah alam, mengorganisasikannya ke dalam konsep, memilah unsur-unsur yang penting…(Whorf dalam Chandler, 2000)Bahasa bagi Whorf pemandu realitas sosial dan mengkondisikan pikiran individu tentang sebuah masalah dan proses sosial. Individu tidak hidup dalam dunia objektif, tidak hanya dalam dunia kegiatan sosial seperti yang biasa dipahaminya, tetapi sangat ditentukan oleh simbol-simbol bahasa tertentu yang menjadi medium komunikasi sosial. Tidak ada dua bahasa yang cukup sama untuk mewakili realitas yang sama. Dunia tempat tinggal berbagai masyarakat dinilai oleh Whorf sebagai dunia yang sama akan tetapi dengan karakteristik yang berbeda. Singkat kata, dapat disimpulkan bahwa pandangan manusia tentag dunia dibentuk oleh bahasa sehingga karena bahasa berbeda maka pandangan tentang dunia pun berbeda. Secara selektif individu menyaring sensori yangmasuk seperti yang diprogramkan oleh bahasa yang dipakainya. Dengan begitu, masyarakat yang menggunakan bahasa yang berbeda memiliki perbedaan sensori pula (Rakhmat, 1999). Hipotesis Sapir dan Worf didukung oleh beberapa temuan penelitian terutama dalam bidang antropologi. Seorang antropologis bernama Lucy menulis mengenai perbedaan bahasa yang berkaitan dengan aktifitas perseptual. Sebagai contoh, dua individu yang memiliki kosa kata tentang warna dasar (basic color) yang berbeda, akan mengurutkan warna sekunder dengan cara yang berbeda. Language relativistics melihat bahwa kategori yang ada dalam bahasa menjadi dasar dari aktifitas mental, seperti kategorisasi, ingatan dan pengambilan keputusan. Jika asumsi ini benar maka studi tentang bahasa mengarah pada perbedaan pikiran yang diakibatkan sistem tersebut. Di samping bahasa merefleksikan perkembangan kognitif, bahasa mempengaruhi akuisisi bahasa dan juga memiliki memberikan potensi pada transformasi kognitif.&lt;br /&gt;Lucy mencoba menengahi pertentangan yang ada dengan memberikan beberapa petunjuk apabila seorang peneliti hendak mengkaji relativitas bahasa. Peneliti harus mengidentifikasi performansi kognitif individu yang beriringan dengan konteks verbal secara eksplisit (explicitly verbal contexts) dan menekankan pada struktur kognitif individu yang dideteksi yang ditunjukkan dalam perilaku keseharian. Melalui pandangan ini secara tidak langsung, Lucy telah melihat bahwa kognisi adalah sekumpulan konsep dan prosedur yang hadir dalam aktifitas individu yang berkaitan dengan perilaku verbal seperti berkata, mendengar dan berpikir secara verbal.&lt;br /&gt;Penggunaan konteks dalam pengkajian bahasa ini mendapat dukungan dari Gumperz dan Levinson, yang melalui tulisannya dengan judul rethinking linguistic relativity mencatat pentingnya theories of use in context yang memuat teori semantik formal yang berkaitan dengan situasi semantik, discourse representation theory dan teori pragmatis yang memuat relevance theory dan gricean theories. Hipotesis Whorf juga didukung oleh Olson (1983) yang melihat bahwa kategori perseptual dan struktur kognitif individu merefleksikan dunia pengalaman. Sebuah peristiwa selalu dipersepsi dan dikategorisasi secara relatif tergantung pada konteksnya.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kata-kata emosi, Levi (1973, dalam Wierzbicka, 1995) melalui studinya di Tahiti menjelaskan bahwa tidak ada kesamaan antara perasaan buruk (bad feelings) dalam pemahaman orang Tahiti dengan kata sedih (sad) dalam kosa kata Bahasa Inggris. Orang Tahiti lebih menonjolkan perasaan mo’emo’e (sebuah perasaan kesepian dan kesendirian) daripada rasa sedih yang oleh kosa kata Inggris dinamakan dengan sad. Levi menambahkan bahwa hal ini tidak menandakan bahwa orang Inggris tidak dapat merasakan mo’emo’e dan juga sebaliknya, orang Tahiti tidak bisa merasakan sad, tetapi menandakan bahwa kedua perasaan itu mempunyai status yang berbeda sehingga tidak dapat diparalelkan. Jika perasaan buruk (bad feeling) bagi orang Inggris adalah sad, maka bagi orang Tahiti adalah mo’emo’e.&lt;br /&gt;Manusia hanya akan dapat berkata dan memahami satu dengan lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan. Bahasa yang dipelajari semenjak anak-anak bukanlah bahasa yang netral dalam mengkoding realitas objektif. Bahasa memiliki orientasi yang subjektif dalam menggambarkan dunia pengalaman manusia. Orientasi inilah yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berkata.&lt;br /&gt;Melalui paparan di muka dapat diuraikan beberapa derivasi dari pengaruh bahasa terhadap pikiran manusia. Derivasi tersebut tercermin dari beberapa pernyataan beberapa ahli antara lain :&lt;br /&gt;1.Languagecreates awareness&lt;br /&gt;2. Language creates self-consciousness&lt;br /&gt;3. Language creates structures of thought and symbolic representation&lt;br /&gt;4. Language serves as one possible cue for memory&lt;br /&gt;5. Language provides “Thinking for speaking”&lt;br /&gt;Konsep Sapir dan Whorf mengudang beberapa keberatan di kalangan ahli bahasa dan peneliti psikolinguistik. Dasar yang dipakai sebagai bentuk keberatan tersebut adalah bahwa pikiran yang sama dapat diekspresikan dalam beberapa cara. Manusia dapat mengatakan apa saja yang dimauinya dalam sebuah bahasa sehingga antara satu bahasa dengan bahasa lainnya memiliki karakter yang paralel.&lt;br /&gt;Salah satu fakta yang dipaparkan untuk menunjukkan keberatan ini adalah dalam bidang perkembangan. Beberapa kasus di kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa bayi yang belum memiliki bahasa secara optimal sudah mampu menalar lebih dari hal-hal yang menarik bagi mereka. Misalnya usia 3-4 bulan bayi dapat memahami jarak dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jarak. Usia 5 bulan bayi sudah mampu menalar aritmatika sederhana. Setelah sebelumnya bayi diperlihatkan dua buah objek di tangan, mereka mencoba mencari dua objek tersebut ketika dua objek tersebut disembunyikan.&lt;br /&gt;Bukti kedua yang menunjukkan bahwa manusia dapat berpikir meski tanpa menggunakan bahasa adalah kasus anak-anak tuna rungu yang tidak mampu memahami struktur simbol bahasa. Anak-anak ini dapat menemukan isyarat dan gerak mereka sendiri untuk mengkomunikasikan pikiran dan keinginan mereka. Bukti ketiga adalah kasus penggunaan mental image yang diperagakan oleh beberapa individu. Seniman dalam bidang visual memiliki kemampuan menalar yang dapat disejajarkan dengan penulis ataupun ilmuwan. Francis Cricks dengan berpikir secara visual mampu menemukan struktur double helix DNA, Albert Einstein yang terkenal dengan penalar visual (visual thinker) mampu menelurkan rumus-rumus fisika yang spektakuler.Kontroversi tentang pendapat Whorf juga diarahkan pada contoh yang dikemukakan, misalnya salju. Orang Eskimo hidup di tengah-tengah salju sehingga mereka memiliki banyak kata tentang salju. Unta sangat penting bagi orang Arab sehingga mereka memiliki banyak cadangan kosa kata dalam menggambarkan unta. Bahasa dikembangkan sesuai dengan tantangan kultural dan tidak benar bahwa manusia tidak dapat membedakan beberapa objek persepsi karena tidak ada kata yang mampu menggambarkannya. Walaupun dalam bahasa ada hanya menggunakan kata ‘dia’ akan tetapi orang Indonesia juga memahami arti ‘he’ dan ’she’ dalam Bahasa Inggris.Manusia dapat berpikir tanpa menggunakan bahasa, tetapi bahasa mempermudah kemampuan belajar dan mengingat, memecakan persoalan dan menarik kesimpulan. Bahasa memungkinkan individu menyandi peristiwa dan objek dalam bentuk kata-kata. Dengan bahasa individu mampu mengabstraksikan pengalamannya dan mengkomunikasikannya pada orang lain karena bahasa merupakan sistem lambang yang tidak terbatas yang mampu mengungkapkan segala pemikiran. Sementara sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa bahasa adalah objek sosial yang berdiri di atas kesepakatan untuk memudahkan adanya komunikasi, Chomsky  memiliki konsep yang berbeda. Menurutnya bahasa “a natural object that is part of human biological endowment”. Bahasa adalah objek natural yang merupakan bagian dari kelebihan yang dimiliki manusia. Bahasa bagi Chomsky adalah cerminan dari pikiran dan produk dari kecerdasan manusia. Dengan memahami properti bahasa alami seperti struktur, organisasi, dan tata cara penggunaannya peneliti akan dapat memahami karakteristik manusia secara alami (human nature). Pandangan Chomsky ini selain bertentangan dengan pandangan Skiner mengenai proses akuisisi bahasa pada anak, juga berseberangan dengan konsep Sapir dan Whorf. Dengan adanya hal-hal yang bersifat bawaan maka secara tidak langsung dapat disimpulkan bahwa bahasa tidak memiliki keterkaitan dengan pikiran.&lt;br /&gt;Konsep Paul Kay mengenai bahasa secara tidak langsung juga berseberangan dengan konsep Sapir dan Whorf. Dikatakan olehnya bahwa perbedaan mengekspresikan fenomena dan objek dalam bahasa yang berbeda tidak berarti menunjukkan perbedaan dalam konsep. Untuk memahami relatifitas bahasa, individu menyadari layaknya menterjemahkan bahasa bahwa ada beberapa skema alternatif yang ada di dalam bahasa dan individu pemakai bahasa tersebut. (Jaszczolt, 2001). Beberapa ahli melihat bahwa language relativistics kurang memiliki dukungan secara ilmiah, karena belum ada penelitian yang membuktikan keterkaitan tersebut (Schlenker, 2004). Menurut Schlenker (2004), manusia tidak secara eksak menggunakan kata-kata dalam berpikir (think in world), karena jika menggunakan manusia berpikir dengan menggunakan kata-kata maka pasien yang memiliki keterbatasan bahasa (language deficits) otomatis akan mengalami hambatan dalam berpikir. Bahasa verbal dan pikiran memiliki perbedaan secara prinsip. Namun demikian ini tidak berarti bahwa pikiran bukan sistem yang memanipulasi simbol dalam bahasa. Sebagai contoh, konsep computational model of the mind memperlihatkan bahwa pikiran dapat dianalogikan dengan komputer yang mampu memanipulasi simbol abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4011025777802641559?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4011025777802641559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-rino-anggara-jurusan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4011025777802641559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4011025777802641559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-rino-anggara-jurusan-pendidikan.html' title='BAHASA DAN TEORI REALITAS'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2909163803622028778</id><published>2010-06-16T09:49:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T17:49:51.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Komunikasi Lintas Budaya</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 21px;"&gt;Komunikasi Lintas Budaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manusia-manusia lainnya. Namun, Dalam setiap Negara pastinya memerlukan suatu komunikasi yang baik, walaupun didalam suatu Negara atau budaya yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda tetapi dalam suatu komunikasi satu sama lainnya harus dapat terhubung dan kita juga dapat menguasai bahasa kebudayaan di luar negeri seperti Amerika Serikat yang sangat beragam penduduknya. Bukan merupakan hal yang aneh apabila didalam suatu masyarakat ada orang yang berbeda budaya berbicara satu sama lain. Banyak di kota-kota atau pusat perbelanjaan dapat menjadi suatu arena kebudayaan yang menarik karena beragamnya suatu komunikasi dalam kebudayaan.&lt;br /&gt;Ko-budaya merupakan kelompok-kelompok individu yang merupakan bagian dari kelompok kebudayaan yang lebih besar tetapi mempunyai perbedaan antara ras, etnis, orientasi seksual, agama dan sebagainya dan menciptakan kesempatan bagi diri mereka sendiri. Dan istilah ini seakan menyatakan sebuah kebudayaan mendominasi kebudayaan lain, contohnya seperti dalam kebudayaan jawa atau betawi dalam suatu adat perkawinan mereka mencampurkan adat dari kebudayaan yang berbeda supaya dalam kebudayaan ini dapat di lestarikan dan tidak hilang dari kebudayaan ini. Komunikasi lintas budaya sebenarnya merupakan konteks akademik yang termasuk masih muda, banyak sekali penelitian menarik yang dilaksanakan. Perkembangan bidang studi ini dapat dikaitkan dengan perkembangan pasar global yang ada saat ini, dengan adanya banyak perusahaan di Amerika Serikat  memperluas usahanya ke luar negeri. Selain itu, ketersediaan teknologi, pergeseran populasi dan usaha-usaha untuk memahami budaya lain turut serta dalam memberikan sumbangan, dan saat ini kita sudah mulai dapat menyaksikan adanya kemajuan dalam menyadari dan menghargai keberagaman suatu budaya.&lt;br /&gt;Dalam suatu konteks kebudayaan para peneliti dapat mengeksploitasi interaksi dan kejadian yang terjadi di antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berbeda dan, budaya merupakan suatu dasar dari perilaku manusia. Dengan kata lain, budaya sangat menentukan bagaimana kita bertindak dalam segala hal. Dan kita juga harus menyadari bahwa banyak dari yang kita ketahui dalam hasil pemikiran Barat banyak dari kita yang menginterpretasikan kejadian dan perilaku melalui kacamata Eropa (atau Amerika) yaitu dengan meniru gaya ke-Barat-baratan dari segi pakaian, makanan, mungkin juga bahasa yang dijadikan bahasa gaul sehari-hari.&lt;br /&gt;Mengapa kita mempelajari Komunikasi Lintas Budaya yaitu untuk menghindari gegar budaya, untuk menghindari kesalahpahaman, untuk mengindari pertentangan. Dengan kita mempelajari KLB ini supaya kita dapat melestarikan, menghindari dan tidak menghilangkan keragaman dari kebudayaan kita masing-masing.&lt;br /&gt;Kebudayaan juga mempunyai ciri-ciri yang harus dapat kita ketahui yaitu bahwa ciri-ciri budaya:&lt;br /&gt;• budaya bukan bawaan tetapi dapat dipelajari&lt;br /&gt;• budaya dapat disampaikan dari orang ke orang, kelompok ke kelompok dan dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;• budaya berdasarkan simbol&lt;br /&gt;• budaya bersifat dinamis, suatu sistem yang terus berubah sepanjang waktu&lt;br /&gt;• budaya bersifat selektif, mereprentasikan pola-pola perilaku pengalaman manusia yang jumlahnya terbatas&lt;br /&gt;• berbagai unsur budaya saling berkaitan&lt;br /&gt;• etnosentrisme. (http://jurusankomunikasi.blogspot.com/2009/06/komunikasi-lintas-budaya.html).&lt;br /&gt;Sebagai masyarakat yang baik seharusnya kita dapat menginterpretasikan suatu kebudayaan kita supaya dapat lebih diterima dalam kebuyaan lainnya dan dapat menciptakan suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan kebudayaan yang lama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2909163803622028778?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2909163803622028778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/siti-aisyah-fauziah-108015000100.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2909163803622028778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2909163803622028778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/siti-aisyah-fauziah-108015000100.html' title='Komunikasi Lintas Budaya'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-155294749225256384</id><published>2010-06-16T09:48:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T17:51:36.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Teori Tentang "Makna"</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama lebih dari 2000 tahun, kata Fisher (1986), konsep makna telah memukau para filsuf dan sarjana – sarjana sosial. “makna”, ujar Spradley (1997). “menyampaikan pengalaman sebagian besar umat manusia di semua masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Brown mendefinisikan makna sebagai kecenderungan (disposisi) total untuk menggunakan atau bereaksi terhadap suatu bentuk bahasa. Terdapat banayk komponen dalam makna yang dibangkitkan suatu kata atau kalimat.&lt;br /&gt;Untuk memahami apa yang disebut makna atau arti, kita perlu menoleh kembali kepada teori yang dikemukakan oleh Ferdinand de Sausure, bapak linguistic modern asal perancis. Didalam bukunya yang terkenal, course in general linguistic (1916), ia menyebut istilah tanda linguistic. Menurutnya, setiap tanda linguistic terdiri atas dua unsur yakni(1)yang diartikan dan(2) yang mengartikan. Yang diartikan sebenarnya tidak lain dari konsep atau makna dari sesuatu tanda – bunyi. Sedangkan yang mengartikan itu adalah tidak lain dari bunyi – bunyi itu, yang terbentuk dari fonem – fonem bahasa yang bersangkutan. Jadi, dengan kata lain setiap tanda linguistic terdiri dari unsur bunyi dan unsur makna. Kedua unsur ini adalah unsur dalam-bahasa (intralingual) yang biasanya merujuk atau mengacu kepada sesuatu referen yang merupakan unsur luar-bahasa (ekstralingual).&lt;br /&gt;Efektivitas komunikasi bahasa sebagian besar ditentukan oleh pola semantic bahasa, yaitu makna referensial dan makna gramatikal. Makna referensial meletakkan hubungan antara kata atau bentuk bahasa dengan dunia luar bahasa (kognitif, sosial, atau fisik)&lt;br /&gt;Teori Acuan&lt;br /&gt;Menurut Alston, teori acuan atau teori referensial ini merupakan salah satu jenis teori makna yang mengenali atau menidentifikasi makna suatu ungkapan dengan apa yang diacunya atau dengan hubungan acuan itu. Istilah referen itu sendiri menurut Palmer(1976:30) “reference deals with the relationship between the linguistic element, word, sentences, etc, and the nonlinguistic word of experience” (hubungan antara unsur – unsur linguistic berupa kata – kata, kalimat – kalimat dan dunia pengalaman yang non linguistik.&lt;br /&gt;Referen atau acuan boleh saja benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalah sesuatu yang ditunjuk oleh lambing. Jadi, kalau seseorang mengatakan sungai, maka yang ditunjuk oleh lambing tersebut yakni tanah yang berlubang lebar dan panjang tempat mengalir air dari hulu ke danau atau laut. Kata sungai langsung dihubungkan dengan acuannya. Tidak mungkin timbul asosiasi yang lain. Bagi mereka yang pernah melihat sungai, atau pernah mandi di sungai, sudah barang tentu mudah memahami apa yang dimaksud dengan sungai.&lt;br /&gt;Makna Sebagai Arti dan Referensi&lt;br /&gt;Pada bab – bab terdahulu telah dikatakan bahwa dialektika peristiwa dan makna merupakan suatu dialektika inti dari makna wacana. Untuk memaknai apa yng dilakukan pembicara, juga apa yang dinyatakan oleh kalimat. Makna ujaran pada makna isi preposisi merupakan sisi obyektif dari makna, sedangkan makna pengujar pada makna referensi kalimat dan kehendak yang diketahui pendengan merupakan sisi subyektif dari makna.&lt;br /&gt;Dialektika obyektif-subyektif tidaklah memberi penyelesaian makna, oleh karena itu tidak menyelesaikan struktur wacana. Sisi obyektif wacana itu sendiri dapat diberikan dengan dua cara. Kita dapat memaknai ‘apa’ dan ‘tentang apa’ wacana itu merupakan ‘referensi’. Ini merupakan perbedaan yang dapat langsung dihubungkan dengan perbedaan semiotik dan semantic.&lt;br /&gt;‘mengacu’ merupakan apa yang dilakukan kalimat pada situasi tertentu dan menurut kegunaan tertentu, juga apa yang dilakukan pembicara ketika ia menerapkan kata – katanya pada kenyataan. Seseorang mengacu kepada sesuatu, pada saat tertentu merupakan peristiwa ujar. Tetapi peristiwa ini, menerima strukturnya dari makna sebagai arti. Dengan cara ini dialektika peristiwa dan makna menerima perkembangan baru dari dialektika arti dan referensi. Dialketika arti dan referensi inilah yang memberikan hubungan antara bahasa dan kondisi ontologis yang ada di dunia.&lt;br /&gt;Kita mengandaikan bahwa sesuatu berada dalam susunan, sehingga sesuatu itu bisa diidentifikasi, tetapi kita memerlukan sebuah referensi. Pengendalian ini diperlukan, sehingga kita harus menambahkan ketentuan – ketentuan yang spesifik jika kita ingin mengacu ke sesuatu yang sifatnya fiktif.&lt;br /&gt;Kebermaknaan universal dari problem referensi sangatlah luas, wacana mengacu kembali pada pembicaranya, pada saat yang sama hal itu mengacu kepada dunia. Wacana dalam tindakan dan dalam kegunaan mengacu kembali dan datang lagi menuju pembicara dan dunia. Ini merupakan criteria pokok dari bahasa sebagai wacana.&lt;br /&gt;Beberapa Implikasi Hermeneutic&lt;br /&gt;Implikasi ini berhubungan dengan penggunaan dan penyalahgunaan konsep peristiwa ujar pada tradisi romantic tentang hermeneutika. Hermeneutic sebagai pokok persoalan Scleimacher dan Dilthey, cenderung untuk mengidentifikasi pemahaman sebgai pengenalan kehendak pengarang dari sudut pandang pembaca yang awam pada situasi wacana yang asli. Prioritas yang diberikan pada kehendak pengarang dan pembaca, cenderung membuat dialog dari setiap situasi pemahaman. Hal inilah yang menjadikan kerangka intersubyektifitas hermeneutic. Pemahaman teks hanyalah  merupakan kasus khusus dari situasi dialogis, dimana seseorang memberi respon yang lainnya.&lt;br /&gt;Hermeneutika dari sudut pandang filsafat wacana, membebaskan hermeneutika dari prasangka eksistensial dan kepsikologisannya. Asumsi hermeneutika psikologis berakar dari kesalahpahaman ganda dari dialketik peristiwa dan makna pada wacana, dan dialektika arti dan referensi dalam makna itu sendiri. dua kesalahpahaman ini akhirnya membawa pada penentuan tugas yang salah terhadap interpretasi, sebuah tugas yang diungkapkan dengan baik pada slogan “untuk memahami pengarang lebih penting daripada memahami diri sendiri” . oleh karena itu apa yang menjadi tonggak pembicaraan ini, merupakan definisi yang tepat dari tugas hermeneutika.&lt;br /&gt;Menurut Ricoeur, interpretasi tidak pernah berakhir. Interpretasi selalu bersifat opend-ended. Jika kita mendapatkan titik akhit sebuah interpretasi,ini berarti ‘pemerkosaan’ terhadap interpretasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-155294749225256384?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/155294749225256384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-bayu-purnomo-kelas-4c-nim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/155294749225256384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/155294749225256384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-bayu-purnomo-kelas-4c-nim.html' title='Teori Tentang &quot;Makna&quot;'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6355932992449060387</id><published>2010-06-16T09:46:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T17:52:46.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Makna Pengujar dan Makna Ujaran</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makna Pengujar dan Makna Ujaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep makna memberikan dua interprestasi. Hal ini mencerminkan adanya dialektika antara pristiwa dan makna. Dua interprestasi tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. apa yang dimaksud oleh pembicara, yaitu apa yang dikehendaki dari perkataannya.&lt;br /&gt;2. apa yang dimaksudkan oleh kalimat, yaitu apa yang dihasilkan oleh konjungsi antara fungsi identifikasi dan fungsi fredikatif. Dengan kata lain, makna atau “meaning” merupakan noetic dan neomatic.&lt;br /&gt;Bahasa itu tidak berbicara, tetapi manusia atau oranglah yang berbicara. Jika makna pengujar. (Menurut istilah Paul Grice) yaitu tidak mengurangi kehendak psikologis. Makna mental hanya dapat dapat ditemukan oleh wacana itu sendiri. Makna pengujar memiliki pemerkahnya pada makna ujaran, karena struktur dalam kalimat mengacu kembali pada si pembicaranya melalui prosedur gramatikal yang disebut “shiftes” (pengganti). Pronominal persona misalnya, tidaklah mempunyai makna objektif. Contohnya “I” sebagai ungkapan universal bukan sebagai konsep, karena tidak bisa digantikan oleh seseorang yang sedang berbicara, satu-satunya Fungsi adalah  mengacu kepada keseluruhan kalimat terhadap subjek dari pristiwa ujaran “I” mempunyai makna yang berubah setiap saat dan dan setiap digunakan. Dan suatu saat dia mengacu kepada subyek tunggal. “I” adalah seseorang yang berada pada percakapan menerapkan dirinya sendiri pada kata “I” yang muncul pada kalimat sebagai subyek logis. Ada pengganti lain, pembawa referensi gramatikal dari wacana untuk pembicaranya. Ini termasuka kala verba keperluasan yang dipusatkan sekitar kala ini, oleh karena itu mengacu pada kata sekarang, dari peristiwa ujaran dan pembicara. Hal yang sama juga berlaku bagi adverbial waktu, adverbial tempat, dan demonstrative yang mungkin dipertimbangkan sebagai fakta-fakta egosentris. Jadi wacana mempunyai banyak cara pengganti untuk mengacu kembali kepembicaranya.&lt;br /&gt;Perhatian terhadap alat gramatikal dari referensi wacana ini memberikan dua kelebihan yaitu:&lt;br /&gt;1. memberikan criteria baru tentang perbedaan wacana dank ode linguistic.&lt;br /&gt;2. memberikan definisi non fsikologis makna pengujar.&lt;br /&gt;Makana ujaran merujuk pada makna pengujar, karena referensi wacana itu sendiri sebagai sebuah pristiwa. Pendekatan semantic didukung oleh dua konstribusi lain, yaitu dialektika pristiwa dan proposisi.&lt;br /&gt;Sewaktu berkomunikasi, kita itu mengkomunikasikan amanat, dan proses berkomunikasi itu terkondisi oleh berbagai situasi, umpamanya « Ribut » hingga kita harus berteriak, dan dalam situasi formal kita juga harus memilih kata-kata yang formal pula, suasana mengkondusi penyampaian, dan tambah pula bahwa amanat yang sama dapat disampaikan dengan berbagai cara. Singkatnya bentuk amanat itu sendiri adalah satu faktor dalam situasi ujaran. Pertuturan mempunyai 7 macam fokus yang menjadi orientasi kegiatan penuturan yaitu : 1). penutur. 2). Pendengar (penanggap tutur). 3). Kontak antara kedua pihak. 4). Kode linguistik yang dipakai. 5). Latar(setting). 6). Topic amanat dan  7). Bentuk amanat. &lt;br /&gt;Fungsi-Fungsi Ujaran&lt;br /&gt;1. Bila beroreantasi pada sipenutur, maka fungsi bahasa adalah personal atau pribadi. Ini mencerminkan sikap dia terhadap yang dituturkannya. Bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi memperlihatkan emosi dia sewaktu menyampaikan yang dituturkan oleh si pengujar.&lt;br /&gt;2. bila berorientasi pada penanggap tutur, maka bahasa berpungsi directictif, yaitu mengatur tingkah laku pendengar.&lt;br /&gt;3. bila berorientasi pada pihak pada kontak antar pihak yang sedang berkomunikasi, maka fungsi bahasa sebagai menjalin hubungan, memeliharanya, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial.&lt;br /&gt;4. bila orientasinya pada topik ujaran, maka fungsi bahasa disebut referiential. Ini mengacu bahasa sebagai alat untuk membicarakan objek atau pristiwa dalam lingkungan sekeliling atau dalam kebudayaan pada umumnya.&lt;br /&gt;5. dilihat dari amanat atau message, bahasapun bias untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan baik sesungguhnya atau tidak, perasaan dan khayalan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6355932992449060387?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6355932992449060387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-abdul-hafizh-nim-107015001800.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6355932992449060387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6355932992449060387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-abdul-hafizh-nim-107015001800.html' title='Makna Pengujar dan Makna Ujaran'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2988268297236598535</id><published>2010-06-16T09:42:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T18:36:33.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Teori Komunikasi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bahasa dan Kebudayaan&lt;/div&gt;Pengertian Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi secara terminologis berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian diatas jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu terhadap orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan disini adalah komunikasi manusia (human comunication), yang sering kali pula disebut komunikasi sosial (sosial comunication).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Realitas Sosial Dan Kebudayaan&lt;br /&gt;Ritzer menjelaskan bahwa ide dasar semua teori dalam paradigma definisi sosial sebenarnya berpandangan manusia adalah aktor yang kreatif realitas sosialnya. Artinya, tindakan manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai dan sebagainya, yang semua itu tercakup dalm fakta sosial yaitu tindakan yang tergambarkan struktur dan pranata sosial.&lt;br /&gt;Dalam pandangan paradigma definisi sosial, realitas adalah hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial disekelilingnya. Dunia sosial dimaksud sebagai mana yang disebut oleh George Simmel, bahwa realitas dunia sosial itu berdiri sendiri diluar individu, yang menurut kesan kita bahwa realitas itu ’ada’ dalam diri sendiri dan hukum yang menguasainya.&lt;br /&gt;Berger dan Lukmann memulai penjelasan tentang realitas dengan memisahkan ”kenyataan” dan pengetahuan. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat dalam realitas-reaitas, yang diakui memiliki keberadaan yang tidak tergantung pada kehendakk sendiri. Sedangkan pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian-kepastian bahwa realitas itu benar-benar nyata. Realitas sosial yang dimaksud oleh berger dan Lukmann terdiri dari realitas obyektif, realitas subyektif, realitas simbolis. Mereka juga menjelaskan dialektika antara diri dan dunia sosiokultural. Dialektika itu berlangsung dalam tiga proses, yaitu eksternalisasi (penyesuaian diri), obyektivasi dan internalisasi. Tiga momen ini memunculkan suatu proses konstuksi sosial yang dilihat dari segi mulanya, yaitu buatan manusia. Hal terpenting dalam obyektivasi adalah pembuatan signifikansi, yakni pembuatan tanda-tanda olehmanusia. Mereka menyatakan bahwa suatu tanda dapat dibedakan dari obyektivasi lainya karena tujuannya digunakan sebagai isyarat atauindeks bagi pemakna suyektiv. Menurut Berger dan Lukmann bahasa memegang peran penting dalam obyektivasi terhadap tanda-tanda. Bahasa merupakan alat simbolis untuk melakukan signifikansi, yang mana logika ditambahkan secara mendasar kepada dunia sosial yang diobyektivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Komunikasi merupakan proses interaksi anatara dua orang atau lebih, dimana dari komunikasi tersebut menghasilkan suatu kesepakatan antara keduabelah pihak. Proses komunikasi merupakan salah satu gejala dalm masyarakat, diamana gejala tersebut bersifat nyata dalam kehidupan bermasyarakat (realita sosial). Dalam prosesnya komunikasi terbagi menjadi dua yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, dimana komunikasi verbal tidak akan terjaditanpa adanya bahasa. Oleh karena itu bahasa merupakan persyaratan yang sangat penting dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;Komunikasi juga dapat berpengaruh pada kebudayaan dalam masyarakat, dimana komunikasi merupakan proses penyebaran kebudayaan yang terjadi melalui interaksi antara dua orang yang berbeda budaya satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2988268297236598535?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2988268297236598535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-ade-sopian-kelas-iii-c-jurusan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2988268297236598535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2988268297236598535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-ade-sopian-kelas-iii-c-jurusan.html' title='Teori Komunikasi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6883656105408410829</id><published>2010-06-16T09:41:00.004+07:00</published><updated>2011-10-02T18:37:18.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 21px;"&gt;KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.Pengertian Komunikasi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun kita sering berkomunikasi, namun mungkin sekali kita tidak memahami betul apa yang sedang dilakukan itu memenuhi syarat-syarat berkomunikasi yang baik dan benar. Salah satu cara untuk memahami komunikasi adalah dengan memahami pengertian komunikasi itu sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kata atau istilah komunikasi merupakan terjemahan bahasa inggris communication yang dikembangkan di amerika serikat dan komunikasipun berasal dari unsur pesurat kabaran, yakni jouenalism. Adapun definisi komunikasi dapat dilihat dari sudut, yaitu: dari sudut bahasa (etimologi) dan dari sudut istilah (terminologi). Komunikasi menurut bahasa atau etimologi dalam ensiklopedia umum diartikan dengan perhubungan, sedangkan yang terdapat dalam buku komunikasi berasal dari perkataan latin, yaitu: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1.Comunicare, yang berarti berpartisipasi ataupun meberitahukan.&lt;br /&gt;2.Communis, yang berarti milik bersama ataupun berlaku dimana-mana.&lt;br /&gt;3.Communis opinion, yang berarti pendapat umum ataupun pendapat mayoritas.&lt;br /&gt;4.Communico, yang berarti membuat sama.&lt;br /&gt;5.Demikian juga communication berasal dari kata latin communication yang juga bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya sama makna mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah transmisi informasi dari seorang individu atau kelompok kepad individu atau kelompok lain, komunikasi merupakan dasar semua bentuk interaksi social. Dalam konteks tatap muka, komunikasi tidak saja diperlihatkan melalui penggunaan bahasa semata-mata, tetapi menggunakan juga tanda-tanda tubuh yang membutuhkan interpretasi tentang apa yang dikatakan dan dibuat oleh orang lain. Dengan berkembangnya media tulisan dan elektronik, seperti radio, televise, atau computer, komunikasi mengubah relasi tatp muka dengan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;B.Pengertian Budaya &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah pengertian dari kebudayaan, yaitu yang berasal dari kata sansekerta Buddhayah sebagai bentuk dari buddhi, yang berarti budi atau akal. Bahasa inggrisnya adalah Culture yang berasal dari kata latin Colere, yang berarti mengolah, mengerjakan atau sebagai segala daya dan usaha manusia untuk mengubah alam.&lt;br /&gt;Dalam ensiklopedia umum, budaya diartikan sebagai keseluruahan warisan social yang dapat dipandang sebagai hasil karya yang tersusun menurut tata tertib teratur, biasanya terdiri daripada kebendaan, kemahiran tehnik, pikiran dan gagasan, kebiasaan dan nilai-nilai tertentu, organisasi social tertentu, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;C.Pengertian Komunikasi Lintas Budaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi lintas budaya adalah: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1.Suatu studi tentang perbandingan gagasan atau konsep dalam berbagai kebudayaan,&lt;br /&gt;2.Perbandingan antara satu aspek atau minat tertentu dalam satu kebudayaan.&lt;br /&gt;3.Atau perbandingan antara satu aspek atau minat tertentu dengan satu atau lebih kebudayaan lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Disini terlihat bahwa arti komunikasi anatar budaya itu lebih meliputi interaksi antarorang dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, dimana definisi komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang mempunyai perbedaan budaya, baik dari bahasa, symbol-simbol atau latar belakang di mana ia berada, komunikasi antar budaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi, apa makna verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan komunikasi lintas budaya lebih menekankan pada perbandingan interaksi antar orang dari latar belakang budaya yang sama, atau perbandingan suatu aspek tertentu dari suatu kebudayaan dengan orang-orang dari suatu latar belakang budaya lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;D.Alasan mempelajari komunikasi lintas budaya menurut Litvin (1977) : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;a.Dunia sedang menyusut dan kapasitas untuk memahami keanekaragaman budaya sangat diperlukan.&lt;br /&gt;b.Semua budaya berfungsi dan penting bagi pengalaman anggota-anggota budaya tersebut meskipun nilai-nilainya berbeda.&lt;br /&gt;c.Nilai-nilai setiap masyarakat se”baik” nilai-nilai masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;d.Setiap individu dan/atau budaya berhak menggunakan nilai-nilainya sendiri.&lt;br /&gt;e.Perbedaan-perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi-asumsi dan pola-pola budaya mendasar yang berlaku.&lt;br /&gt;f.Pemahaman atas nilai-nilai budaya sendiri merupakan prasyarat untuk mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai budaya lain.&lt;br /&gt;g.Dengan mengatasi hambatan-hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain kita memperoleh pemahaman dan penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia.&lt;br /&gt;h.Pemahaman atas orang lain secara lintas budaya dan antar pribadi adalah suatu usaha yang memerlukan keberanian dan kepekaan. Semakin mengancam pandangan dunia orang itu bagi pandangan dunia kita, semakin banyak yang harus kita pelajari dari dia, tetapi semakin berbahaya untuk memahaminya.&lt;br /&gt;i.Keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadap interaksi manusia ke pandangan multikultural.&lt;br /&gt;j.Perbedaan-perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan-perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan.&lt;br /&gt;k.Situasi-situasi komunikasi antar budaya tidaklah statik dan bukan pula stereotip. Karena itu seorang komunikator tidak dapat dilatih untuk mengatasi situasi. Dalam konteks ini kepekaan, pengetahuan dan keterampilannya bisa membuatnya siap untuk berperan serta dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang efektif dan saling memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E.Tujuan mempelajari komunikasi lintas budaya, menurut Litvin (1977) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;a)Menyadari budaya sendiri&lt;br /&gt;b)Lebih peka secara budaya&lt;br /&gt;c)Memperoleh kapasitas untuk benar-benar terlibat dengan anggota dari budaya lain untuk menciptakan hubungan yang langgeng dan memuaskan orang tersebut.&lt;br /&gt;d)Merangsang pemahaman yang lebih besar atas budaya sendiri&lt;br /&gt;e)Memperluas dan memperdalam pengalaman seseorang&lt;br /&gt;f)Mempelajari keterampilan komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri.&lt;br /&gt;g)Membantu memahami budaya sebagai hal yang menghasilkan dan memelihara semesta wacana dan makna bagi para anggotanya&lt;br /&gt;h)Membantu memahami kontak antar budaya sebagai suatu cara memperoleh pandangan ke dalam budaya sendiri: asumsi-asumsi, nilai-nilai, kebebasan-kebebasan dan keterbatasan-keterbatasannya.&lt;br /&gt;i)Membantu memahami model-model, konsep-konsep dan aplikasi-aplikasi bidang komunikasi antar budaya.&lt;br /&gt;j)Membantu menyadari bahwa sistem-sistem nilai yang berbeda dapat dipelajari secara sistematis, dibandingkan, dan dipahami. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;F.Strategi Komunikasi Lintas Budaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Strategi komunikasi lintas budaya merupakan suatu strategi yang yang sangat penting dalam membangun sebuah organisasi, munculnya strategi komunikasi lintas budaya ini di dorong oleh faktor globalisasi yang semakin berkembang saat ini dan di dukung oleh keanekaragaman budaya yangterdapat dalam satu negara itu sendiri. Oleh sebab itu muncul-lah strategi komunikasi lintas budaya dimana dalam strategi ini terdapat cara untuk mengatasi perbedaan-perbedaan budaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semakin meningkatnya globalisasi dalam dunia bisnis, sebuah organisasi harus semakin jeli dan selektif dalam memilih strategi-strategi yang digunakan untuk mengatasi perbedaan budaya. Observasi dan evaluasi harus dilakukan se-efektif mungkin agar dapat menentukan dan membuat suatu strategi komunikasi lintas budaya yang efekti. Komparasi dengan teori-teori yang ada dapat mendukung suatu stretegi komunikasi lintas budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR REFERENSI&lt;br /&gt;Roudhonah. 2007. Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta Press.&lt;br /&gt;Liliweri, Alo. 2003. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKIS.&lt;br /&gt;Hardjana, Andre. 2000. System komunikasi Indonesia baru. Jakarta: BIKN.&lt;br /&gt;Http://sbektiistiyanto.files.wordpress.com/2008/02/klb-awal.ppt &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6883656105408410829?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6883656105408410829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya-adi-saepul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6883656105408410829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6883656105408410829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya-adi-saepul.html' title='KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6568403113619272974</id><published>2010-06-16T09:39:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T18:37:48.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Bilingualisme</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah bilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Dari istilahnya secara harfiah sudah dapat dipahami apa yang dimaksud dengan bilingualisme itu, yaitu berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Secara sosialinguistik secara umum, bilinguslisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962:12, Fishman 1975:73).&lt;br /&gt;Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1), dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).&lt;br /&gt;Orang yang dapat menggunakan kedua bahasa itu disebut orang yang bilingual (dalam bahasa Indonesia disebut juga dwibahasawan). Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas (dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasawanan). Selain istilah bilingualisme dengan segala jabarannya ada juga istilah multilingualisme (dalam bahasa Indonesia disebut juga keanekabahasaan) yakni keadaan digunakannya lebih dari dua bahasa oleh seseorang dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Istilah bilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Dari istilahnya secara harfiah sudah dapat dipahami apa yang dimaksud dengan bilingualisme itu, yaitu berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Secara sosialinguistik secara umum, bilinguslisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962:12, Fishman 1975:73).&lt;br /&gt;Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1), dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).&lt;br /&gt;Orang yang dapat menggunakan kedua bahasa itu disebut orang yang bilingual (dalam bahasa Indonesia disebut juga dwibahasawan). Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas (dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasawanan). Selain istilah bilingualisme dengan segala jabarannya ada juga istilah multilingualisme (dalam bahasa Indonesia disebut juga keanekabahasaan) yakni keadaan digunakannya lebih dari dua bahasa oleh seseorang dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian.&lt;br /&gt;B. Definisi Kedwibahasaan&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa secara harfiah kedwibahasaan adalah kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian. Dibawah ini adalah pendapat-pendapat atau definisi tantang kedwibahasaan oleh para pakar ahlinya. Menurut para pakar kedwibahasaan didefinisikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Robert Lado (1964-214)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan merupakan kemampuan berbicara dua bahasa dengan sama atau hampir sama baiknya. Secara teknis pendapat ini mengacu pada pengetahuan dua bahasa, bagaimana tingkatnya oleh seseorang.&lt;br /&gt;2. MacKey (1956:155)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan adalah pemakaian yang bergantian dari dua bahasa. Merumuskan kedwibahasaan sebagai kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih oleh seseorang (the alternative use of two or more languages by the same individual). Perluasan pendapat ini dikemukakan dengan adanya tingkatan kedwibahasaan dilihat dari segi penguasaan unsur gramatikal, leksikal, semantik, dan gaya yang tercermin dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.&lt;br /&gt;3. Hartman dan Stork (1972:27)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan adalah pemakain dua bahasa oleh seorang penutur atau masyarakat ujaran.&lt;br /&gt;4. Bloomfield (1958:56)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan merupakan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa yang sama baiknya oleh seorang penutur. Merumuskan kedwibahasaan sebagai penguasaan yang sama baiknya atas dua bahasa atau native like control of two languages. Penguasaan dua bahasa dengan kelancaran dan ketepatan yang sama seperti penutur asli sangatlah sulit diukur.&lt;br /&gt;5. Haugen (1968:10)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan adalah tahu dua bahasa. Jika diuraikan secara lebih umum maka pengertian kedwibahasaan adalah pemakaian dua bahasa secara bergantian baik secara produktif maupun reseftif oleh seorang individu atau oleh masyarakat. Mengemukakan kedwibahasaan dengan tahu dua bahasa (knowledge of two languages), cukup mengetahui dua bahasa secara pasif atau understanding without speaking.&lt;br /&gt;6. Oksaar&lt;br /&gt;Berpendapat bahwa kedwibahasaan bukan hanya milik individu, namun harus diperlakukan sebagai milik kelompok, sehingga memungkinkan adanya masyarakat dwibahasawan. Hal ini terlihat di Belgia menetapkan bahasa Belanda dan Perencis sebagai bahasa negara, Finlandia dengan bahasa Find dan bahasa Swedia. Di Montreal Kanada, bahasa Inggris dan Perancis dipakai secara bergantian oleh warganya, sehingga warga montreal dianggap sebagai masyarakat dwibahasawan murni.&lt;br /&gt;Jadi dapat diambil kesimpulan dari definisi-definisi diatas bahwa kedwibahasaan berhubungan erat dengan pemakaian dua bahasa atau lebih oleh seorang dwibahasawan atau masyarakat dwibahasawan secara bergantian. Pengertian kedwibahasaan adalah pemakaian dua bahasa secara bergantian baik secara produktif maupun reseftif oleh seorang individu atau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;C. Pembagian Kedwibahasaan&lt;br /&gt;Adapun beberapa jenis pembagian kedwibahasaan berdasarkan tipologi kedwibahasaan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kedwibahasaan Majemuk (compound bilingualism)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan yang menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa salah satu bahasa lebih baik dari pada kemampuan berbahasa bahasa yang lain. Kedwibahasaan ini didasarkan pada kaitan antara B1 dengan B2 yang dikuasai oleh dwibahasawan. Kedua bahasa dikuasai oleh dwibahasawan tetapi berdiri sendiri-dendiri.&lt;br /&gt;2. Kedwibahasaan Koordinatif / sejajar.&lt;br /&gt;Kedwibahasaan yang menunjukkan bahwa pemakaian dua bahasa sama-sama baik oleh seorang individu. Kedwibahasaan seimbang dikaitkan dengan taraf penguasaan B1 dan B2. Orang yang sama mahirnya dalam dua bahasa.&lt;br /&gt;3. Kedwibahasaan Sub-ordinatif (kompleks)&lt;br /&gt;Kedwibahasaan yang menunjukkan bahwa seorang individu pada saat memakai B1 sering memasukkan B2 atau sebaliknya. Kedwibahasaan ini dihubungkan dengan situasi yang dihadapi B1. Adalah sekelompok kecil yang dikelilingi dan didominasi oleh masyarakat suatu bahasa yang besar sehinga masyarakat kecil ini dimungkinkan dapat kehilangan B1-nya.&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat lain oleh pakar kedwibahasaan dalam tipologi kdwibahasaan diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Baeten Beardsmore (1985:22)&lt;br /&gt;Menambahkankan satu derajat lagi yaitu kedwibahasaan awal (inception bilingualism) yaitu kedwibahasan yang dimemiliki oleh seorang individu yang sedang dalam proses menguasai B2.&lt;br /&gt;2. Menurut Pohl (dalam Baetens Beardmore, 1985;5)&lt;br /&gt;Tipologi bahasa lebih didasarkan pada status bahasa yang ada didalam masyarakat, maka Pohl membagi kedwibahasaan menjadi tiga tipe yaitu:&lt;br /&gt;a. Kedwibahasaan Horisontal (horizontal bilingualism)&lt;br /&gt;Merupakan situasi pemakaian dua bahasa yang berbeda tetapi masing-masing bahasa memiliki status yang sejajar baik dalam situasi resmi, kebudayaan maupun dalam kehidupan keluarga dari kelompok pemakainya.&lt;br /&gt;b. Kedwibahasaan Vertikal (vertical bilinguism)&lt;br /&gt;Merupakan pemakaian dua bahasa apabila bahasa baku dan dialek, baik yang berhubungan ataupun terpisah, dimiliki oleh seorang penutur.&lt;br /&gt;c. Kedwibahasaan Diagonal (diagonal bilingualism)&lt;br /&gt;Merupakan pemakaian dua bahasa dialek atau tidak baku secara bersama-sama tetapi keduanya tidak memiliki hubungan secara genetik dengan bahasa baku yang dipakai oleh masyarakat itu.&lt;br /&gt;3. Menurut Arsenan (dalam Baerdsmore, 1985)&lt;br /&gt;Tipe kedwibahasaan pada kemampuan berbahasa, maka ia mengklasifikasikan kedwibahasaan menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;a. Kedwibahasaan produktif (productive bilingualism) atau kedwibahasaan aktif atau kedwibahasaan simetrik (symmetrical bilingualism) yaitu pemakaian dua bahasa oleh seorang individu terhadap seluruh aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis)&lt;br /&gt;b. Kedwibahasaan reseptif (reseptive bilingualism) atau kedwibahasaan pasif atau kedwibahasaan asimetrik (asymetrical bilingualism)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6568403113619272974?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6568403113619272974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-kebudayaan-nama-ahmad-sona.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6568403113619272974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6568403113619272974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-kebudayaan-nama-ahmad-sona.html' title='Bilingualisme'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-185342560091497004</id><published>2010-06-15T11:53:00.003+07:00</published><updated>2011-10-02T18:40:01.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Lingkup Teori Komunikasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi dapat berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka komunikasi akan berlangsung. Komunikasi berarti proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku (behavior).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lingkup Teori Komunikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Komunikasi Kelompok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi dalam kelompok merupakan bagian dari kegiatan sebagian orang. Sejak lahir, seorang sudah bergabung dengan kelompok primer, yaitu keluarga. Seiring dengan perkembangan usia dan intelektual seorang akan masuk dan terlibat dalam kelompok sekunder, yaitu sekolah, lembaga agama, tempat kerja. Kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melalui kelompok memungkinkan seorang dapat berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan dengan anggota kelompok lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Komunikasi Organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi merupakan tindakan untuk berbagi informasi. Tindakan komunikasi tersebut dalam beragam konteks, salah satunya dalam konteks organisasi. Dalam konteks organisasi, pemahaman–pemahaman mengenai peristiwa komunikasi yang terjadi didalamnya, contoh komunikasi antara karyawan dan atasan. Komunikasi merupakan aspek penting dalam suatu organisasi, baik organisasi profit maupun nonoprofit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;Teori Komunikasi KelompokTeori Komunikasi OrganisasiTeori Komunikasi Mass&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Marshall McLuhan menyatakan bahwa kita hidup pada suatu ‘desa global’. Pernyataan ini mengacu pada perkembangan media komunikasi modern yang telah memungkinkan jutaan orang didunia untuk dapat berhubungan dengan hampir setiap sudut dunia. Komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memproduksi dan menyebarkan pesan secara luas kepada publik. Fokus kajian dalam komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; adalah media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara teori, pada satu sisi konsep komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publuk secara luas. Namun pada sisi lain, komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audience.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Komunikasi Manusia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Model Lasswell&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang ahli ilmu politik Amerika Serikat, Harold Lasswell, dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering dikutip banyak orang yakni: Siapa (Who), berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan Lasswell meskipun sangat sederhana atau terlalu menyederhanakan suatu fenomena komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, namun sangat membantu mengorganisasikan dan memberikan struktur pada kajian terhadap komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selain dapat menggambarkan komponen-komponen dalam proses komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Lasswell sendiri menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk membedakan berbagai jenis penelitian komunikasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Stimulus Respon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori stimulus respons ini pada dasarnya merupakan suatu prinsip belajar yang sederhana, dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Dengan demikian, seseorang dapat menjelaskan suatu kaitan erat antara pesan-pesan media dan reaksi audience. Elemen-elemen utama dari teori ini adalah : pesan (stimulus), penerima atau receiver (organism), dan efek (respon).  Dalam masyarakat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dimana prinsip stimulus-respons mengasumsikan bahwa pesan informasi dipersiapkan oleh media dan didistribusikan secara sistematis dan dalam skala yang luas. Sehingga secara serempak pesan tersebut dapat diterima oleh sejumlah besar individu,  dan sejumlah individu itu akan merespons pesan informasi itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengacu pada Sedjaja, teori komunikasi dua tahap dan konsep pendapat memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Individu tidak terisolasi dari kehidupan social, tetapi merupakan anggota dari kelompok-kelompok sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Responds dan reaksi terhadap pesan dan media tidak terjadi secara langsung dan segera tetapi melalui perantara dan dipengaruhi oleh hubungan-hubungan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua proses yang berlansung, yang pertama mengenai penerimaan dan perhatian, dan yang kedua berkaitan dengan respons dalam bentuk persetujuan atau penolakan terhadap pentyampaian informasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Individu tidak bersikap sama terhadap pesan media, melainkan memiliki berbagai pesan yang berbeda dalam proses komunikasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Individu-individu yang  berperan lebih aktif ditandai oleh penggunaan media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara garis besar, menurut teori ini media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tidak bekerja dalam suatu situasi sosial yang pasif, tetapi memiliki suatu akses kedalam jaringan hubungan sosial yang sangat kompleks. Dan bersaing dengan sumber-sumber gagasan, pengetahuan, dan kekuasaan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Difusi Inovasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori difusi yang paling terkemuka dikemukakan oleh Everett Rogers dan para koleganya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Rogers&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menyajikan deksripsi yang menarik mengenai penyebaran dengan proses perubahan sosial, di mana terdiri dari penemuan, difusi. Perubahan seperti di atas dapat terjadi secara internal dari dalam kelompok atau secara eksternal melalui kontak dengan agen-agen perubahan dari dunia luar. Kontak mungkin terjadi secara spontan atau dari ketidaksengajaan, atau hasil dari rencana bagian dari agen-agen luar dalam waktu yang bervariasi, bisa pendek, namun seringkali memakan waktu lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam difusi inovasi ini, satu ide mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat tersebar. Teori ini berkaitan dengan teori &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, sasaran dalam pelaksanaannya adalah para petani dan anggota masyarakat pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Agenda Setting&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori ini diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw, asumsi dasar teori ini bahwa jika media member tekana pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi masyarakat atau khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi, apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting juga oleh masyarakat. Khalayak tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal lainnya melalui media &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, tetapi juga mempelajari seberapa arti penting diberikan pada suatu isu atau topic dari cara media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memberikan penekanan terhadap topik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Dependensi Efek Komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Malvin memfokuskan perhatiannya pada kondisi structural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya efek media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Teori ini pada dasarnya merupakan suayu pendekatan struktur social yang berangkat dari gagasan mengenai sifat suatu masyarakat modern, dimana media massa dapat dianggap sebagai system informasi yang memiliki peran penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tatanan masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas social.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran terpenting dari teori ini adalah bahwa dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bagi sumber informasi bai pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, apa yang terjadi dalam masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Spiral of Silence&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori ini menjelaskan bahwa jawaban dari pertanyaan terletak dalam suatu proses saling mempengaruhi antara komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, komunikasi antarpribadi, dan persepsi individu atas pendapatnya sendiri dalam hubunganya dengan pendapat orang lain dalam masyarakatnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hubungan yang signifikan antara persepsi dengan pendapat mayoritas, pengungkapan pendapat pribadi, kecenderungan dalam isi media, dan pendapat para jurnalis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Information Gaps&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Latar belakang pemikiran ini terbentuk oleh arus informasi yang terus meningkat, yang sebagian besar dilakukan oleh media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Secara teoritis peningkatan ini akan menguntungkan setiap orang dalam masyarakat karena setiap individu memiliki kemungkinan untuk mengetahui yang terjadi disekelilingnya. Namun, informasi sering kali menghasilkan efek negative, dimana peningkatan pengetahuan pada kelompok tertentu akan menjauh dan meninggalkan kelompok lainnya. Dalam hal seperti ini information gaps akan terjadi dan terus meningkat sehingga menimbulkan jarak antara kelompok social yang satu dengan yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Uses and Gratification&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pendekatan uses and gratification ditunjukan untuk menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dalam menjelaskan penggunaan media oleh individu atau agregasi individu. Pendekatan ini memberikan alternatif untuk memandang pada hubungan antara isi media dan audience. Katz menggambarkan logika yang mendasari pendekatan mengenai uses and gratifications ; Kondisi social psikologis seseorang akan menyebabkan adanya kebutuhan, yang menciptakan harapan-harapan terhadap media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau sumber-sumber lain, yang membawa kepada perbedaan pola penggunaan media yang akhirnya akan menghasilkan pemenuhan kebutuhan dan konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori Uses and Effects&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konsep uses (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media yang penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Penggunaan media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menjadi suatu proses yang lebih kompleks, dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Information Seeking&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Donohew dan Tipton menjelaskan tentang pencarian, penginderaan, dan pemrosesan informasi, disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi social tentang kesesuaian sikap. Salah satu asumsi utamanya adalah bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan image of realitynya karena informasi itu bias saja membahayakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konstruksi Sosial Media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Asal mula konstruksi social dari filsafat konstuktivisme, yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Konstruksi sosial atas realitas sosial dibangun secara simultan melalui tiga proses, yaitu eksternalisasi, objektivasi, internalisasi. Proses simultan ini terjadi antara individu satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bangunan realitas yang tercipta karena proses sosial tersebut adalah objektif, subjektif, dan simbolis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-185342560091497004?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/185342560091497004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-liza-umami-nim-108015000101.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/185342560091497004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/185342560091497004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-liza-umami-nim-108015000101.html' title='Lingkup Teori Komunikasi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3152783547402582123</id><published>2010-06-15T08:43:00.002+07:00</published><updated>2010-06-15T08:55:42.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Komunikasi dan Organisasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada devinisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu proses, bukan sebagai suatu hal. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Devinisi lain pula mengatakan bahwa komunikasi masnusia yang berhubungan dengan organisasi social yang ada di masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah suatu proses yang melalui individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai suatutujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan beberapa pengertian di atas kita dapat mengetahui bahwa komunikasi organisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yakni dimana komunikasi itu adalah suatu proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ikilim komunikasi organisasi merupakan hal yan perlu menjadi perhatian seseorang pemi mpin organisasi karena factor tersebut banyak sedikitnya ikut mempengaruhi kepada tingkah laku individunya. Untuk dapat menciptakan iklim komunikasi organisasi yang baik perlu memahami ked ua hal tersebut serta keadaan individu di sekelilingnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Iklim organisasi adalah kualitas yang relative abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh angota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dalam lingkungan. Payne dan Pugh mendevinisikan iklim organisasi sebagai suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan perasan anggota terhadap suatu system social. Kemudian menurut Hillrieger dan Solcum mengemukakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa iklim organisasi adalah suatu set atribut organisasi dan subsistemnya yang dapat dirasakan oleh anggota organisasi, yan mungkin disebabkan oleh cara-cara organisasi atau subsistem, terhadap anggota dan lingkungannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selanjutnya Denis mengemukakan iklim komunikasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dengan kejadian yang terjadi didalam organisasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jadi bahasa, komunikasi dan organisasi social sangat erat kaitannya. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi dan komunikasi dilakukan oleh masyarakat guna menyampaikan dan menerima informasi dalam suatu organisasi social. Komunikasi merupakan suatu cara yan g ditempuh suatu organisasi social unutk mengemukakan program kepada para partisipan organisasi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nama: Abdul Faiz&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nim: 108015000025&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3152783547402582123?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3152783547402582123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-dan-organisasi-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3152783547402582123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3152783547402582123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-dan-organisasi-sosial.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6527011880132709465</id><published>2010-06-14T18:02:00.007+07:00</published><updated>2010-06-19T07:45:51.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>semantik</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Nama : Nur Asiah&lt;br /&gt;Sem : IV C Pend. IPS&lt;br /&gt;Tugas : Bahasa dan kebudayaan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;A.Ruang Lingkup semantik&lt;br /&gt;semantik adalah sudi suatu pembeda bahasa dengan hubungan proses mental atau simbolism dalam aktivias bicara(Ency Brintanica,1965). Hubungan antara bahasa dan dan proses mental dapat dinyatakan dengan beberapa cara. ada yang menyatakan bahwa proses mental tiak perlu diplajari kana mmbingungkan adapula yang menyatakan harus diplajari secara terpisah, lpasdari seatik tapa menyinggung prosesmental. tanpa menyinggung hal trsebut kita dapa mengerti sesuau yang terjadi melaui bahasa.&lt;br /&gt;B.Pengertian semantik&lt;br /&gt;Semantik adalah ilmu tata makna, arti kata-kata dan bentuk linguistic, yang berfungsi sebagi simbol dan peran yang dimainkannya dalam hubungannya dengan kata-kata dan tindakan manusia. Semantik&lt;br /&gt;Semantik membahas bagaimana tanda berhubungan referennya atau apa yang diwakili suatu tanda titik semiotika menggunakan dua dunia, yaitu dunia benda dan dua tanda dan menjelasakan hubungan keduanya. Jika kita bertanya, “tanda itu mewakili apa?” maka kita berada di dunia semantik buku kamus, misalnya, merupakan referensi semantik, kamus mengatakan kepada kita apa arti suatu kata atau apa yang diwakili atau dipresentasi oleh suatu kata. Prinsip dasar dalam semeontika adalah bahwa reperentasi selalu diperantarai atau dimediasi oleh kesadaran interpretasi individu, dan setiap interpretasi atau makna dari suatu tanda akan berubah dari satu situasi ke situasi lainnya. Partanyaan selanjutnya adalah, “Apa makna dibawa suatu tanda terhadap pikiran seseorang yang berada pada situasi tertentu?” penelitian Martyana mengenai kata ganti sebagaimana yang dijelaskan diatas merupakan ruang lingkup semantik begitupula penjelasan Ogden dan Ricarchd mengenai segitiga makna diatas pada dasarnya adalah teori mengenai semantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Istilah makna&lt;br /&gt;Pengertian makna( sens-bahasa inggris) dibedakan dari arti (meaning bahsa inggris) didalam semantik. makna adalah pertautan yang ada diantara unsu-unsur bahasa iu sendiri (teruama kata-kata ). makna menurut Palmer (1976:204) menyebukan bahwa mengkaji atau memberikan makna suatu kata ialah memahami kajian kata tersebut yang berkenaan dengan hubungan-hubungan makna yang membua kata tersebut berbeda dari kata-kata lain. arti dalam hal ini menyangkut makna leksikal dari kata-kata itu sendiri yang cenderung terdapat didalam kamus, sebagai leksem.&lt;br /&gt;filosof dan linguis mencoba menjelaskan tiga hal yang berhubungan denga mana yakni:&lt;br /&gt;1) makna kata secara alamiah (makna inheren).&lt;br /&gt;2) mendeskripskan makna kalimat secara alamiah (makna kategori).&lt;br /&gt;3) menjelaskan proses komunikasi.&lt;br /&gt;D semantik dan lnguistik&lt;br /&gt;linguistik bahasa memiliki dua pemahaman di dalam bahasa Indonesia, sebagai terjemahan dari bahasa Iggris"linguistic" yakni:(1) ilmu bahasa dan (2) bahasa (sebagai objek ilmu bahasa (linguistik ). objek linguisik (ilmu bahsa adalah linguistik (bahasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Unsur Unsur semantik&lt;br /&gt;Tanda dan lambang (simbol)&lt;br /&gt;teoi tanda dkembangka leh perre paa abad ke-18 yang dipertegas dengan munculnya Buku The Meaning of Meaning, karangan Ogden &amp;amp; Richad pada tahun 1923. Dalam perkembangan teori tanda kemudian dikenal dengan semiotik, yang dibagi dalam tiga cabang, yakni:&lt;br /&gt;1) Semantik&lt;br /&gt;2) sintaksis&lt;br /&gt;3) pragmatik&lt;br /&gt;semantik berhubungan dengan tanda-tanda, sintakis berhubungan dengan asal-usul, pemakaian dan akibat pemakaian tanda-tanda didalam tigkah laku berbahasa.&lt;br /&gt;1) tanda yang ditimbulkan oleh alam&lt;br /&gt;2) tanda yang ditimbulkan oleh binatang&lt;br /&gt;3) tanda yang ditimbulkan oleh manusia&lt;br /&gt;4) tanda yang ditimbulkan oleh bunyi (suara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.CAKUPAN SEMANTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Belajar dan Pembelajaran&lt;br /&gt;Dari uraian di atas; kita dapat menyimpulkan bahwa makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda-benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Makna kata juga dapat dibentuk oleh konsepsi atau pembentukan konsepsi yang terjadi dalam pikiran pengguna bahasa. Proses pembentukannya berkait dengan pengetahuan atau persepsi penggunaan bahasa tersebut terhadap fenomena, benda atau peristiwa yang terjadi di luar bahasa. Dalam konteks ini, misalnya penggunaan bahasa akan tidak sama dalam menafsirkan makna kata demokrasi karena persepsi dan konsepsi mereka berbeda terhadap kata itu. Selain kedua konsepsi itu, makna kata juga dapat dibentuk oleh kaitan antara stimulus, kata dengan respons yang terjadi dalam suatu peristiwa ujaran.&lt;br /&gt;Beranjak dari ketiga konsepsi ini maka kajian semantik pada dasarnya sangat bergantung pada dua kecenderungan. Pertama, makna bahasa dipengaruhi oleh konteks di luar bahasa, benda, objek dan peristiwa yang ada di alam semesta. Kedua, kajian makna bahasa ditentukan oleh konteks bahasa, yakni oleh aturan kebahasaan suatu bahasa.&lt;br /&gt;Penamaan&lt;br /&gt;Uraian di atas menunjukkan bahwa beberapa konsep dasar dalam semantik penting untuk dipahami. Contoh, pengertian sense berbeda dari pengertian reference. Pertama, merujuk kepada hubungan antar kata dalam suatu sistem bahasa dilihat dari kaitan maknanya. Sedangkan yang kedua merujuk kepada hubungan antara kata dengan benda, objek atau peristiwa di luar bahasa dalam pembentukan makna kata.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan pengertian tentang kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian antik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tatabahasa dan unsur lain yang dapat dicakup dalam tata bahasa dalam bahasa Inggris, misalnya unsur waktu dapat digramatikakan yang terwujud dalam perbedaan bentuk kata kerja.&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya konsep-konsep itu, Anda sebagai pembelajar semantik hendaknya mencermati batasan dan penerapan konsep itu dalam kajian makna bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.SEMANTIK LEKSIKAL, HUBUNGAN MAKNA, MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA Semantik Leksikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna bahasa sebagaimana terungkap dalam uraian di atas dipengaruhi sekurang-kurangnya oleh hubungan antara bahasa dengan (1) objek atau (2) peristiwa di luar bahasa atau oleh hubungan di antara unsur bahasa dalam suatu sistem bahasa. Kajian makna bahasa yang lebih memusatkan pada peran unsur bahasa atau kata dalam kaitannya dengan kata lain dalam suatu bahasa lazim disebut sebagai semantik leksikal.&lt;br /&gt;Kajian makna dalam semantik leksikal lebih mendasarkan pada peran makna kata dan hubungan makna yang terjadi antarkata dalam suatu bahasa. Hubungan makna antar kata baik yang bersifat sintagmatik dan paradigmatik kerap digunakan untuk menjawab permasalahan makna kata. Kajian makna kata dalam konteks ini pada gilirannya tentu dapat menjawab permasalahan makna kalimat. Sebab sebagaimana kerap dikemukakan oleh ahli semantik bahwa makna kalimat bergantung pada makna kata yang tercakup dalam kalimat tempat kata itu terangkai. Peran kajian makna kata berdasarkan hubungan makna ini terasa penting mengingat tidak semua makna kata dapat dijelaskan oleh keterkaitannya dengan objek yang digambarkan oleh kata itu. Makna kata-kata yang bersifat abstrak, misalnya hanya mungkin dapat dijelaskan maknanya oleh hubungan makna antarkata dalam suatu bahasa.&lt;br /&gt;Medan Makna dan Komponen Makna&lt;br /&gt;Makna bahasa terutama makna kata dapat kita petakan menurut komponennya. Pandangan seperti ini, tampak dalam teori medan makna yang menyatakan bahwa kosakata dalam suatu bahasa terbentuk dalam kelompok-kelompok kata yang menunjuk kepada lingkup makna tertentu, misalnya perkakas dapur atau nama-nama warna. Dalam suatu medan makna, antara kata yang satu dengan kata lainnya menunjukkan hubungan makna yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 golongan. Pertama golongan kolokasi yang menggambarkan hubungan sintagmatik antara kata-kata yang terdapat dalam suatu bidang tertentu atau medan tertentu. Kedua golongan ‘set’ yang cenderung menggambarkan hubungan paradigmatik antarkata dalam suatu bidang tertentu.&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan hubungan antar kata dalam suatu bidang tertentu dapat diungkapkan melalui komponen makna yang tercakup dalam kata-kata dalam suatu bidang tertentu. Komponen makna menunjukkan bahwa setiap kata maknanya terbentuk dari beberapa unsur atau komponen. Misalnya, kata-kata yang menggambarkan kekerabatan, seperti ‘ayah’, “ibu’, ‘adik’. ‘kakak’ dapat kita lihat komponen maknanya dalam diagram berikut.&lt;br /&gt;Selain untuk menunjukkan hubungan makna antarkata, komponen makna juga berguna, antara lain untuk perumusan makna dalam kamus dan untuk menentukan apakah kalimat yang digunakan dapat diterima atau tidak secara semantik. Tentu saja untuk mengungkapkan komponen makna tersebut perlu dilakukan melalui analisis yang lazim dikenal sebagai analisis komponen makna. Analisis ini dalam kajian semantik leksikal tentu cukup menonjol mengingat manfaatnya yang cukup beragam dalam mengkaji makna kata dan hubungan makna antarkata dalam suatu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hubungan Semantik dengan Tataran Ilmu Sosial lain&lt;br /&gt;Berlainan dengan tataran analisis bahasa lain, semantik adalah cabang imu linguistik yang memiliki hubungan dengan Imu Sosial, seperti sosiologi dan antropologi. Bahkan juga dengan filsafat dan psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.Semantik dan Sosiologi&lt;br /&gt;Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai identitas kelompok penuturnya.&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;Penggunaan / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’, akan dapat menunjukkan&lt;br /&gt;identitas kelompok penuturnya.&lt;br /&gt;Kata ‘cewek’ identik dengan kelompok anak muda, sedangkan kata ‘wanita’ terkesan lebih sopan, dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semantik dan Antropologi.&lt;br /&gt;Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya&lt;br /&gt;. Contohnya :&lt;br /&gt;Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat&lt;br /&gt;mencerminkan budaya penuturnya.&lt;br /&gt;Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta.&lt;br /&gt;Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Analisis Semantik&lt;br /&gt;Dalam analisis semantik, bahasa bersifat unik dan memiliki hubungan yang erat dengan budaya masyarakat penuturnya. Maka, suatu hasil analisis pada suatu bahasa, tidak dapat digunakan untuk menganalisi bahasa lain.&lt;br /&gt;Contohnya penutur bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘rice’ pada bahasa Inggris&lt;br /&gt;yang mewakili nasi, beras, gabah dan padi.&lt;br /&gt;Kata ‘rice’ akan memiliki makna yang berbeda dalam masing-masing konteks yang&lt;br /&gt;berbeda. Dapat bermakna nasi, beras, gabah, atau padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja penutur bahasa Inggris hanya mengenal ‘rice’ untuk menyebut nasi, beras, gabah, dan padi. Itu dikarenakan mereka tidak memiliki budaya mengolah padi, gabah, beras dan nasi, seperti bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Kesulitan lain dalam menganalisis makna adalah adanya kenyataan bahwa tidak selalu penanda dan referent-nya memiliki hubungan satu lawan satu. Yang artinya, setiap tanda lingustik tidak selalu hanya memiliki satu makna.&lt;br /&gt;Adakalanya, satu tanda lingustik memiliki dua acuan atau lebih. Dan sebaliknya, dua&lt;br /&gt;tanda lingustik, dapat memiliki satu acuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;http://massofa.wordpress.com/2008/01/22/cakupan-semantik/&lt;br /&gt;M.A Morisan. 2009. Teori Komunikasi Organisasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.&lt;br /&gt;Chaer, Drs. Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta : PT Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6527011880132709465?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6527011880132709465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/semantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6527011880132709465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6527011880132709465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/semantik.html' title='semantik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3883901251900681443</id><published>2010-06-14T18:02:00.006+07:00</published><updated>2010-06-19T07:41:22.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Dialektika Peristiwa dan Makna</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Nama : Widya Astuti&lt;br /&gt;Jurusan : Pendidikan IPS/ IV.c&lt;br /&gt;NIM : 108015000073&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dialektika Peristiwa dan Makna &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani ‘sema’ (kata benda) yang berarti ‘tanda’ atau ‘lambang’. Kata kerjanya adalah‘semaino’ yang berarti ‘menandai’atau ‘melambangkan’. Yang dimaksud tanda atau lambang disini adalah tanda-tanda linguistik (Perancis : signé linguistique).&lt;br /&gt;Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semantik dan selalu melekat dari apa saja yang kita tuturkan. Pengertian dari makna sendiri sangatlah beragam. Mansoer Pateda (2001:79) mengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (dalam Mansoer Pateda, 2001:82) mengemukakan bahwa makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian. Dalam hal ini Ferdinand de Saussure ( dalam Abdul Chaer, 1994:286) mengungkapkan pengertian makna sebagai pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada suatu tanda linguistik.(http//susilo.adi.setyawan.student.fkip.uns.ac.id). Keterkaitan aspek-aspek makna dalam semantik dengan jenis-jenis makna dalam semantik&lt;br /&gt;• Makna Emotif, menurut Sipley (dalam Mansoer Pateda, 2001:101) adalah makna yang timbul akibat adanya reaksi pembicara atau sikap pembicara mengenai atau terhadap sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan.&lt;br /&gt;• Makna Konotatif, Makna konotatif berbeda dengan makna emotif karena makna konotatif cenderung bersifat negatif, sedangkan makna emotif adalah makna yang bersifat positif (Fathimah Djajasudarma, 1999:9). Makna konotatif muncul sebagai akibat asosiasi perasaan kita terhadap apa yang diucapkan atau didengar.&lt;br /&gt;• Makna Kognitif, Makna kognitif adalah makna yang ditunjukkan oleh acuannya, makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia luar bahasa, objek atau gagasan, dan dapat dijelaskan berdasarkan analisis komponenya (Mansoer Pateda, 2001:109).&lt;br /&gt;• Makna Referensial, adalah hubungan antara unsur-unsur linguistik berupa kata-kata, kalimat-kalimat dan dunia pengalaman nonlinguistik. Referen atau acuan dapat diartikan berupa benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalah sesuatu yangditunjuk oleh suatu lambang. Makna referensial mengisyaratkan tentang makna yamg langsung menunjuk pada sesuatu, baik benda, gejala, kenyataan, peristiwa maupun proses.&lt;br /&gt;• Makna Piktorikal, adalah makna yamg muncul akibat bayangan pendengar ataupembaca terhadap kata yang didengar atau dibaca. Makna piktorikal menghadapkan manusia dengan kenyataan terhadap perasaan yang timbul karena pemahaman tentang makna kata yang diujarkan atau ditulis&lt;br /&gt;Ujaran dan Pengujar&lt;br /&gt;Dalam proses pengujaran, suatu ujaran memiliki keterkaitan baik dalam wujud ataupun maknanya dengan ujaran yang lain. Intertekstualitas dapat dicontohkan dengan adanya keterkaitan yang tejalin antara pengetahuan pembaca mengenai kasus suap yang menimpa beberapa anggota DPR-RI dengan berita penggeledahan beberapa ruang di gedung DPR-RI oleh KPK.&lt;br /&gt;Dalam intertekstualitas, pengetahuan terdahulu membantu pemahaman mengenai teks yang dating setelahnya, tidak mungkin sebaliknya. Pengetahuan yang ada terlebih dahulu tersebut adalah skemata yang digunakan untuk memahami teks. (wordpress.com)&lt;br /&gt;Tindak tutur adalah ujaran yang mengekspresikan maksud. Ciri penting tindak tutur adalah penerima tuturan mengerti maksud pengujar. Searle mengelompokkan tindak tutur menjadi empat, yaitu:&lt;br /&gt;1. tindak ujar (utterance act),&lt;br /&gt;2. tindak proposisional (propositional act) atau lokusi,&lt;br /&gt;3. tindak lokusioner,&lt;br /&gt;4. tindak perlokusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3883901251900681443?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3883901251900681443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dialektika-peristiwa-dan-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3883901251900681443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3883901251900681443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dialektika-peristiwa-dan-makna.html' title='Dialektika Peristiwa dan Makna'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-84802303075283664</id><published>2010-06-14T18:02:00.005+07:00</published><updated>2010-06-19T07:39:08.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Teori Komunikasi dan Teori Realitas Sosial dan Bahasa</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Nama : Fitroh Robiah&lt;br /&gt;Kelas : IV B Pendidikan IPS&lt;br /&gt;NIM : 108015000056&lt;br /&gt;Judul : &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;Teori Komunikasi dan Teori Realitas Sosial dan Bahasa &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Komunikasi&lt;br /&gt;Teori komunikasi timbul karena manusia itu memelukan bantuan orang lain atau berhubungan dengan orang lain dalam segala aktivitasnya. Agar sesuatu yang diinginkan oleh seseorang itu dapat terwujud, maka manusia memerluakn suatu komuniksi. Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Komunikasi yang baik itu adalah komunikasi yang bersifat timbal balik, yakni komunikasi yang menghasilkan respon dari apa yang telah disampaikan. Respon itu dapat berupa perkataan, sikap, pendapat, atau perilaku. Dari sinilah timbulnya teori-teori komunikasi.&lt;br /&gt;Dilihat dari lingkupnya, teori komunikasi itu terbagi menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;a) Teori komunikasi kelompok, komunikasi dalam kelompok merupakan bagian dari kegiatan sebagian orang. Sejak lahir, seorang sudah bergabung dengan kelompok primer, yaitu keluarga. Dimana di dalam keluarga itu terjadi komunikasi antara orang tua dan anak, kakak dan adik yang hanya terjadi di dalam anggota keluarga saja. Seiring dengan perkembangan usia dan intelektual seorang akan masuk terlibat dalam kelompok sekunder, yaitu sekolah, lembaga agama, tempat kerja, dan lain sebagainya yang merupakan lembaga yang berada di luar rumah. Melalui kelompok ini memungkinkan orang dapat berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan dengan anggota kelompok lain.&lt;br /&gt;b) Teori komunikasi organisasi, komunikasi merupakan tindakan untuk berbagi informasi. Tindakan komunikasi tersebut dalam berbagai konteks, salah satu dalam konteks organisasi. Dalam konteks organisasi, pemahaman-pemahaman mengenai peristiwa komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi dalam lingkup organisasi sangat diperlukan, karena suatu organisasi tidak akan berjalan dengan semestinya tanpa adanya komunikasi yang baik. Misalnya seperti seorang atasan yang ingin menjalankan suatu program, seorang atasan tersebut tidak akan bisa menjalankan programnya tanpa adanya bawahan untuk membantunya. Agar program yang dijalankannya itu dapat dimengerti oleh bawahan, maka atasan tersebut harus berkomunikasi dengan bawahannya, supya apa yang dimaksudkan oleh atasan tersebut dapat dijalannkan bawahannya dengan baik.&lt;br /&gt;c) Teori komunikasi massa, Marshall Mcluhan menyatakan bahwa kita hidup pada suatu ‘desa global’. Pernyataan ini menyacu pada perkembangan media komunikasi modern yang telah memungkinkan jutaan orang di dunia untuk dapat berhubungan dengan hampir setiap sudut dunia. Komunikasi massa mengandung pengertian sebagai suatu proses dimana institusi media massa memproduksi dan menyebarkan pesan secara luas kepada public. Focus kajian dalam komunikasi massa adalah media masa seperti televise, radio, dan internet.&lt;br /&gt;Teori-Teori Komunikasi Interpretatif dan Kritis&lt;br /&gt;a) Teori komunikasi interpretative, merupakan suatu teori komunikasi yang menggunakan symbol-simbol sosial dan budaya. Teori ini terjadi karena kemajuan visualisasi media informasi dalam berkomunikasi. Teori ini berkembang sangat pesat dalam bidang komunikasi karena perkembangan media komunikasi yang begitu pesat terutama media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;b) Teori komunilasi kritis, wacana ilmu sosoal kritis pada dasarnya memiliki implikasi ekonomi dan politik tetapi banyak diantaranya berkaitan dengan komunikasi dan interaksi sosial dalam masyarakat. Maka lahirlah berbagai teori kritis baru dalam komunikasi, seperti: sosiologi komunikasi, komunikasi antar budaya, hukum komunikasi, hokum media. Ilmu sosial kritis mempunyai tiga asumsi dasar, diantaranya: semuanya menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sosial interpretative, pendekatan ini mengkaji kondisi-kondisi sosial untuk mengungkap struktur-struktur yang sering kali tersembunyi, teori ini menggabungkan teori dan tindakan.&lt;br /&gt;Teori Efek Komunikasi&lt;br /&gt;a) Teori komunikasi dua tahap dan pengaruh antar pribadi, teori ini berawal dari hasil penelitian Paul Lazarsefeld, teori komunikasi ini memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut: individu tidak terisolasi dari kehidupan sosial, respon terhadap pesan tidak terjadi secara langsung, adanya proses penerimaan dan respon, individu berperan aktif. Secara garis besar menurut teori ini media massa tidak bekerja dalam situasi sosial yang pasif dan mampu bersaing dengan sumber-sumber pengetahuan dan gagasan.&lt;br /&gt;b) Teori pengharapan nilai, dalam kerangka pemikiran teori ini, kepuasan berasal dari media ditentukan oleh sikap individu terhadap media, kepercayaan, tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada individu dan evaluasi seorang individu tentang bahan.&lt;br /&gt;c) Teori ketergantungan, teori ini memprediksikan bahwa khalayak tergantung kepada informasi yang berasal dari media massa dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayak bersangkutan serta mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa. Pemikiran terpenting dari teori ini adalah khalayak atau audiens.&lt;br /&gt;d) Teori agenda setting, asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menanggapinya penting. Jadi apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat.&lt;br /&gt;e) Teori uses and gratification (kegunaan dan kepuasan), teori ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif ubtuk memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, media yang paling baik di dalam usaha adalah media yang paling banyak memenuhi kebutuhannya. Artinya pengguna media mempunyai pilihan alternative untuk memuaskan kebutuhannya.&lt;br /&gt;Teori Realitas Sosial dan Budaya&lt;br /&gt;Realitas merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Namun demikian kebenaran realitas bersifat nisbi, yang berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial. Ritzer mengatakan bahwa, pandangan yang menyatakan individu adalah manusia bebas dalam hubungan antar individu dengan masyarakat merupakan pandangan beraliran liberal-ekstrim.&lt;br /&gt;Dalam pandangan paradigma sosial, devinisi realitas sosial adalah hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial disekelilingnya. Sedangkan Max Weber melihat realitas sosial sebagai perilaku sosial yang memiliki makna subjektif, karena itu perilaku memiliki tujuan dan motivasi. Pandangan teori Max Weber dibantah oleh Karl Marx bahwa kehidupan sosial budaya diperoleh dari pertentangan antar dua kelas yang berbeda, yaitu kelas borjuis dan proletar. Pada kenyataannya realitas sosial tidak berdiri sendiri tanpa kehadiran individu.&lt;br /&gt;Beger dan Luckmann memulai penjelasan tentang realitas dengan memisahkan pemahaman “kenyataan” dan “pengetahuan”. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat di dalam realitas-realitas, yang diakui memiliki keberadaan yang tidak tergantung pada kehendak sendiri. Sedangkan pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian-kepastian bahwa realitas itu benar-benar nyata. Realitas sosial yang dimaksud oleh Berger dan Luckmann terdiri dari realitas objektif, realitas subjektif dan realitas simbolis. Mereka juga menjelaskan dialetika antara diri dengan dunia internalisasi. Tiga momen ini memunculkan suatu proses konstruksi sosial yang dilihat dari segi mulanya, yaitu buatan manusia. Hal terpenting dalam objektivasi adalah pembuatan signifikasi, yakni pembuatan tanda-tanda oleh manusia. Mereka menyatakan bahwa sebuah tanda dapat dibedakan dari objektivasi lainnya karena tujuannya digunakan sebagai isyarat atau indeks bagi pemakna subjektif.&lt;br /&gt;Menurut Berger dan Luckmann bahasa memegang peran penting dalam objektivikasi terhadap tanda-tanda. Bahasa merupakan alat simbolis untuk melakukan signifikasi, yang mana logika ditambahkan secara mendasar kepada dunia sosial yang diobjektivikasi. Objektivikasi linguistic terjadi dalam dua hal, yaitu: dimulai dari pemberian dan tanda verbal. Bahasa ini merupakan hasil yang nyata dalam kehidupan manusia, oleh karena itu bahasa merupakan bagian dari realitas sosial. Karena bahasa itu selalu ada dalam&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-84802303075283664?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/84802303075283664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/teori-komunikasi-dan-teori-realitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/84802303075283664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/84802303075283664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/teori-komunikasi-dan-teori-realitas.html' title='Teori Komunikasi dan Teori Realitas Sosial dan Bahasa'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3012961915636496294</id><published>2010-06-14T18:02:00.004+07:00</published><updated>2011-10-02T18:41:12.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Komunikasi Lintas (Antar) Budaya</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Lintas (Antar) Budaya &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Tema pokok yang sangat membedakan studi komunikasi antar budaya dari studi komunikasi lainnya ialah derajat perbedaan, latarbelakang, pengalaman yang relatif besar antara para komunikator, yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan kebudayaan. Sebagai asumsi dasar adalah bahwa di antara individu-individu dengan kebudayaan yang sama umumnya terdapat kesamaan (homogenitas) yang lebih besar dalam hal latar belakang pengalaman secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang berasal dari kebudayaan berlainan.&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan kebudayaan antara para pelaku komunikasi ini serta perbedaan lainnya, spserti kepribadian individu, umur, penampilan fisik, menjadi permasalahan inheren dalam proses komunikasi manusia. Dengan sifatnya yang demikian, komunikasi antar budaya dianggap sebagai perluasan dari bidang-bidang studi komunikasi manusia, seperti komunikasi antarpribadi, komunikasi organisasi dan komunikasi massa.&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa perlunya komunikasi antar budaya, antara lain: a) membuka diri memperluas pergaulan; b) meningkatkan kesadaran diri; c) etika/etis; d) mendorong perdamaian dan meredam konflik; Komunikasi antar budaya menurut Samovar dan Porter merupakan komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaannya, misalnya suku bangsa, etnik, dan ras, atau kelas sosial. Komunikasi antar budaya ini dapat dilakukan dengan negosiasi, pertukaran simbol, sebagai pembimbing perilaku budaya, untuk menujukkan fungsi sebuah kelompok. Dengan pemahaman mengenai komunikasi antar budaya dan bagaimana komunikasi dapat dilakukan, maka kita dapat melihat bagaimana komunikasi dapat mewujudkan perdamaian dan meredam konflik di tengah-tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang intens kita dapat memahami akar permasalahan sebuah konflik, membatasi dan mengurangi kesalahpahaman, komunikasi dapat mengurangi eskalasi konflik sosial. Menurut Charles E Snare bahwa usaha meredam konflik dan mendorong terciptanya perdamaian tergantung bagaimana cara kita mendefinisikan situasi orang lain agar kita dapat mencapai perdamaian dan kerjasama.Jadi jelas dengan mempelajari komunikasi antar budaya berarti kita mempelajari (termasuk membanding) kebiasaan-kebiasaan setiap etnis, adat, agama, geografis dan kelas sosial di masyarakat kita. Dengan pemahaman tersebut kita mengkomunikasikan perbedaan-perbedaan tersebut dengan komunikasi antar budaya, guna menyelesaikan konflik melalui dialog yang baik antara lain dengan identifikasi perspektif budaya.&lt;br /&gt;HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA&lt;br /&gt;1. ETNOSENTRISME&lt;br /&gt;Etnosentrisme didefinisikan sebagai kepercayaan pada superioritas inheren kelompok atau budayanya sendiri; etnosentrisme mungkin disertai rasa jijik pada orang-orang lain yang tidak sekelompok; etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang lain yang tidak sekelompok dan dianggap asing; etnosentrisme memandang dan mengukur budaya-budaya asing dengan budayanya sendiri. (Mulyana:2000;70)&lt;br /&gt;Jelas sekali bahwa dengan kita bersikap etnosentrisme kita tidak dapat memandang perbedaan budaya itu sebagai keunikan dari masing-masing budaya yang patut kita hargai. Dengan memandang budaya kita sendiri lebih unggul dan budaya lainnya yang asing sebagai budaya ’yang salah’, maka komunikasi lintas budaya yang efektif hanyalah angan-angan karena kita akan cenderung lebih mebatasi komunikasi yang kita lakukan dan sebisa mungkin tidak terlibat dengan budaya asing yang berbeda atau bertentangan dengan budaya kita. Masing-masing budaya akan saling merendahkan yang lain dan membenarkan budaya diri sendiri, saling menolak, sehingga sangat potensial muncul konflik di antaranya. Contoh konflik yang sudah terjadi misalnya suku dayak dan suku madura yang sejak dulu terus terjadi. Kedua suku pedalaman itu masing-masing tidak mau saling menerima dan menghormati kebudayaan satu sama lain. Adanya anggapan bahwa budaya sendiri lah yang paling benar sementra yang lainnya salah dan tidak bermutu tidak hanya berwujud konfik namun sudah berbentuk pertikaian yang mengganas, keduanya sudah saling mmbunuh atar anggota budaya yang lain. Contoh lainnya, orang Indonesia cenderung menilai budaya barat sebagai budaya yang ’vulgar’ dan tidak tahu sopan santun. Budaya asli-budaya timur dinilai sebagai budaya yang paling unggul dan paling baik sehingga masyrakat kita cenderung membatasi pergaulan dengan orang barat. Orang takut jika terlalu banyak komunikasinya maka budaya asli akan tercemar—budaya barat sebagai polusi pencemar.&lt;br /&gt;2. RASIALISME&lt;br /&gt;Rasialisme adalah suatu penekanan pada ras atau menitikberatkan pertimbangan rasial. Kadang istilah ini merujuk pada suatu kepercayaan adanya dan pentingnya kategori rasial. Dalam ideologi separatis rasial, istilah ini digunakan untuk menekankan perbedaan sosial dan budaya antar ras. Walaupun istilah ini kadang digunakan sebagai kontras dari rasisme, istilah ini dapat juga digunakan sebagai sinonim rasisme. Jika istilah rasisme umumnya merujuk pada sifat individu dan diskriminasi institusional, rasialisme biasanya merujuk pada suatu gerakan sosial atau politik yang mendukung teori rasisme. Pendukung rasialisme menyatakan bahwa rasisme melambangkan supremasi rasial dan karenanya memiliki maksud buruk, sedangkan rasialisme menunjukkan suatu ketertarikan kuat pada isu-isu ras tanpa konotasi-konotasi tersebut. Para rasialis menyatakan bahwa fokus mereka adalah pada kebanggaan ras,&lt;br /&gt;Rasialisme di sini menjadi sangat berbahaya karena selain menghambat keefektifan komunikasi antar budaya—antar ras yang berbeda, rasialisme dapat menjadi pemicu pertikaian antar ras, di mana konflik yang terjadi akan sulit sekali untuk didamaikan dan berlangsung lama. Contoh konflik akibat rasialisme yang pernah terjadi dan terkenal di Indonesia adalah konflik- rasialisme anti-Tionghoa, di mana di Indonesia pernah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap ras Tionghoa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Butuh perjuangan yang panjang agar ras Tionghoa diterima dan diakui-dihargai keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3012961915636496294?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3012961915636496294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-antar-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3012961915636496294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3012961915636496294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-antar-budaya.html' title='Komunikasi Lintas (Antar) Budaya'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3215165855036928772</id><published>2010-06-14T18:02:00.003+07:00</published><updated>2011-10-02T18:49:47.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>MASYARAKAT BAHASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASYARAKAT BAHASA &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat bahasa adalah sekelompol orang yang merasa ataui menganggap mereka memakai bahasa yang sama. Frasa” merasa atau menganggap diri “merupakan anggapan masyarakat mengenai bahasa yang berbeda mengenai konsep linguistic.contohmya bahasa Dairi dan Pakpak yang terdapat di Sumatra Utara, secara linguistic merupakan satu bahasa yang sama: tata bahasa dam leksikonya sama. Tetapi masyarakat disana menganggapnya sebagai dua bahasa yang berbeda . sedangkan kita sebagai orang-orang Indonesia menganggap bahwa kita memakai bahasa yang sama,yakni bahasa Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti contoh di atas terjadi juga diluar Indonesia yakni Denmark,bahasa Swedia,dan bahasa Norwegia di Skandinavia, secara linguistis merupakan bahasa yang sama. Orang-orang disana mudah berkomunikasi tanpa mengalami kesulitan bahasa,tetapi mereka menganggapnya tiga bahasa yang berbeda:mereka membentuk tiga masyarakat bahasa,sebaliknya orang Amerika,Australia,dan Inggris membentuk masyarakat bahasa yang sama, yakni bahasa Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sifat bahasa yang hidup yang dipakai oleh para anggota masyarakat bahasa sebagai alat komunikasi antara mereka –bahwa seperti yang telah diketahui bahwa bahasa mempunyai variasi variasi ,variasi bahasa ini dapat dibedakan menurut pemakainya dan menurut pemakainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sosiolinguistuk Dell Hymestidak membedakan secara eksplisit antara bahasa sebagai system dan tutur sebagai keterampilan.keduanya disebut sebagai kemampuan komunikatif ( communicative competence ). Kemampuan komunikatif meliputi kemampuan bahasa yang dimiliki oleh penutur besertaketerampilan mengungkapkan bahasa tersebut sesuai dengan fungsi dan situasi serta norma pemakainnya dalam konteks sosialnya.&lt;br /&gt;Kemampuan komunikatif yang dimiliki individu maupun kelompok disebut verbal repertoire . jadi verbal repertoire dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu verbal repertoire yang individu dan yang dimiliki masyarakat. Jika suatu masyarakat memiliki verbal repertoire yang relative sama dan memiliki penilaian yang sama terhadap pemakaian bahasa yang digunakan dalam masyarakat disebut masyarakat bahasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan verbal repertoire yang dimiliki oleh masyarakat,masyarakat bahasa dibedakan menjadi tiga,yaitu :&lt;br /&gt;1. Masyarakat Monolingual ( satu bahasa )&lt;br /&gt;2. Masyarakat Bilingual ( dua bahasa)&lt;br /&gt;3. Masyarakat Multilingual ( lebuh dari dua bahasa )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3215165855036928772?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3215165855036928772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/masyarakat-bahasa_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3215165855036928772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3215165855036928772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/masyarakat-bahasa_14.html' title='MASYARAKAT BAHASA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4028436431376398338</id><published>2010-06-14T17:41:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T18:50:33.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Interaksi Simbolik</title><content type='html'>Interaksi Simbolik&lt;br /&gt;George Herbert Mead dikenal sebagai pencetus awal Teori Interaksi Simbolik, sangat mengagumi kemampuan manusia untuk menggunakan simbol; dia menyatakan bahwa orang bertindak berdasarkan makna simbol yang muncul di dalam situasi tertentu. Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interaction Theory- SI) menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi. Mereka menamainya “Mind, Self, and Society” (pikiran, diri dan masyarakat) dan buku tersebut berisi dasar dari Teori Interaksi Simbolik. Menariknya, nama “interaksi simbolik” bukan merupakan ciptaan Mead. Salah satu muridnya, Herbert Blumer, adalah pencetus istilah ini, tetapi jelas sekali bahwa pekerjaan Mead-lah yang mendorong munculnya pergerakan teoritis ini.&lt;br /&gt;Pikiran&lt;br /&gt;Mead mendefinisikan pikiran (mind) sebagai kemampuan untuk menggunakan symbol yang mempunyai makna sosial yang sama, dan Mead percaya bahwa manusia harus mengembangkan pikiran melalui interaksi dengan orang lain.&lt;br /&gt;Menurut mead, salah satu dari aktivitas penting yang diselesaikan orang melalui pemikiran adalah pengambilan peran, atau kemampuan untuk secara simbolik menempatkan dirinya sendiri dalam diri khayalan orang lain. Proses ini disebut pengambilan peran karena kondisi ini mensyaratkan bahwa seseorang menghentikan persepektifnya sendiri terhadap sebuah pengalaman dan sebaliknya membanyangkannya dari perspektif orang lain.&lt;br /&gt;Diri&lt;br /&gt;Mead mendefinisikan diri (self) sebagai kemapuan untuk merefleksikan diri kita sendiri dari perspektif orang lain. Bagi Mead, diri berkembang dari sebuah jenis pengambilan peran yang khusus maksudnya, membayangkan bagaimana kita dilihat oleh orang lain. Meminjam konsep yang berasal dari seorang sosiolog Charles Cooley, Mead menyebutkan hal tersebut sebagai cermin diri, atau kemampuan untuk melihat diri kita sendiri dalam pantulan dari pandangan orang lain. Cooley menyakini tiga prinsip pengembangan yang dihubungkan dengan cermin diri:&lt;br /&gt;Kita membayangkan bagaimana kita terlihat di mata orang lain&lt;br /&gt;Kita membayangkan penilaian mereka mengenai penampilan kita&lt;br /&gt;Kita merasa tersakiti atau bangga berdasarkan perasaan pribadi ini.&lt;br /&gt;Ketika Mead berteori mengenai diri, ia mengamati bahwa melalui bahasa orang mempunyai kemampuan untuk menjadi subjek dan objek bagi dirinya sendiri. Sebbagai subjek, kita bertindak, dan sebagai objek kita mengamati diri kita sendiri. Mead menyebut subjek, atau diri yang bertindak sebagai I dan objek, atau diri yang mengamati adalah Me.&lt;br /&gt;Masyarakat&lt;br /&gt;Mead beragumen bahwa interaksi mengambil tempat di mana sebuah struktur sosial yang dinamis budaya, masyarakat dan sebagainya. Individu-individu lahir ke dalam konteks sosial yang sudah ada. Mead mendefinisikan masyarakat (Society) sebagai jejaring hubungan sosial yang diciptakan manusia. Individu-individu terlibat di dalam masyarakat melalui perilaku yang mereka pilih secara aktif dan sukarela. Jadi masyarakat menggambarkan keterhubungan beberapa perangkat perilaku yang terus disesuaikan oleh individu-individu. Masyarakat adan sebelum individu tetapi juga diciptakan dan dibentuk oleh individu, dengan melakukan tindakan sejalan dengan orang lainnya.&lt;br /&gt;Mead berbicara mengenai dua bagian penting masyarakat yang mempengaruhi pikiran dan diri:&lt;br /&gt;Orang lain secara khusus, merujuk pada individu-individu dalam masyarakat yang signifikan bagi kita.&lt;br /&gt;Orang lain secara umum, merujuk pada cara pandang dari sebuah kelompok sosial atau budaya sebagai suatu keseluruhan.&lt;br /&gt;Tema dan Asumsi Teori Interaksi Simbolik&lt;br /&gt;Interaksi simbolik didasarkan pada ide-ide mengenai diri dan hubungannya dengan masyarakat. Karena ide ini dapat diinterpretasikan secara luas. Ralph LaRossa dan Donald C.Reitzes telah mempelajari Teori Interaksi Simbolik yang berhubungan dengan kajian mengenai keluarga. Mereka mengatakan bahwa tujuh asumsi mendasar SI dan bahwa asumsi-asumsi ini memperlihatkan tiga tema besar:&lt;br /&gt;Pentingnya Makna bagi Perilaku Manusia&lt;br /&gt;Tujuan dari interaksi menurut SI adalah untuk menciptakan makna yang sama. Hal ini penting karena tanpa makna yang sama berkomunikasi akan menjadi sangat sulit, atau bahkan tidak mungkin. Menurut LaRossa dan Reitzes, tema ini mendukung tiga asumsi SI yang diambil dari karya Herbert Blumer, sebagai berikut:&lt;br /&gt;Manusia Bertindak terhadap Manusia Lainnya Berdasarkan Makna yang Diberikan Orang Lain kepada Mereka&lt;br /&gt;Asumsi ini menjelaskan perilaku sebagai suatu rangkaian pemikiran dan perilaku yang dilakukan secara sadar antara rangsangan dan respons orang berkaitan dengan rangsangan tersebut. Makna yang kita berikan pada symbol merupakan produk dari interaksi sosial dan menggambarkan kesepakatan kita untuk menerapkan makna tertentu pada symbol tertentu pula.&lt;br /&gt;Makna Diciptakan dalam Interaksi Antarmanusia&lt;br /&gt;Blumer menjelaskan bahwa terdapat tiga cara untuk menjelaskan asal sebuah makna:&lt;br /&gt;Bahwa makna adalah sesuatu yang bersifat intrinsik dari suatu benda&lt;br /&gt;Melihat makna itu “dibawa kepada benda oleh seseorang bagi siapa benda itu bermakna&lt;br /&gt;Melihat makna sebagai sesuatu yang terjadi di antara orang-orang.&lt;br /&gt;Makna Dimodifikasi melalui Proses Interpretif&lt;br /&gt;Blumer menyatakan bahwa proses interpretif ini memiliki dua langkah:&lt;br /&gt;Para pelaku menentukan benda-benda yang mempunyai makna&lt;br /&gt;Si pelaku untuk memilih, mengecek, dan melakukan transformasi makna didalam konteks di mana mereka berada.&lt;br /&gt;Pentingnya Konsep Diri&lt;br /&gt;SI berfokus pada pentingnya Konsep Diri (self-concept), atau seperangkat persepsi yang relative stabil yang dipercaya orang mengenai dirinya sendiri. Tema ini memiliki dua asumsi tambahan, menurut LARossa dan Reitzes:&lt;br /&gt;Individu mengembangkan Konsep Diri melalui interaksi dengan Orang Lain&lt;br /&gt;Asumsi ini menyatakan bahwa kita membangun perasaan akan diri (sense of self) tidak selamanya melalui kontak dengan orang lain. Orang-orang tidak lahir dengan konsep diri; mereka belajar tentang diri mereka melalui interaksi.&lt;br /&gt;Konsep Diri Memberikan Motif Penting untuk Perilaku&lt;br /&gt;Mead berpendapat bahwa karena manusia memiliki diri, merreka memilih mekanisme untuk berinteraksi dengan ddirinya sendiri. Mekanisme ini digunakan untuk menuntun perilaku dan sikap. Penting juga untuk diingat bahwa Mead melihat diri sebagai sebuah proses, bukan struktur.&lt;br /&gt;Hubungan antara Individu dan Masyarakat&lt;br /&gt;Asumsi-asumsi yang berkaitan dengan tema ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Orang dan Kelompok Dipengaruhi oleh Proses Sosial dan Budaya&lt;br /&gt;asumsi ini mengakui bahwa norma-norma sosial membatasi perilaku individu.&lt;br /&gt;Struktur Sosial Dihasilkan melalui Interaksi Sosial&lt;br /&gt;SI mempertanyakan pandangan bahwa struktur sosial tidak berubah serta mengakui bahwa individu dapat memodifikasi situasi sosial. Dengan kata lain, teoritikus SI percaya bahwa manusia adalah pembuat pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4028436431376398338?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4028436431376398338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-norma-damayanti-nim-108015000090.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4028436431376398338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4028436431376398338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-norma-damayanti-nim-108015000090.html' title='Interaksi Simbolik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1056353246370993971</id><published>2010-06-14T17:34:00.007+07:00</published><updated>2011-10-02T18:51:00.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>konsep joint action</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3333ff;"&gt;konsep joint action di mana di sini aksi kolektif yang lahir ats perbuatan-perbuatan masing-masing individu yang disesuaikan satu sama lain. menurut soeprapto (2001), hanya sedkit ahli yang menilai bahwa ada yang slah dalam dasar pemikiran yang pertama. "Arti" (mean) dianggap sudah semestinya begitu, sehingga tersisih dan dianggap tida penting. "Arti" dianggap sebagai sebuah interaksi netral antara faktor-faktor yang yang bertanggung jawab pada tingkah laku manusia, sedangkan tingkah laku adalah hasil dari beberapa faktor. kita bisa melihatnya dalam ilmu psikologi sosial saaat ini. posisi teori interaksionisme simbolik adalah sebaliknya, bahwa arti yang dimiliki benda-benda untuk manusia adalah berpusat dalam kebenaran manusia itu sendiri. dari sini kita bisa membedakan teori interaksionisme simbolis dengan teori-teori lainnya, yakni secara jelas melihat arti dasar pemikiran kedua yang mengacu pada sumber dari arti tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Teori interaksionisme simbolik memandang bahwa "arti" muncul dari proses interaksi sosial yang telah dilakukan.arti dari sebuah benda untuk seseorang tumbuh dari cara-cara diman orang lain bersikap terhadap orang tersebut. sehingga interaksi simbolis memandang "arti" sebagai produk sosial, sebagai kreasi-kreasi yang terbentuk melalui aktivitas yang terdefinisi dari individu saat mereka berinteraksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Pandangan ini meletakkan teori interaksionisme simbolis pada posisi yang sangat jelas, dengan implikasi yang cukup dalam. tokoh teori interaksionisme simbolik mengikuti penjelasan Abraham (1982), charles horton cooley adalah tokoh yang amat penting dalam teori ini. pemikiran sosial cooley terdiri atas dua asumsi yang mendalam dan abadi mengenai hakikat dari kehidupan sosial,yaitu bahwa kehidupan sosial secara fundamental merupakan sebuah evolusi organik, dan bahwa masyarakat itu secara ideal bersifat demokratis, moral, dan progresif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;konsep evolusi organiknya cooley berbeda secar hakiki dari konsepnya spencer dan para ilmuwan sosial abad ke sembilan belas. sementara para pemikir yang lebih awal memusatkan diri pada aspek-aspek kolektif yang berskala besar dari pembangunan, dari perjuangan kelas, dari lembaga sosial dan sebagainya, disini cooley berusah mendapatkan sebuah pemahaman yang lebih mendalam mengenai individu namun bukan secara entitas yang terpisah dari masyarakat, namun sebagai sebuah bagian psiko-sosial dan historis dari bahan-bahan penyusun masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;kehidupan kita adalah satu-satu kehidupan manusia secara keseluruhan, kata cooley, dan jika kita igin memiliki pengetahuan yang riil atas diri individu, maka kita harus memandang individu secara demikian. jika kita melihatnya secara terpisah, maka proses pengetahuan kita atas diri individu akan gagal. jadi, evolusi organik adalah interplay yang kreatif baik individu maupun masyarakat sebagai dua wujud dari satu fenomena yang sama, yang saling menegasakan dan beriringan meski tetap masih bisa dibedakan. masayarakat adalah sebuah proses asling berjalinnya dan saling bekerjanya diri-diri yang bersifat mental (mental selves)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;saya membayangkan apa yang anda pikirkan, terutama mengenai apa yang anda pikirkan tentang apa yang saya pikirkan, terutama mengenai apa yang saya pikirkan tentang apa yang anda pikirkan. jadi menurut cooley, tugas fundamental dari sosioligi ialah untuk memahami sifat organis dari mayarakat sebagaimana dia berlangsung melalui persepsi-persepsi individual dari orang lain dan dari diri mereka sendiri. jika sosiologi hendak memahami masyarakat, dai harus mengkonsentrasikan perhatiannya pada aktivitas-aktivitas mental dari individu-individu yang menyusun masyarakat tersebut. "imajinasi yang saling dimiliki oleh orang-orang merupakan fakta-fakta yang solid dari masyarkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;masyarakat adalah sebuah relasi diantara ide-ide yang bersifat personal. dalam konsep the Looking-Glass Self (diri yang seperti cermin pantul), menurut cooley, institusi-institusi sosial yang utama ialah bahasa, keluarga, industri,pendidikan, agama, dan hukum. sementara institusi-institusi tersebut membentuk fakta-fakta dari masyarakat yang bisa dipelajari oleh syudi sosiologis, mereka juga merupakan produk-produk yang ditentukan dan dibangun oleh pikiran publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;menurut cooley, institusi-institusi tersebut merupakan hasil dari organisasi dan kristalisasi dari pikiran yang membentuk bentuk-bentuk adat kebiasaan, simbol-simbol, kepercayaan-kepercayaan, dan sentimen-sentimen perasaan yang yang tahan lama oleh karena itu, institusi-institusi tersebut merupakan kreasi-kreasi mental dari individu-individu dan dipelihara melalui kebiasaan-kebiasaan manusiawi dari pikiran yang hampir selalu dilakukan secara tidak sadar karena sifat kedekatannya dengan diri kita.&lt;span style="font-size: 0px;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1056353246370993971?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1056353246370993971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-sopiyan-hadi-kelas-ips-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1056353246370993971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1056353246370993971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/nama-sopiyan-hadi-kelas-ips-iv.html' title='konsep joint action'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6308305574059667371</id><published>2010-06-14T16:34:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T18:51:23.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>DIGLOSIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIGLOSIA&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fishman pengertian diglosia tidak terbatas pada dua ragam dari satu bahasa, tetapi diacukan pada situasi dimana terlihat perbedaan-perbedaan yang jelas dalam system linguistic yang disebabkan karena fungsi-fungsi social. Diglosia adalah suatu situasi bahasa yang relative stabil dimana, selain dialek-dialek utama satu bahasa{yang mungkin mencakup satu bahasa baku atau bahasa-bahasa baju ragional}, ada ragam bahasa yang sangat berbead, sangat terkodifikasi {seringkali secara gramatik lebih komplek} dan lebih tinggi, sebagai wahana dalam keseluruhan kesustraan tertulis yang luas dan dihormati, baik pada kurun waktu terdahulu maupun pada masyarakat ujaran lain yang banyak dipelajari lewat pendidikan formal dan banyak dipergunakan dalam tujuan-tujuan tertulis dalam ujaran resmi, tapi tidak dipakai oleh bagian masyarakat apapun dalam pembicaraan-pembicaraan biasa. Atau diglosia dapat diartikan juga sebagai hadirnya dua bahasa baku dalam satu bahasa, bahasa “tinggi” dipakai dalam suasana-suasana resmi dan dalam wacana-wacana tertulis, dan bahasa “rendah” yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Dari dua pengertian tersebut, kita melihat bahwa persoalan diglosia adalah persoalan anatar dua dialek dari satu bahasa, bukan anatar dua bahasa.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat ujaran tertentu, para penutur menggunakan dua ragam bahasa atau lebih dalam kondisi-kondisi tertentu. Suasanalah yang menghendaki pemakaian ragam bahasa tertentu tidak yang lainnya. Kedua ragam bahasa ini pada umumnya adalah bahasa baku dan dialek daerah. Hal ini misalnya terlihat dalam pemakaiana bahasa Italia dan Persia. Dalam lingkungan keluarga di rumah atau sesama teman, mereka menggunakan dialek setempat, namun sewaktu berbicara dengan para penutur dialek lain atau dalam suasana umum mereka menggunakan bahasa baku. Sedangkan Contoh yang lain, yaitu di Bagdad dan juga Negara-negara arab lainnya yang para pemeluk agama Kristen sesame mereka berbahasa arab Kristen, tetapi bila berbicara dalam kelompok campuran, atau suasana resmi, bahasa arab Islamlah yang dipergunakan. Ada pendapat lain bahwa Istilah diglosia ini pertama kali digunakan dalam bahasa Perancis diglossie yang diserap dari bahasa Yunani, 'dwibahasa') oleh bahasawan Yunani Ioannis Psycharis. Ahli bahasa Arab William Marçais lalu juga menggunakannya pada tahun 1930 untuk menuliskan situasi bahasa di dunia Arab.Diglosia adalah suatu situasi bahasa di mana terdapat pembagian fungsional atas variasi-variasi bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di masyarakat. Yang dimaksud ialah bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non-formal. Menurut Fishman ada empat hubungan antara bilingualitas dan diglosia, diantaranya:&lt;br /&gt;1) Diglosia dan Bilingualisme: adanya dua bentuk bahasa dalam masyarakat. Distribusi yang stabil atau tetap dari variasi-variasi bahasa sesuai dengan fungsi sosialnya, dan adanya dua bahasa.&lt;br /&gt;2) Diglosia tanpa Bilingualisme: Dalam masyarakat bahasa ini terdapat perbedaan fungsional yang ketat dari ragam-ragam bahasa sesuai T dan R. Dalam kebanyakkan hal kasus ini adalah perilaku anatar kelompok dari kekuatan yang berkuasa {ragam T}, yang bukan hanya hidup jauh dari orang-orang biasa, tetapi sengaja membedakan bahasa mereka dari orang-orang kebanyakkan. Kasus ini sering ditemukan dalam masyarakat yang pernah dijajah.&lt;br /&gt;3) Bilingualisme tanpa Diglosia: Kita ketahui bahea diglosia ditandai dengan distribusi fungsi social yang berbeda-beda sesuai dengan suasana individual maupun social. Jadi bilingualisme bervariasai sesuai dengan situasi, peran, topic, dan tujuan komunikasi. Dengan demikian dalam kebanyakkan masyarakat banyak ditemukan kasus bilingualisme tanpa diglosia. Situasi semacam ini tidaklah stabil, tapi bergantung pada perubahan sebagai akibat adanya korelasi dengan parameter-parameter social yang sangat bervariasi.&lt;br /&gt;4) Tanpa Bilingaulisme dan Diglosia: Jenis ini dari masyarakat bahasa yang terisolasi yang tidak banyak berhubungan dengan dunia luar. Menurut Fishman jenis jarang ditemukan .&lt;br /&gt;Istilah bilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Secara harfiah sudah dapat dipahami apa yang dimaksud bilingualisme itu, yakni berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Dalam perspektif sosiolinguistik, bilingualisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalalm pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama adalah bahasa ibu atau bahasa pertamanya (disingkat B1) dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkatB2). Orang yang bisa menggunakan kedua bahasa itu disebut orang yang bilingual –dalam bahasa Indonesia disebut dwibahasawan.&lt;br /&gt;Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas—dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Bilingualisme dan Bilingualitas. Fungsi merupakan kriteria diglosia yang sangat penting. Menurutnya, dalam masyarakat diglosis terdapat dua variasi dari satu bahasa. Variasi pertama disebut dialek tinggi (disingkat dialek T), dan yang kedua disebut dialek rendah (disingkat dialek R). dalam bahasa Arab dialek T-nya adalah bahasa arab klasik, bahasa al-Qur’an yang disebut al-Fusha. Dialek R-nya adalah berbagai bentuk bahasa Arab yang digunakn oleh bangsa Arab yang lazim disebut ad-Darij. Pristise. Dalam masyarakat diglosis para penutur biasanya menganggap bahwa dialek T lebih bergengsi, lebih superior, lebih terpandang dan merupakan bahasa yang logis. Sedangkan dialek R dianggap inferior, malah ada yang menolakkeberadaannya. Pemerolehan dialek T diperoleh dengan mempelajarinya dalam pendidikan formal, sedangkan dialek atau ragam R diperoleh dari pergaulan dengan keluarga dan teman-teman. Dan karena ragam T dipandang sebagai ragam yang bergengsi, maka tidak mengherankan kalau standarisasi dilakukan terhadap ragam T tersebt melalui kodifikasi formal. Kamus, tata bahasa, petunjuk lafal, dan buku-buku kaidah untuk penggunaan yang benar ditulis untuk ragam T. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6308305574059667371?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6308305574059667371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/diglosia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6308305574059667371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6308305574059667371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/diglosia.html' title='DIGLOSIA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-5572966390024153149</id><published>2010-06-14T16:33:00.006+07:00</published><updated>2011-10-02T18:51:45.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>TEORI REFERENSIAL DALAM MEMAHAMI MAKNA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;TEORI REFERENSIAL DALAM MEMAHAMI MAKNA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alston, teori referensial merupakan salah satu jenis teori makna yang mengenali atau menidentifikasi makna suatu ungkapan dengan apa yang diacunya atau dengan hubungan acuan itu. Istilah referen itu sendiri menurut Palmer(1976:30) “reference deals with the relationship between the linguistic element, word, sentences, etc, and the nonlinguistic word of experience” (hubungan antara unsur – unsur linguistic berupa kata – kata, kalimat – kalimat dan dunia pengalaman yang non linguistik.&lt;br /&gt;Referen atau acuan boleh saja benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalah sesuatu yang ditunjuk oleh lambing. Jadi, kalau seseorang mengatakan sungai, maka yang ditunjuk oleh lambing tersebut yakni tanah yang berlubang lebar dan panjang tempat mengalir air dari hulu ke danau atau laut. Kata sungai langsung dihubungkan dengan acuannya. Tidak mungkin timbul asosiasi yang lain. Bagi mereka yang pernah melihat sungai, atau pernah mandi di sungai, sudah barang tentu mudah memahami apa yang dimaksud dengan sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Sebagai Arti dan Referensi&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab – bab terdahulu telah dikatakan bahwa dialektika peristiwa dan makna merupakan suatu dialektika inti dari makna wacana. Untuk memaknai apa yng dilakukan pembicara, juga apa yang dinyatakan oleh kalimat. Makna ujaran pada makna isi preposisi merupakan sisi obyektif dari makna, sedangkan makna pengujar pada makna referensi kalimat dan kehendak yang diketahui pendengan merupakan sisi subyektif dari makna.&lt;br /&gt;Dialektika obyektif-subyektif tidaklah memberi penyelesaian makna, oleh karena itu tidak menyelesaikan struktur wacana. Sisi obyektif wacana itu sendiri dapat diberikan dengan dua cara. Kita dapat memaknai ‘apa’ dan ‘tentang apa’ wacana itu merupakan ‘referensi’. Ini merupakan perbedaan yang dapat langsung dihubungkan dengan perbedaan semiotik dan semantic.&lt;br /&gt;‘mengacu’ merupakan apa yang dilakukan kalimat pada situasi tertentu dan menurut kegunaan tertentu, juga apa yang dilakukan pembicara ketika ia menerapkan kata – katanya pada kenyataan. Seseorang mengacu kepada sesuatu, pada saat tertentu merupakan peristiwa ujar. Tetapi peristiwa ini, menerima strukturnya dari makna sebagai arti. Dengan cara ini dialektika peristiwa dan makna menerima perkembangan baru dari dialektika arti dan referensi. Dialketika arti dan referensi inilah yang memberikan hubungan antara bahasa dan kondisi ontologis yang ada di dunia.&lt;br /&gt;Kita mengandaikan bahwa sesuatu berada dalam susunan, sehingga sesuatu itu bisa diidentifikasi, tetapi kita memerlukan sebuah referensi. Pengendalian ini diperlukan, sehingga kita harus menambahkan ketentuan – ketentuan yang spesifik jika kita ingin mengacu ke sesuatu yang sifatnya fiktif.&lt;br /&gt;Kebermaknaan universal dari problem referensi sangatlah luas, wacana mengacu kembali pada pembicaranya, pada saat yang sama hal itu mengacu kepada dunia. Wacana dalam tindakan dan dalam kegunaan mengacu kembali dan datang lagi menuju pembicara dan dunia. Ini merupakan criteria pokok dari bahasa sebagai wacana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Teori Referensial&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori referensial atau teori korespondensi merujuk pada segitiga makna (symbol, reference, dan referent) yang dikemukakan oleh OR. Makna adalah hubungan antara reference dan referent yang dinyatakan lewat simbol bunyi bahasa baik berupa kata ataupun prase atau kalimat. Simbol bahasa dan rujukan atau referent tidak mempunyai hubungan langsung. Teori ini menekankan hubungan langsung antara reference dengan referent yang ada di alam nyata.&lt;br /&gt;Jika kita memperhatikan ujaran dalam sebuah bahasa, misalnya “Ronald Reagan”, ‘Rudi Hartono’, ‘ Jakarta’ atau frase nomen seperti “sang mantan wakil presiden RI 1983-1988’, ‘orang pertama yang berjalan dibulan’, maka sudah pasti makna ujaran itu merujuk kepada benda atau hal yang sama. Nah, itulah teori makna sesuai dengan teori referensi atau korespodensi. Jika kita menerima bahwa makna sebuah ujaran adalah referennya, maka setidak – tidaknya kita terikat pula pada pernyataan berikut ini.&lt;br /&gt;1) Jika sebuah ujaran mempunyai makna, maka ujaran itu mempunyai referen.&lt;br /&gt;2) Jika dua ujaran mempunyai referen yang sama, maka ujaran itu mempunyai makna yang sama pula,&lt;br /&gt;3) Apa saja yang benar dari referen sebuah ujaran adalah benar untuk maknanya.&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobur,alex. Semiotika komunikasi. Bandung: PT. Rosda karya. 2006&lt;br /&gt;J.D.parera, teori semntik edisi kedua. Jakarta: erlangga. 2002 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-5572966390024153149?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/5572966390024153149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/teori-referensial-dalam-memahami-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5572966390024153149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5572966390024153149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/teori-referensial-dalam-memahami-makna.html' title='TEORI REFERENSIAL DALAM MEMAHAMI MAKNA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-8930161987220578500</id><published>2010-06-14T16:32:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T18:52:08.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Makna Sebagai Arti dan Referensi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makna Sebagai Arti dan Referensi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semiotika adalah studi mengenai tanda (sign) dan simbol yang merupakan tradisi penting dalam pemikiran tradisi komunikasi.Tradisi semiotika mencakup teori utama mengenai bagaimana tanda mewakili objek, ide, situasi, keadaan, perasaan, dan sebagainya yang berada di luar diri.Konsep dasar yang menyatukan tradisi semiotika ini adalah 'tanda' yang diartikan sebagai suatu yang bukan dirinya sendiri. Tanda merupakan dasar bagi semua komunikasi. Tanda menunjuk atau mengacu pada sesuatu yang bukan pada dirinya sendiri, sedangkan makna atau arti adalah hubungan antara objek atau ide dengan tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori modern pertama yang membahas tanda dikemukakan oleh ahli filsafat dari abad kesembilan belas, Charles Saunders Peirce, yang dianggap sebagai pendiri semiotika modern. Ia mendefinisikan semiotika sebagai suatu hubungan antara tanda (simbol), objek, dan makna. Tanda mewakili objek (referent) yang ada di dalam pikiran orang yang menginterpretasikannya (interpreter). Peirce menyatakan bahwa representasi dari suatu objek disebut dengan interpretant. Misalnya, ketika kita mendengar kata 'anjing', maka pikiran kita akan mengasosiasikan kata itu dengan hewan tertentu. Kata 'anjing' itu sendiri bukanlah binatang, namun asosiasi yang kita buatlah (interpretant) yang menghubungkan keduanya. ketiga elemen tersebut, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Tanda, yaitu seperti kata 'anjing' yang terdiri atas sejumlah huruf atau singkatnya, kata 'anjing' adalah wakil dari tanda.&lt;br /&gt;b) Referen (referent), yaitu objek yang tergambarkan oleh kata 'anjing' yang terbentuk dalam pikiran kita, yaitu hewan berkaki empat.&lt;br /&gt;c) Makna, yaitu hasil gabungan tanda dan referen yang terbentuk dalam pikiran. Makna anjing bagi mereka yang menyukai anjing adalah hewan yang lucu dan menyenangkan. Bandingkan dengan makna anjing bagi orang yang trauma karena pernah digigit anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda harus bekerja sama agar suatu tanda dapat berfungsi. Hubungan ketiga bagian ini dijelaskan dalam bentuk model yang dibuat oleh C.K Ogden dan I.A Richard pada teori yang mereka buat, yang dikenal sebagai Segitiga Makna Ogden dan Richard (OR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga istilah kunci dalam karya Ogden dan Richard, yaitu symbol, refrence, dan referent . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a) Symbol &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi OR hanya kata – kata yang merujuk kepada benda, orang, kejadian, peristiwa melalui pikiran symbol. Bagi OR kata – kata yang menyatakan perasaan, sikap, harapan, impian, dan sebagainya tidak termasuk dalam pengertian simbol&lt;br /&gt;Bahasa simbolik seperti yang didefinisikan OR ialah bahasa yang sesuai dengan fakta atau bahasa kefaktaan. Symbol itu bebas / impersonal dan harus diverifikasi dengan fakta. Bahasa simbolik adalah bahasa yang cocok dan dekat pada laporan ilmuwan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b) Reference &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;OR tidak mempergunakan kata pikiran. Mereka menggunakan istilah Refrence untuk menunjukan bahwa pikiran adalah satu refrence ke suatu obyek yakni ke satu refrence. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c)Referent &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Referent merujuk sesuatu diluar otak manusia dan berada di dunia ini. Jika kita mempergunakan simbol, maka kita merujuk kepada referent, misalnya, apa itu, dimana itu, kapan itu, siapa itu, yang berada didunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ogden dan Richard menyatakan penting untuk menenukan referent agar diketahui apakah satu reference benar atau tidak. Dan jika reference benar, maka ia merujuk kepada fakta. Mereka mengatakan terdapat reference yang kompleks karena beberapa reference dihubungkan satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teori Referensial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori referensial atau teori korespondensi merujuk pada segitiga makna yang dikemukakan oleh OR. Makna adalah hubungan antara reference dan referent yang dinyatakan lewat simbol bunyi bahasa baik berupa kata ataupun prase atau kalimat. Simbol bahasa dan rujukan atau referent tidak mempunyai hubungan langsung. Teori ini menekankan hubungan langsung antara reference dengan referent yang ada di alam nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperhatikan ujaran dalam sebuah bahasa, misalnya “Ronald Reagan”, ‘Rudi Hartono’, ‘ Jakarta’ atau frase nomen seperti “sang mantan wakil presiden RI 1983-1988’, ‘orang pertama yang berjalan dibulan’, maka sudah pasti makna ujaran itu merujuk kepada benda atau hal yang sama. Nah, itulah teori makna sesuai dengan teori referensi atau korespodensi. Jika kita menerima bahwa makna sebuah ujaran adalah referennya, maka setidak – tidaknya kita terikat pula pada pernyataan berikut ini.&lt;br /&gt;1) Jika sebuah ujaran mempunyai makna, maka ujaran itu mempunyai referen.&lt;br /&gt;2) Jika dua ujaran mempunyai referen yang sama, maka ujaran itu mempunyai makna yang sama pula,&lt;br /&gt;3) Apa saja yang benar dari referen sebuah ujaran adalah benar untuk maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teori Acuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alston, teori acuan atau teori referensial ini merupakan salah satu jenis teori makna yang mengenali atau menidentifikasi makna suatu ungkapan dengan apa yang diacunya atau dengan hubungan acuan itu. Istilah referen itu sendiri menurut Palmer(1976:30) “reference deals with the relationship between the linguistic element, word, sentences, etc, and the nonlinguistic word of experience” (hubungan antara unsur – unsur linguistic berupa kata – kata, kalimat – kalimat dan dunia pengalaman yang non linguistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referen atau acuan boleh saja benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalah sesuatu yang ditunjuk oleh lambing. Jadi, kalau seseorang mengatakan sungai, maka yang ditunjuk oleh lambing tersebut yakni tanah yang berlubang lebar dan panjang tempat mengalir air dari hulu ke danau atau laut. Kata sungai langsung dihubungkan dengan acuannya. Tidak mungkin timbul asosiasi yang lain. Bagi mereka yang pernah melihat sungai, atau pernah mandi di sungai, sudah barang tentu mudah memahami apa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobur,alex. Semiotika komunikasi. Bandung: PT. Rosda karya. 2006&lt;br /&gt;J.D.parera, teori semntik edisi kedua. Jakarta: erlangga. 2002&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-8930161987220578500?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/8930161987220578500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/makna-sebagai-arti-dan-referensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8930161987220578500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/8930161987220578500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/makna-sebagai-arti-dan-referensi.html' title='Makna Sebagai Arti dan Referensi'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-5008567596215784531</id><published>2010-06-14T16:30:00.001+07:00</published><updated>2010-06-14T17:49:51.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>DIALEKTIKA PERISTIWA DAN MAKNA, SERTA MAKNA UJARAN DAN PENGUJAR</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIALEKTIKA PERISTIWA DAN MAKNA&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dialektika berdasarkan pada pemikiran marxis yang menegaskan bahwa kontradiksi adalah inti dari segala sesuatu baik didalam alam maupun didalam kehidupan manusia. Kontradiksi adalah fakta senteral segala sesuatu yang ada. Peruses dialektika meliputi tesis, antithesis, dan sintesis.&lt;br /&gt;Dialektika adalah penataran dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah. Dialektik merupakan seni berfikir secara teratur, logis dan teliti, yang diawali dengan tesis, antesis dan sistensis. Jadi dapat disimpulkan bahwa dialektika peristiwa merupakan suatu kejadian atau peristiwa dimana dua orang atau lebih yang berdialog untuk menyelidiki, membahas, atau menyelesaikan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MAKNA UJARAN DAN PENGUJAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep makna memberikan dua interpretasi. Hal ini mencerminkan adanya dialektika antara peristiwa dan makna. Dua interpretasi tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Apa yang dimaksud oleh pembicara, yaitu apa yang ia kehendaki dari perkataan.&lt;br /&gt;2. Apa yang dimaksudkan oleh kalimat, yaitu apa yang dihasilkan oleh konjungsi antara fungsi identifikasi dan fungsi predikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan merupakan satu kegiatan atau peristiwa berbahasa lisan antara dua atau lebih penutur yang saling memberikan informasi dan mempertahankan hubungan yang baik. Didalam percakapan inilah kita berkomunikasi dengan seseorang.&lt;br /&gt;Sewaktu berkomunikasi, kita itu mengkomunikasikan amanat, dan proses berkomunikasi itu terkondisi oleh berbagai situasi, umpamanya rebut hingga kita harus berteriak, dan dalam situasi formal kita juga harus memilih kata-kata yang formal pula. Suasana mengkondisi penyampaian, dan tambah pula bahwa amanat yang sama dapat disampaikan dengan berbagai cara. Singkatnya bentuk amanat itu sendiri adalah satu faktor dalam situasi ujaran. Pertuturan mempunyai 7 macam fokus yang menjadi orientasi kegiatan penuturan yaitu:&lt;br /&gt;(1) penutur,&lt;br /&gt;(2) pendengar (penanggap tutur),&lt;br /&gt;(3) kontak antara kedua pihak,&lt;br /&gt;(4) kode linguistik yang dipakai,&lt;br /&gt;(5) latar (setting),&lt;br /&gt;(6) topik amanat, dan&lt;br /&gt;(7) bentuk amanat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula fungsi ujaran, meliputi:&lt;br /&gt;1. Bila berorientasi pada sipenutur, maka fungsi bahasa adalah personal atau peribadi. Ini mencerminkan sikap dia terhadap yang dituturkannya. Bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi memperlihatkan emosi dia sewaktu menyempaian yang dituturkan.&lt;br /&gt;2. Bila berorientasi pada penanggap tutur, maka bahasa berfungsi directif, yaitu mengatur tingkah laku pendengar.&lt;br /&gt;3. Bila berorientasi pada pihak pada kontak antar pihak yang sedang berkomunikasi, maka fungsi bahasa sebagai menjalin hubungan, memeliharanya, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas social.&lt;br /&gt;4. Bila orientasinya pada topik ujaran, maka fungsi bahasa disebut referential. Ini mengacu bahasa sebagai alat untuk membicarakan objek atau peristiwa dalam lingkungan sekeliling atau didalam kebudayaan pada umumnya.&lt;br /&gt;5. Dilihat dari amanat atau message. Bahasa pun bias kita pakai untuk mngungkapkan pikiran atau gagasan baik sesungguhnya atau tidak, perasaan dan khayalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensionalitas&lt;br /&gt;Intensionalitas atau kebermaksudan adalah sikap pengujar (penghasil teks) mengenai serangkaian peristiwa pengujarannya. Dalam sikap tersebut, peristiwa-peristiwa ujarannya dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan keinstrumenan teks yang terpadu dan berpadu untuk memenuhi maksudnya. Sebagai contoh adalah peristiwa komunikasi dalam penulisan dan penyajian makalah ini. Segala hal terkait penulisan dan penyajian makalah ini dirancang sedemikian rupa sehingga menyatu dan nyambung serta berakhir pada pemahaman konsep yang cenderung sama dan benar. Intensionalitas adalah keadaan yang di dalamnya penulis dan pengujar harus secara sadar memiliki maksud mencapai tujuan tertentu dengan pesannya.&lt;br /&gt;Sebaliknya, keberterimaan terkait sikap penerima teks mengenai serangkaian peristiwa pengujaran, yang di dalamnya dipersyaratkan bahwa serangkaian persitiwa ujaran tersebut harus merupakan teks yang kohesif dan koheren sehingga berguna atau relevan bagi penerima teks tersebut, misalnya terkait kebutuhan pengetahuan atau kerja sama dalam penjalankan rencana. Keberterimaan mengacu kepada suatu rangkaian kalimat berterima bagi audien. Dua definisi tersebut bermakna sama, yaitu kesesuaian dan kemanfaatan teks bagi penerima. Terkait contoh pada intensionalitas, makalah dan penyajian ini berterima jika memang dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi rekan-rekan kami sekelas tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak Tutur&lt;br /&gt;Tindak tutur adalah unit bahasa terkecil untuk mengekspresikan makna. Tindak tutur adalah ujaran yang mengekspresikan maksud. Ciri penting tindak tutur adalah penerima tuturan mengerti maksud pengujar. Searle mengelompokkan tindak tutur menjadi empat, yaitu: tindak ujar (utterance act), tindak proposisional (propositional act) atau lokusi, tindak lokusioner, dan tindak perlokusioner. Tindak tutur adalah pelafalan, pengujaran, dan tidak lebih. Contoh sederhananya adalah seorang anak sekolah yang belajar melafalkan bunyi “aku”’ “cinta”, “padamu”, atau “aku cinta padamu”, dan memang sekadar membunyikan ujaran. Tindak proposisional adalah pengujaran suatu kalimat yang memiliki acuan. Contoh sederhananya adalah anak yang belajar mengujarkan “Aku cinta padamu”. Si anak mengetahui hubungan gramatikal antarkata yang diujarkannya, tahu arti tiap-tiap kata yang diucapknnya, dan tahu arti kalimatnya.&lt;br /&gt;Tindak ilokusioner adalah penyampaian maksud kepada orang lain dengan maksud memeroleh tanggapan. Contoh sederhananya adalah seorang anak muda yang menyatakan bahwa dia mencintai pemudi yang diajaknya berbicara. Katanya “Aku cinta padamu” dan ia hanya mengharapkan tanggapan. Tindak perlokusioner adalah suatu kegiatan pengujaran dengan maksud agar pengujarannya berakibat pada perilaku yang diharapkannya. Contoh sederhananya adalah pada konteks tertentu pacar seorang pemuda marah kepadanya karena merasa tidak diperhatikan atau tidak memeroleh cinta yang sepadan dari sang pemuda. Untuk meredakan kemarahan si pacar dan memroleh kembali senyumnya, syukur-syukur dengan ciuman mesra sang pacar kepadanya, sang pemuda pengungkapkan ujaran “Aku cinta padamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;Ikhsanudin. Wacana:Pengantar Singkat. http://semriwing.wordpress.com/wacana/Analisis&lt;br /&gt;Drs. A. Chaendar Alwasilah. Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa. 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;NAMA : NURFAZRI IMANIAH&lt;br /&gt;NIM : 108015000109&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-5008567596215784531?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/5008567596215784531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dialektika-peristiwa-dan-makna-serta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5008567596215784531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5008567596215784531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dialektika-peristiwa-dan-makna-serta.html' title='DIALEKTIKA PERISTIWA DAN MAKNA, SERTA MAKNA UJARAN DAN PENGUJAR'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-7965072568406412312</id><published>2010-06-14T16:29:00.001+07:00</published><updated>2010-06-14T17:46:58.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>KOMUNIKASI</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KOMUNIKASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut Webster New Collogiate Dictionary dijelaskan bahwa komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.&lt;br /&gt;Menurut Paradigma Lasswell (Haroid D. Laswell) . Untuk memahami komunikasi dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Siapa (mengatakan, komunikator, pengirim atau sumber).&lt;br /&gt;• Apa (message, pesan, ide, gagasan).&lt;br /&gt;• Dengan saluran mana (media channel dan sarana).&lt;br /&gt;• Kepada siapa (komunikan, penerima, alamat).&lt;br /&gt;• Dengan hasil/dampak apa (effect -&gt; hasil komunikasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya komunikasi dalam hidup manusia, maka Harold D. Lasswell mengemukakan bahwa fungsi komunikasi adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manusia dapat mengontrol lingkungnya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beradaptasi dengan tempat nereka berada, serta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan transformasi warisan sosoal kepada generasi berikutnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Komunikasi dibagi atas empat macam tipe yakni :&lt;br /&gt;1. Komunikasi dengan diri sendiri ( interpersonal communication )&lt;br /&gt;berfungsi untuk mengembangkan kreatifitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri, serta meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komunikasi antarpribadi ( interpersonal communication )&lt;br /&gt;adalah berusaha meningkatkan hubungan insani , menghindari dan mengatasi konflik-konflik pribadi, mengurangi ketidak psatian sesuatu, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunikasi publik&lt;br /&gt;berfungsi untuk menumbuhkan semangat kebersamaan (solidaritas ), memengaruhi orang lain, memberikan informasi, mendidik, dan menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi Massa&lt;br /&gt;berfungsi untuk menyebarluarkan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengar ( audiovisual ), menyebabkan fungsi media telah mengalami banyak perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sean MacBride, ketua komisi masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) mengemukakan bahwa komunikasi tidak bisa diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi juga sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai pertukaran data, dan ide. Oleh karna itu, komunikasi massa dapat berfungsi sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;1. Informasi yakni, kegiatan untuk mengumpulkan , menyimpan data, fakta dan pesan, opini atau komentar, sehingga dalam lingkungan daerah, nasional atau Internasional.&lt;br /&gt;2. Sosialisasi yakni, menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai nialai-nilai yang ada. Serta bertindak sebgai anggota masyarakat secara efektif.&lt;br /&gt;3. Motivasi yakni, mendorong orang untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang mereka baca, lihat atau dengar lelalui media massa.&lt;br /&gt;4. Bahan diskusi yakni, menyediakan informasi sebagai diskusi untuk mencapai persetujuan dalam hal perbedaan pendapat mengenai hal-hal yang mengangkut orang banyak.&lt;br /&gt;5. Pendidikan yakni, membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, baik untuk pendidikan formal disekolah maupun diluara sekolah.&lt;br /&gt;6. Memajukan kebudayaan yakni, media massa menyebarluaskan hasil-hasil kebudayaan melalui pertukaran program siaran radio dan televisi. Serta pertukaran ini memungkinkan peningkatan daya kreativitas guna memajukan kebudayaan nasional masing-masing negara, bahkan mempertinggi kerja sama hubungan antar negara.&lt;br /&gt;7. Hiburan yakni, media massa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan usia dengan difungsikanya sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat yang dituangkan dalam bentuk lagu, lirik dan bunyi maupun gambar dalam bahasa.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;Nama:QURATI AINI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-7965072568406412312?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/7965072568406412312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7965072568406412312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7965072568406412312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi.html' title='KOMUNIKASI'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-831718799864516149</id><published>2010-06-14T16:27:00.005+07:00</published><updated>2011-10-02T18:58:41.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>LINGUISTIK STRUKTURALIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata"struktur"sendiri bisa diartikan sebagai kaitan-kaitan yang tetap dan teratur antara kelompok kelompok gejala.sedangkan kata"strukturalisme"sering diartikan sebagai salah satu gerakan pemikiran atau metodologi sains yang memberikan implikasi ideologi. yang dimaksud ideologi disini ialah suatu pandangan dunia yang menilai segala sesuatu atas dasar beberapa prinsip yang diterima begitusaja. pengertian lain menyatakan bahwa strukturalisme adalah suatu cara berfikir yang memandang seluruh realitas(al-maujud) sebagai keseluruhan yang terdiri dari struktur struktur yang saling berkaitan.dikatakan saling berkaita nartinya,struktur itu adalah suatu tatanan wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wujudyangmeliputikeutuhan,tranformasi,danpengaturandiri.keutuhanartinyabahwatatananwujuditubukannyahimpunansematamelainkankarenatiapkomponenyangtergabungdidalamnyatundukpadaaturanintrinsikdantidakmemilikiotoritasbebasdiluarstruktur.dikatakantransformasiartinya,bahwastrukturitutidakstatistetapidinamisdanbahan-bahanbaruterus-menerusdiprosesolehdanmelaluistrukturitu.sedangkandikatakanpengaturandiri,sebabstrukturitutidakpernahmemintabantuandariluaruntukmelaksanakanprosedurtransformasionltersebut.maksudnya,strukturtidakterbuka,iabersifattertutupdarisesuatuyangdatangdariluar,iamengaturdirinyasendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padaawalnyastrukturalismehanyadikenalsebagaimetodelinguistik,yaitupadalinguistiksausurian.dalamperkembanganselanjutnya,strukturalismemerambahkeberbagaidisiplinilmupengetahuan.olehpenganutformalismeRusia,strukturalismediterapkandalambidangilmusastra.olehNoamChomskystrukturalismediterapkandalamlinguistik,ClaudeLeviStraussdalamilmuantropologibudayadanM.Faucaultdalamsejarahkebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padawalnyametodestrukturalismeterkenaldalambidangilmubahasa.FerdinandMorgindeSaussure(1857-1913)adalahpeletakdasarmetodetrukturalisdalambidanglinguistik.iadianggapsebagaibapaklinguistikModernberdasarkanpandangan-pandanganyangdimuatdalambukunyaCoursedeLinguistiqueGeneral.ialahirdiJenewapada26November1857darikeluargapemeluktaatProtestanPrancisyangberimigrasidariwilayahLorraineketikaterjadiperangagamapadaakhirabadke-16.bakatnyadalambahasayangberjudul”EssaisurlesLanguages”.padatahun1874iamempelajaribahasasansekerta.mula-mulaiabelajarilmukimiadanilmufisikadiUniversitasJenewa,kemudianbelajarilmubahasadiLeipzigdengandisertasinyaDeL”employdugenitifabsoluensanscrit.setelahmeraihgelardoktor,FerdinandMorgindeSaussure(dalamusia24tahun)mengajardiEcolePratiquedesHautesEtudesUniversitasParis.kemudianpadatahun1891iakembalikeJenewadandisanaiameneruskanmengajarbahasaSansekertadanhistoriskomparatif.diJenewaitulahiaakhirnyamenjadigurubesardalambidanglinguistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepyangdibuatnyaadalahmengenai:1.telaahsinkronikdandiakronik2.perbedaanlanguedanparole3.perbedaansignifintdansignifie4.hubungansintagmatikdanparadigmatik.FerdinanddeSaussuremembedakantelaahbahasasecarasinkronikdantelaahbahasasecaradiakronik.yangdimaksudtelaahbahasasecarasinkronikadalahmempelajarisuatubahasapadasuatukurunwaktutertentusaja.misalnya,mempelajaribahasaIndonesiayangdigunakanpadazamanJepangataupadamasatahunlimapuluhan.sedangkantelaahbahasasecaradiakronikadalahtelaahbahasasepanjangmasa,atausepanjangzamanbahasaitudigunakanolehparapenuturnya.Jadi,kalauuntukmempelajaribahasaindonesiasecaradiakronik,makaharusmulaisejakzamanSriwijayasampaiZmansekarangini.dengandemikianbisadikatakantelaahbahasasecaradiakronikadalahjauhlebihsukardaripadatelaahbahasasecarasinkronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LanguedanLaParole.FerdinandeSaussuremembedakanadanyaapayangdisebutlalanguedanlaparole.yangdimksuddenganlalangueadalahkeseluruhansistemtandayangberfungsisebagaialatkomunikasiverbalantarapraanggotasuatumasyarakatbahasa,sifatnyaabstrak.sedangkanyangdimaksuddenganlaparoleadalahpemakaianataurealisasilangueolehmasing-masinganggotamasyarakatbahasa;sifatnyakonkretkarenaparoleitutidaklaindaripadarealitasfisisyangberbedadariorangyangsatudengnorangyanglain.dalamhaliniyangmenjadiobjektelaahlinguistikadalahlangueyangtentusajadilakukanmelaluiparole,karenaparoleitulahwujudbahasayangkonkret,yangdapatdiamatidanditeliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SignifiandanSignifie.FerdinandeSaussuremengemukakanteoribahwasetiaptandaatautandalinguistikdibentukolehduabuahkomponenyangtidakterpisahkan,yaitukomponensignifiantdankomponensignifie.yangdimaksuddengansignifiantadalahcitrabunyiataukesanpsikologisbunyiyangtimbuldalampikirankita.untuklebihjelasadayangmenyamakansigneitusamadenganmaknadansignifiantsamadenganbunyibahasadalambentukurutanfonem-fonemtertentu.hubunganantarasignifiandansignifiesanganterat,karenakeduanyamerupakankesatuanyangtidakdapatdipisahkan.sebagaitandalingustik,signifiandansignifieitubiasamengacupadasebuahacuanataureferenyangberadadialamnyata,sebagaisesuatuyangditandaiolehsignelinguistiqueitu.sebagaicontohkitaambilkatabahasajawa”wit”yangberati”pohon”danmengacupadasebuahacuan,yaitusebuahpohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungansintagmatikdanparadigmatik.Ferdinanddesaussuremembedakanadanyaduamcmhubungan,yaituhubungansintagmatikdanparadigmatik.yangdimaksuddenganhubungansintagmatikadalahhubunganantaraunsur-unsuryangterdapatdalamsuatututuran,yangtersusunsecaraberurutan,bersifatlinear.hubungansintagmatikiniterdapat,baikdalamtataranfonologi,morfologi,maupunsintaksis.hubungansintagmatikpadaurutanfonem-fonempadasebuahkatayangtidakdapatdiubahtanpamerusakmaknakataitu.umpamanyapadakatakitaterdapathubunganfonem-fonemdenganurutan/k,I,t,a/.apabilaurutannyadiubah,makamaknanyaakanberubah,atautidakbermaknasamasekali.perhatikanpadabaganberikut:*K-i-t-a,k-i-a-t,k-a-t-i,k-a-i-t,i-k-a-t.hubungansintagmatikpdatataranmorfologitampatpadaurutanmorfem-morfempadasuatukata,yangjugatidakdapatdiubahtanpamerusakmaknadarikatatersebut.adakemungkinanmaknanyaberubah,tapiadakemungkinanpulatakbermaknasmasekali.umpamanyakatasegitigatidaksamadengantigasegi,katabarangkalitidaksamadengankalibarang,dankatatertuatidaksamadengantuater.hubungnsintagmatikpadatataransintaksistampakpadaurutankata-katayangmungkindapatdiubah,tetapimungkinjugatidakdapatdiubahtanpamengubahmaknakalimttersebut,ataumenyebabkantakbermaknasamasekali.perhatikancontohberikut,urutankatanyabisadirubahtanpamengubahmaknakalimat.*Hariinibarangkalidiasakit,barangkalidiasakithariini,diasakithariinibarangkali,diasakitbarangkalihariini.adapuncontohyangurutankatanyadiubahmenyebabkanmaknakalimatnyaberubah.*NitamelihatDika,DikamelihatNita.Inibirbaru,Inibarubir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yangdimaksuddenganhubunganparadigmatikadalahhubunganantaraunsur-unsuryangterdapatdalamsuatututurandenganunsur-unsursejenisyangtidakdapatdalamtuturanyangbersangkutan.hubunganparadigmatikdapatdilihatdengancarasubstitusi,baikpadatataranfonologi,morfologimaupuntataransintaksis,hubunganparadigmatikpadatataranfonologitampakpadacontoh*antarabunyi/r/,/k/,/b/,/m/,dan/d/yangterdapatpadakata-katarata,kata,bata,mata,dandata.hubunganparadigmatikpadatataranmorfologitampakpadacontoh*antaraprefiksme-di-,pe,danteyangterdapatpadakata-katamerawat,dirawat,perawat,danterawat.sedangkanhubunganparadigmatikpadatataransintaksisdapatdilihatpadacontoh*rata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Merawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*alimembacakoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamemakaibaju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animakankue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fonologiadalahbidanglinguistikyangmempelajari,menganalisisdanmembicarakanruntunanbunyi-bunyibahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Morfologiialahmenyelidikistrukturkata,bagian-bagiannya,sertacarapembentukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sintaksisialahmenyelidikisatuan-satuankatadansatuan-satuanlaindiataskata,hubungansatudenganyanglinnya,sertcarapenyusunannyasehinggamenjadisuatuujaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftarpustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaer,Drs.Abdul.LinguistikUmum.Jakarta:PTRINEKACIPTA.1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AhmadHidayat,Asep.FilsafatBahasaMengungkapHakikatBahasa,MaknadanTanda.Bandung:PTREMAJAROSDAKARYA.2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-831718799864516149?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/831718799864516149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/linguistikstrukturalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/831718799864516149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/831718799864516149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/linguistikstrukturalis.html' title='LINGUISTIK STRUKTURALIS'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6266906162866683751</id><published>2010-06-14T16:26:00.006+07:00</published><updated>2010-06-14T17:51:51.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Hermeneutik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hermeneutik &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teori hermeneutika Habermas barangkali merupakan sebuah terobosan baru untuk menjembatani ketegangan antara obyektifitas dengan subyektifitas, antara yang idealitas dengan realitas, antara yang teoritis dengan yang praktis. Dan inilah sebuah prestasi Habermas dalam disiplin hermeneutika. Hermeneutika yang awal mulanya berkutat pada wilayah idealisme, oleh Habermas telah ditarik secara “paksa” turun untuk bisa memahami lapangan realisme-empiris.Memang jauh sebelumnya, hermeneutika hampir sepenuhnya berkutat pada wilayah teks. Dan pada masa Dilthey yang latar belakangnya sebagai seorang sejarawan menarik hermeneutika ke wilayah sosial untuk menafsirkan sejarah. Pada era ini aspek subyektifitas dan obyektifitas sudah mulai diperhitungkan untuk menafsirkan tek dan realitas sosial. Hal ini sebagai upaya untuk mengcounter balik terhadap arogansi ilmu eksakta yang mulai mendominasi wilayah ilmu-ilmu sosial dan humaniora. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Defenisi Hermeneutik&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuan dalam mendefinisikan hermeneutik, mempunyai definisi yang berbeda-beda. Dan kita tidak dapat menemukan satu definisi yang menyeluruh yang mewakili definisi-defini mereka serta bersifat meliputi. Namun kita dapat mengambil suatu definisi yang memiliki kedekatan dan kesamaan di antara definisi-definisi yang ada: Hermeneutik adalah ilmu yang berhubungan dengan penjelasan kebagaimanaan dan keharmonian pamahaman manusia, apakah itu berhubungan dengan batas pemahaman terhadap teks tertulis, ataukah secara mutlak aktivitas-aktivitas kehendak dan pilihan manusia atau mutlak realitas-realitas eksistensi. &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Paul Richor mendefinisikan hermeneutik: "Teori aktivitas pemahaman yang berhubungan dengan interpretasi teks." &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Antony Kerbooy, hermeneutik adalah ilmu atau teori penakwilan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Andrew Bovy, hermeneutik adalah keahlian interpretasi. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Richard Polmer berpendapat bahwa defenisi-defenisi hermeneutik dapat disatukan meskipun memiliki sudut-sudut yang berbeda. Pandangan ini diutarakannya setelah ia mengungkap enam macam definisi hermeneutik. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keenam definisi tersebut: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah teori penafsiran kitab suci (definisi yang paling tua) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah ilmu yang berposisi sebagai metodologi umum bahasa (zaman renaisains) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah ilmu setiap bentuk pemahaman bahasa (Schleiermacher) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah dasar epistemologi untuk ilmu-ilmu humaniora (Wilhelm Dilthey) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah fenomena eksistensi dan fenomena pemahaman eksistensi (Martin Heidegger) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hermeneutik adalah sistem-sistem interpretasi (Paul Richoer). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya Richard Polmer juga mendefinisikan hermeneutik sebagai studi pemahaman dan secara spesifik pemehaman teks. Hermeneutik secara luas dikenal sebagai ilmu penafsiran/interpretasi terhadap teks pada khususnya dan penafsiran bahasa pada umumnya. Istilah yang bermula dari bahasa Yunani kuno (hermeneuenin) ini pada zaman sekarang sangat akrab digauli para intelektual. Salah satu alasan penting menerapkan metode hermeneutik ini adalah objek (baca teks/bahasa) tidak memungkinkan diartikan tanpa melalui metode penafsiran. Ketidakmungkinan tersebut selain disebabkan karena situasi bahasa yang berbeda dan terus berubah, juga disebabkan alasan kesulitan para pembaca dalam memahami subtansi makna yang terkandung dalam teks-teks dan bahasa yang dipelajari.&lt;br /&gt;Hal yang paling tampak dari kesulitan atas subtansi makna tersebut pada dasarnya juga disebabkan oleh realitas di mana tata bahasa tersebut ternyata mempunyai keterbatasan dalam menyaring inti dari teks-teks yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;Karena keterbatasan inilah kemudian untuk memahami suratan kata-kata seseorang harus melalui pengkajian secara mendalam. Puisi, novel, dan karya tulisan lainnya yang bermaksud menafsirkan totalitas dunia seorang pengarang, misalnya, tentu saja tidak akan mampu terapresiasikan secara lengkap dalam kata-kata. Di sinilah fungsi hermeneutik diperlukan untuk menafsir bahasa. Memang sebuah intrepretasi akan sarat dengan muatan tafsir, sengaja atau tidak sengaja, yang menjadi persoalan dengan tafsir bahasa adalah pencarian hakekat kata-kata yang tersurat dan tersirat. Karena hakekatnya adalah mencari kebenaran, dimensi filosofis tafsir sangat dibutuhkan. Namun, karena hakekat filsafat itu sendiri adalah keseluruhan interpretasi dan tafsir, antara filsafat dan hermeneutik tidak terlalu jauh dipersoalkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang ditemukan oleh pemikir postmodernis, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;hermeneutik analitis. Penambahan kata ”analitis” dalam ”hermeneutik” di sini dimaksudkan agar hermeneutika bukan hanya menafsir teks-teks dalam batas kategori pemaknaan filosofis-historis seperti yang biasa dilakukan para pemikir linguistik. Howard di sini menambahkan bahwa pendekatan logika intersubjektif, atau lebih dikenal dengan istilah logika intensi atau juga memakai pendekatan silogisme praktis dan peran eksplorasinya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;hermeneutika psikososial. Teori ini berangkat dari penolakan atas kecenderungan hermeneutika mono-metodelogi baik dari positivisme maupun Marxisme Klasik yang sering menyajikan spekluasi Marxisme yang telah berkembang dan cukup mengabungkan beberapa prinsip metodelogi dari pemahaman simbol karya Freud dengan melakukan eksplorasi atas filsafat kritis mazhab Frankfrut (Jurgen Habermas), Howard mencoba memberikan satu premis-premis dasar bagaimana memahami bahasa dalam konteks psikososial masyarakat modern. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Howard menyuguhkan satu teori baru hasil pengembangan teori Gadamer. Teori Gadamer yang sebelumnya kritis dalam mengkritik filsafat hermeneutik perspektif humaniora dengan jalan ontologisnya dipilih Howard sebagai pijakan dalam menganalisis bahasa. Dalam bagian ini, pembaca akan disuguhkan bagaimana sebenarnya teori permainan bahasa Gadamer yang sebenarnya cukup kritis untuk menelaah kondisi ruang dan waktu dalam kehidupan manusia. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pelebaran metodelogi inilah, perkembangan selanjutnya hermeneutik ternyata sangat dibutuhkan para pemikir bukan hanya dalam bidang sastra dan bahasa semata, melainkan juga melebar pada studi bidang lain, misalnya humaniora, sains, sejarah, agama (kitab suci), dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena hampir semua bidang keilmuan tersebut dapat dipastikan berhubungan dengan teks-teks bahasa. Buku ini tidak mengklaim diri sebagai laporan studi yang mendalam dan tidak pula menampilkan semua bentuk paparan hermeneutika mutakhir. Namun dengan perhatian terhadap tiga komponen hermeneutik tersebut, buku ini layak disebut sebagai satu penelaahan baru atas pemetaan metodelogi hermeneutik model postmodernisme yang kini sedang berkembang.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.sinarharapan.co.id/berita/0302/15/opi04.html&lt;br /&gt;http://faizmanshur.wordpress.com/2003/02/14/tiga-komponen-kritis-hermeneutik/&lt;br /&gt;Howard, Roy J. Pengantar Teori-Teor Pemahaman Kontemporer Hermeneutika, Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia, 2000.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;Nama : Rizqatul Ilmi&lt;br /&gt;NIM : 108015000077 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6266906162866683751?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6266906162866683751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/hermeneutik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6266906162866683751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6266906162866683751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/hermeneutik.html' title='Hermeneutik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4265125017479892013</id><published>2010-06-14T16:24:00.005+07:00</published><updated>2010-06-14T17:25:31.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>BAHASA DAN PANDANGAN DUNIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;A. BAHASA DAN PANDANGAN DUNIA&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a. BAHASA&lt;br /&gt;Bahasa dalam Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi III tahun 2005 adalah sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.&lt;br /&gt;Bahasa merupakan percakapan (perkataan) yang baik. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Brown dan Yule (1983:1)mereka menyatakan bahwa bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi.Lebih dari itu, kedua pakar linguistik ini menyebutkan dalam penggunaan bahasa (language in use)merupakan bagian dari pesan dalam komunikasi. Pada umumnya diseluruh negara dibelahan bumi ini memiliki bahasa sendiri yang berbeda-beda. Dengan memiliki bahasa yang berbeda-beda dengan negara yang lainnya itu merupakan beranekaragam bahasa yang telah dimiliki oleh manusia. Dengan bahasa yang beranekaragam seperti logat, arti bahasa dan lain-lain, yang digunakan oleh suatu negara membuat bahasa itu begitu indah dan memiliki makna dan maksud tertentu di dalamnya.&lt;br /&gt;Pandangan dunia terhadap bahasa dapat diartikan sebagai suatu ungkapan akan adanya kehidupan oleh suatu masyarakat. Hal ini diartikan berdasarkan ungkapan yang berlaku pada suatu tempat aatau keadaan. Seperti ungkapan yang berlaku pada suatu tempat atau keadaan. Seperti ungkapan yang terdapat pada suatu masyarakat, suku bangasa, negara hingga organisasi internasional.&lt;br /&gt;Jika kita melihat pada persfektif atau dimensi lain, maka pandangan dunia telah memandang pada bahasa. Dunia memandang bahwa bahasa adalah suatu instrumen yang sangat vital dalam segala hal atau segala aspek kegiatan kehidupan. Bahasa juga dapat dijadikan sebagai alat menyampaikan gagasan-gagasan internasional bagi seluruh umat manusia di muka bumi. Melalui bahasa internasional yang tentunya sudah diakui oleh penduduk bumi.&lt;br /&gt;Apalagi di jaman sekarang ini sudah ada translater (penerjemah) dari bahasa internasional ke bahasa nasional. Masing-masing bahasa dengan bahasanya yang sudah disusun secara sempurnadari segi tata bahasanya. Kini, bahasa dijadikan sebagai kekuatan budaya serta tidak lupa juga sosial oleh seluruh orang. Siapa yang bisa berbahasa secara internasional maka dari itu pula seseorang dapat dan mampu "menguasia dunia". Karena itu kini bahasa dijadikan sebagai sesuatu yang sangat penting oeh masyarakat di dunia.&lt;br /&gt;Karena dengan atau tanpa bahasa seseorang individu maupun kelompok masyarakat pada suatu negara tidak dapat melakukan transaksi. Mengapa, karena tidak adanya alat untuk menyampaikan maksud tertentu yaitu bahasa. Bahasa internasional yang dimaksud adalah bahasa inggris, karena bahasa inggris termasuk bahasa yang digunakan oleh hampir semua orang dibelahan dunia. Selain itu juga karena kebanyakan negara-negara menggunakan bahasa inggris. Bahasa merupakan jantung dari kehidupan karena tanpa bahasa seseorang tidak dapat menyampaikan maksud dan tujuannya.&lt;br /&gt;Semakin majunya dunia madern ini, sekarng bahasa internasional bertambah satu yaitu Mandarin. Tetapi mandarin ini belum menyebar luas, hanya ada di negara-negara tertentu. Dunia memandang dan melihat bahwa bahasa mandarin sudah bisa menjadi bahasa internasional. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;oleh:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;NAMA : FITRI&lt;br /&gt;NIM : 108015000075&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4265125017479892013?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4265125017479892013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-pandangan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4265125017479892013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4265125017479892013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/bahasa-dan-pandangan-dunia.html' title='BAHASA DAN PANDANGAN DUNIA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1133240835840706390</id><published>2010-06-12T13:04:00.016+07:00</published><updated>2010-06-22T19:31:22.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>Komunikasi Lintas Budaya</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;nama: Mochammad iqbal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nim : (108015000099) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;PENGERTIAN KOMUNIKASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.&lt;br /&gt;Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia.Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?&lt;br /&gt;Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Komunikator (siapa yang mengatakan?)&lt;br /&gt;Pesan (mengatakan apa?) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Media (melalui saluran/ channel/media apa?)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Komunikan (kepada siapa?) Efek (dengan dampak/efek apa?). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;PENGERTIAN BUDAYA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;“Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.” (Hlm. 2-18 alinea I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Komunikasi lintas budaya merupakan salah satu bidang kajian Ilmu Komunikasi yang lebih menekankan pada perbandingan pola-pola komunikasi antar pribadi diantara peserta komunikasi yang berbeda kebudayaan. Pada awalnya, studi lintas budaya berasal dari perspektif antropologi sosial dan budaya sehingga kajiannya lebih bersifat depth description, yakni penggambaran yang mendalam tentang perilaku komunikasi berdasarkan budaya tertentu.&lt;br /&gt;Banyak pembahasan komunikasi lintas budaya yang berkisar pada perbandingan perilaku komunikasi antarbudaya dengan menunjukkan perbedaan dan persamaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Persepsi, yaitu sifat dasar persepsi dan pengalaman persepsi, peranan lingkungan sosial dan fisik terhadap pembentukan persepsi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kognisi, yang terdiri dari unsur-unsur khusus kebudayaan, proses berpikir, bahasa dan cara berpikir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan relativitas, tujuan-tujuan institusionalisasi; dan Kepribadian, misalnya tipe-tipe budaya pribadi yang mempengaruhi etos, dan tipologi karakter atau watak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMAHAMI PERBEDAAN-PERBEDAAN BUDAYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah gaya hidup unik suatu kelompok manusia tertentu. Budaya bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh sebagian orang dan tidak dimiliki oleh sebagian orang yang lainnya – budaya dimiliki oleh seluruh manusia dan dengan demikian seharusnya budaya menjadi salah satu faktor pemersatu.&lt;br /&gt;Pada dasarnya manusia-manusia menciptakan budaya atau lingkungan sosial mereka sebagai suatu adaptasi terhadap lingkungan fisik dan biologis mereka. Individu-individu sangat cenderung menerima dan mempercayai apa yang dikatakan budaya mereka. Mereka dipengaruhi oleh adat dan pengetahuan masyarakat dimana mereka tinggal dan dibesarkan, terlepas dari bagaimana validitas objektif masukan dan penanaman budaya ini pada dirinya. Individu-individu itu cenderung mengabaikan atau menolak apa yang bertentangan dengan “kebenaran” kultural atau bertentangan dengan kepercayaan-kepercayaannya. Inilah yang seringkali merupakan landasan bagi prasangka yang tumbuh diantara anggota-anggota kelompok lain, bagi penolakan untuk berubah ketika gagasan-gagasan yang sudah mapan menghadapi tantangan.&lt;br /&gt;Setiap budaya memberi identitas kepada sekolompok orang tertentu sehingga jika kita ingin lebih mudah memahami perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masing-masing budaya tersebut paling tidak kita harus mampu untuk mengidentifikasi identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMAHAMI DAN MENDEFINISIKAN KOMUNIKASI DAN BUDAYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi lintas budaya terjadi bila pengirim pesan adalah anggota dari suatu budaya dan penerima pesannya adalah anggota dari suatu budaya yang lain. Oleh karena itu, sebelum membicarakan Komunikasi Lintas Budaya lebih lanjut kita akan membahas konsep komunikasi dan budaya dan hubungan diantara keduanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang komunikasi akan diawali dengan asumsi bahwa komunikasi berhubungan dengan kebutuhan manusia dan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manusia-manusia lainnya. Kebutuhan berhubungan sosial ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada komunikan. Dan proses berkomunikasi itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin tidak dilakukan oleh seseorang karena setiap perilaku seseorang memiliki potensi komunikasi.&lt;br /&gt;Proses komunikasi melibatkan unsur-unsur sumber (komunikator), Pesan, media, penerima dan efek. Disamping itu proses komunikasi juga merupakan sebuah proses yang sifatnya dinamik, terus berlangsung dan selalu berubah, dan interaktif, yaitu terjadi antara sumber dan penerima.Proses komunikasi juga terjadi dalam konteks fisik dan konteks sosial, karena komunikasi bersifat interaktif sehingga tidak mungkin proses komunikasi terjadi dalam kondisi terisolasi. Konteks fisik dan konteks sosial inilah yang kemudian merefleksikan bagaimana seseorang hidup dan berinteraksi dengan orang lainnya sehingga terciptalah pola-pola interaksi dalam masyarakat yang kemudian berkembang menjadi suatu budaya.&lt;br /&gt;Adapun budaya itu sendiri berkenaan dengan cara hidup manusia. Bahasa, persahabatan, kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan-tindakan sosial, kegiatan-kegiatan ekonomi dan politik dan teknologi semuanya didasarkan pada pola-pola budaya yang ada di masyarakat.&lt;br /&gt;Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat. Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki, agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek-objek materi dan milik yang diperoleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui usaha individu dan kelompok.(Mulyana, 1996:18)&lt;br /&gt;Budaya dan komunikasi tak dapat dipisahkan satu sama lain, karena budaya tidak hanya menentukan siapa bicara dengan siap, tentang apa dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan, dan kondisi-kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Budaya merupakan landasan komunikasi sehingga bila budaya beraneka ragam maka beraneka ragam pula praktek-praktek komunikasi yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pehamaman saya tentang komunikasi lintas budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas menurut Gidden” kita melihat diri kita ke cermin yang imajiner dimana kita bisa melihat perbedaan diri kita dengan orang dan melihat persamaan dengan orang lain. Jadi ketika kita melihat orang yang berbeda dengan kita sehingga kita membuat jarak dengan orang tapi terkadang kita mencoba untuk memahami orang lain dan membaur dengan orang lain. Ketika kita melihat orang yang memiliki persamaan dengan kita sehingga kita membuat berbaur dengan orang memiliki persamaan dengan kita. Oleh karena itu untuk memahami orang lain yang berbeda kultur kita membutuhkan perantara dengan menggunakan komunikasi lintas budaya untuk menghubungkan kita dengan orang lain yang berbeda sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.&lt;br /&gt;Didalam suatu masyarakat terdapat kebudayaan Mainstream dan kebudayaan subkultur. Kebudayaan mainstream adalah kebudayaan yang mendominasi terhadap kebudayaan lain sedangkan kebudayaan subkultur adalah kebudayaan yang terpinggirkan. Supaya tidak terjadi kesalahanpahaman antara kebudayaan mainstream yang telah mapan di masyarakat dengan kebudayaan subkultur yang kebudayaan minoritas, maka harus terjalin komunikasi diantara kebudayaan tersebut dengan menggunakan komunikasi lintas budaya kedua kebudayaan tersebut bisa memahami perbedaan kebudayaan diantara mereka.&lt;br /&gt;Komunikasi lintas budaya selain memiliki efek positif akan tetapi komunikasi lintas budaya memiliki efek negatif yaitu dengan menggunakan komunikasi lintas budaya suatu kebudayan bisa melakukan imperalisme kebudayaan terhadap kebudayaan lain.dengan komunikasi lintas budaya bisa terjadi hibriditas yaitu percampuran dua unsur kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan kebudayaan baru dan kreolisasi yaitu dua unsur kebudayaan yang berbeda tapi tidak menghilangkan identitas kebudayaan asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference:&lt;br /&gt;http://adiprakosa.blogspot.com/2008/09/pengertian-komunikasi.html&lt;br /&gt;http://seabass86.wordpress.com/2009/05/07/pengertian-budayadan-asal-usul-kebudayaan-serta-macam-macam-kebudayaan/&lt;br /&gt;http://etno06.wordpress.com/2010/01/10/alasan-mempelajari-komunikasi-lintas-budaya/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;nama: Mochammad iqbal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nim : (108015000099) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1133240835840706390?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1133240835840706390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1133240835840706390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1133240835840706390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya_12.html' title='Komunikasi Lintas Budaya'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6980771549136394911</id><published>2010-06-12T13:04:00.009+07:00</published><updated>2010-06-14T17:10:32.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'>KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.Pengertian Komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita sering berkomunikasi, namun mungkin sekali kita tidak memahami betul apa yang sedang dilakukan itu memenuhi syarat-syarat berkomunikasi yang baik dan benar. Salah satu cara untuk memahami komunikasi adalah dengan memahami pengertian komunikasi itu sendiri.&lt;br /&gt;Kata atau istilah komunikasi merupakan terjemahan bahasa inggris communication yang dikembangkan di amerika serikat dan komunikasipun berasal dari unsur pesurat kabaran, yakni jouenalism. Adapun definisi komunikasi dapat dilihat dari sudut, yaitu: dari sudut bahasa (etimologi) dan dari sudut istilah (terminologi). Komunikasi menurut bahasa atau etimologi dalam ensiklopedia umum diartikan dengan perhubungan, sedangkan yang terdapat dalam buku komunikasi berasal dari perkataan latin, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Comunicare, yang berarti berpartisipasi ataupun meberitahukan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Communis, yang berarti milik bersama ataupun berlaku dimana-mana.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Communis opinion, yang berarti pendapat umum ataupun pendapat mayoritas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Communico, yang berarti membuat sama. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga communication berasal dari kata latin communication yang juga bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya sama makna mereka.&lt;br /&gt;Komunikasi adalah transmisi informasi dari seorang individu atau kelompok kepad individu atau kelompok lain, komunikasi merupakan dasar semua bentuk interaksi social. Dalam konteks tatap muka, komunikasi tidak saja diperlihatkan melalui penggunaan bahasa semata-mata, tetapi menggunakan juga tanda-tanda tubuh yang membutuhkan interpretasi tentang apa yang dikatakan dan dibuat oleh orang lain. Dengan berkembangnya media tulisan dan elektronik, seperti radio, televise, atau computer, komunikasi mengubah relasi tatp muka dengan cepat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.Pengertian Budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah pengertian dari kebudayaan, yaitu yang berasal dari kata sansekerta Buddhayah sebagai bentuk dari buddhi, yang berarti budi atau akal. Bahasa inggrisnya adalah Culture yang berasal dari kata latin Colere, yang berarti mengolah, mengerjakan atau sebagai segala daya dan usaha manusia untuk mengubah alam.&lt;br /&gt;Dalam ensiklopedia umum, budaya diartikan sebagai keseluruahan warisan social yang dapat dipandang sebagai hasil karya yang tersusun menurut tata tertib teratur, biasanya terdiri daripada kebendaan, kemahiran tehnik, pikiran dan gagasan, kebiasaan dan nilai-nilai tertentu, organisasi social tertentu, dan sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C.&lt;strong&gt;Pengertian Komunikasi Lintas Budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi lintas budaya adalah: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu studi tentang perbandingan gagasan atau konsep dalam berbagai kebudayaan, &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbandingan antara satu aspek atau minat tertentu dalam satu kebudayaan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atau perbandingan antara satu aspek atau minat tertentu dengan satu atau lebih kebudayaan lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disini terlihat bahwa arti komunikasi anatar budaya itu lebih meliputi interaksi antarorang dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, dimana definisi komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang mempunyai perbedaan budaya, baik dari bahasa, symbol-simbol atau latar belakang di mana ia berada, komunikasi antar budaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi, apa makna verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan.&lt;br /&gt;Sedangkan komunikasi lintas budaya lebih menekankan pada perbandingan interaksi antar orang dari latar belakang budaya yang sama, atau perbandingan suatu aspek tertentu dari suatu kebudayaan dengan orang-orang dari suatu latar belakang budaya lain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D.Alasan mempelajari komunikasi lintas budaya menurut Litvin (1977)&lt;/strong&gt; : &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a.Dunia sedang menyusut dan kapasitas untuk memahami keanekaragaman budaya sangat diperlukan.&lt;br /&gt;b.Semua budaya berfungsi dan penting bagi pengalaman anggota-anggota budaya tersebut meskipun nilai-nilainya berbeda.&lt;br /&gt;c.Nilai-nilai setiap masyarakat se”baik” nilai-nilai masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;d.Setiap individu dan/atau budaya berhak menggunakan nilai-nilainya sendiri.&lt;br /&gt;e.Perbedaan-perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi-asumsi dan pola-pola budaya mendasar yang berlaku.&lt;br /&gt;f.Pemahaman atas nilai-nilai budaya sendiri merupakan prasyarat untuk mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai budaya lain.&lt;br /&gt;g.Dengan mengatasi hambatan-hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain kita memperoleh pemahaman dan penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia.&lt;br /&gt;h.Pemahaman atas orang lain secara lintas budaya dan antar pribadi adalah suatu usaha yang memerlukan keberanian dan kepekaan. Semakin mengancam pandangan dunia orang itu bagi pandangan dunia kita, semakin banyak yang harus kita pelajari dari dia, tetapi semakin berbahaya untuk memahaminya.&lt;br /&gt;i.Keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadap interaksi manusia ke pandangan multikultural.&lt;br /&gt;j.Perbedaan-perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan-perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan.&lt;br /&gt;k.Situasi-situasi komunikasi antar budaya tidaklah statik dan bukan pula stereotip. Karena itu seorang komunikator tidak dapat dilatih untuk mengatasi situasi. Dalam konteks ini kepekaan, pengetahuan dan keterampilannya bisa membuatnya siap untuk berperan serta dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang efektif dan saling memuaskan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E.Tujuan mempelajari komunikasi lintas budaya, menurut Litvin (1977)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a)Menyadari budaya sendiri&lt;br /&gt;b)Lebih peka secara budaya&lt;br /&gt;c)Memperoleh kapasitas untuk benar-benar terlibat dengan anggota dari budaya lain untuk menciptakan hubungan yang langgeng dan memuaskan orang tersebut.&lt;br /&gt;d)Merangsang pemahaman yang lebih besar atas budaya sendiri&lt;br /&gt;e)Memperluas dan memperdalam pengalaman seseorang&lt;br /&gt;f)Mempelajari keterampilan komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri.&lt;br /&gt;g)Membantu memahami budaya sebagai hal yang menghasilkan dan memelihara semesta wacana dan makna bagi para anggotanya&lt;br /&gt;h)Membantu memahami kontak antar budaya sebagai suatu cara memperoleh pandangan ke dalam budaya sendiri: asumsi-asumsi, nilai-nilai, kebebasan-kebebasan dan keterbatasan-keterbatasannya.&lt;br /&gt;i)Membantu memahami model-model, konsep-konsep dan aplikasi-aplikasi bidang komunikasi antar budaya.&lt;br /&gt;j)Membantu menyadari bahwa sistem-sistem nilai yang berbeda dapat dipelajari secara sistematis, dibandingkan, dan dipahami. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F.Strategi Komunikasi Lintas Budaya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Strategi komunikasi lintas budaya merupakan suatu strategi yang yang sangat penting dalam membangun sebuah organisasi, munculnya strategi komunikasi lintas budaya ini di dorong oleh faktor globalisasi yang semakin berkembang saat ini dan di dukung oleh keanekaragaman budaya yangterdapat dalam satu negara itu sendiri. Oleh sebab itu muncul-lah strategi komunikasi lintas budaya dimana dalam strategi ini terdapat cara untuk mengatasi perbedaan-perbedaan budaya.&lt;br /&gt;Semakin meningkatnya globalisasi dalam dunia bisnis, sebuah organisasi harus semakin jeli dan selektif dalam memilih strategi-strategi yang digunakan untuk mengatasi perbedaan budaya. Observasi dan evaluasi harus dilakukan se-efektif mungkin agar dapat menentukan dan membuat suatu strategi komunikasi lintas budaya yang efekti. Komparasi dengan teori-teori yang ada dapat mendukung suatu stretegi komunikasi lintas budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR REFERENSI&lt;br /&gt;Roudhonah. 2007. Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta Press.&lt;br /&gt;Liliweri, Alo. 2003. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKIS.&lt;br /&gt;Hardjana, Andre. 2000. System komunikasi Indonesia baru. Jakarta: BIKN.&lt;br /&gt;Http://sbektiistiyanto.files.wordpress.com/2008/02/klb-awal.ppt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nama: Adi Saepul Hamdi &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nim: (108015000090) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6980771549136394911?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6980771549136394911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6980771549136394911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6980771549136394911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/komunikasi-lintas-budaya.html' title='KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6152387727844338108</id><published>2010-06-12T12:53:00.003+07:00</published><updated>2010-06-14T17:13:42.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;FENOMENOLOGI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia-kehidupan (lebenswelt) adalah dasar makna yang telah dilupakan oleh ilmu pengetahuan”, begitulah ujar Husserl, pencetus fisafat fenomenologi. Dunia kehidupan adalah unsur sehari-hari yang membentuk kenyataan kita, unsur-unsur dunia sehari-hari yang kita libati dan hadapi sebelum kita meneorikan atau mereflesikannya secara filosofis. Dunia kehidupan memuat segala orientasi yang kita andaikan begitu saja dan kita hayati pada tahap-tahap yang paling primer. Sayangnya, dunia kehidupan itu sudah dilupakan. Kita kerap memaknai kehidupan tidak secara apa adanya, tetapi berdasarkan teori-teori, refleksi filosofis tertentu, atau berdasarkan penafsiran yang diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi kehidupan, dan kebiasaan-kebiasaan kita. Maka fenomenologi menyerukan zuruck zu de sachen selbt (kembali kepada benda-benda itu sendiri), yaitu upaya untuk menemukan kembali dunia kehidupan.&lt;br /&gt;Pemikiran fenomenologi bukan merupakan sebuah gerakan pemikiran yang koheren. Ia mungkin lebih merefleksikan pemikiran dari beberapa filsuf, termasuk didalamnya Edmund Husserl, Maurice Merleau Ponty, Martin Heidegger dan Alfred schutz. Pada bagian ini kita membahas dua garis besar dalam pemikiran fenomenologi: fenomenologi transedental seperti yang telah digambarkan dalam kerja Edmund Hursserl dan fenomenologi social yang digambarkan oleh Alfred Schutz. Meski dua pemikiran itu punya tujuan dan metode yang berbeda, mereka mempunyai kesamaan dari sudut pandang fenomenologi yang telah digaris bawahi oleh Deetz dalam hubungannya dengan studi komunikasi.&lt;br /&gt;Pertama dan prinsip paling dasar dari fenomenologi yang secara jelas dihubungkan dengan idealisme jerman dalam bab ini adalah bahwa pengetahuan tidak dapat ditemukan dalam pengalaman external tetapi dalam diri kesadaran individu. Jadi, fenomenologi lebih mengitari penelitian untuk pemahaman subjektif ketimbang mencari objektifitas sebab akibat dan penjelasan universal. Kedua, makna adalah derivasi oleh potensialitas sebuah objek atau pengalaman yang khusus dalam kehidupan pribadi. Dalam artian, makna sebuah pohon yang tumbuh dihalaman belakang dapat berkisar dalam makna indahnya dahan-dahan, keteduhan yang penuh hasrat, kicauan burung yang mendiami pohon itu atau sebuah halangan yang tidak diinginkan untuk menyatukan kontruksi makna tersebut. Esensinya, makna yang berasal dari suatu objek atau pengalaman akan bergantung pada latar belakang individu dan kejadian tertentu dalam hidup.&lt;br /&gt;Ketiga, kalangan fenomenolog percaya bahwa dunia dialami dan makna dibangun melalui bahasa. Asumsi ini mengikuti pendapat kalangan konstruktifisme social yang telah dibicarakan pada bab sebelumnya, ketiga dasar fenomeologi ini mempunyai perbedaan derajat signifikansi, bergantung pada aliran tertentu pemikiran fenomenologi yang akan dibahas.&lt;br /&gt;Fenomenologi transcendental (kadang disebut fenomenologi klasik) dicetuskan oleh Edmund Husserl (1859-1938), seorang fisikiawan dan ahli matematika yang kemudian memfokuskan dirinya pada isu-isu pundamental mengenai bagaimana kita dapat mengetahui dunia. Focus perhatiannya adalah tesis adalah keseharian hidup kita, esensi dari objek dan pengalaman menjadi kabur dengan konsep-konsep yang diterima begitu saja (taken for granted) yang kemudian menjadi sebuah kebenaran umum. Contohnya, interaksi kita di meja makan pada saat makan malam mungkin dikatakan sebuah kesepakatan mengenai siapa kita sebagai anggota keluarga, namun kita biasanya menerima interaksi ini begitu saja, serta makna yang mereka dapatkan. Karena kekaburan esensi pengalaman ini, Husserl percaya bahwa “inti usaha fenomenologi adalah untuk memurnikan sikap alamiah kehidupan sehari-hari dengan tujuan menerjemahkannya sebagai sebuah objek untuk penelitian filsafat secara cermat dan dalam rangka menggambarkan serta meperhitungkan struktur esensialnya”.&lt;br /&gt;Tujuan dari pemurnian ini, menurut Husserl telah dicapai melalui metode apoche. Metode ini meliputi pemberian tanda kurung (bracketing) atau menunda sikap-sikap alamiah dari hal-hal kehidupan yang diterima begitu saja dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih murni dari fenomena yang diinvestigasi. Menurut aliran fenomenologi transcendental, pemahaman yang benar atas sebuah fenomena dapat dinilai hanya bias-bias personal, sejarah, nilai dan keterkaitan dapat dimurnikan (meletakan dalam sebuah satuan pengalaman berdasarkan waktu investigasi.&lt;br /&gt;Berdasarkan pemikiran fenomenologi transcendental ini, filsuf-filsuf lain kemudian bergerak kesebuah pemikiran yang aktif terhadap dunia social dari pengalaman keseharian. Dalam wilayah yang dikenal sebagai fenomenologi social itu, tulisan Alfred schutz (1899-1959) telah mempunyai pengaruh yang kuat dalam kerja ilmuan sosiologi dan komunikasi,. Schutz menerima banyak prinsip dasar yang dibangun Husserl, kecuali ajaran tentang penundaan (pemberian tanda kurung) atas kehidupan dunia agar kemurnian dapat diperoleh. Dia membahas cara-cara agar intersubjektifitas kehidupan dunia dapat didekati dan dipahami. Dengan kata lain, schutz lebih menitikberatkan pada intensitas pembelajaran tentang lebenswelt, bukan pada prinsip pemberian tanda kurung atasnya (penundaan makna dan definisi kita terhadap realitas). Menurut schutz, keseharian kehidupan dunia ini dapat dipahami dalam term-term yang kemudian disebutnya sebagai perlambangan yang digunakan untuk mengorganisasikan dunia social.&lt;br /&gt;Dengan demikian, fenomenologi menunjuk banyak hal dasar yang penting bagi pemikiran interpretif. Fenomenologi transcendental dan fenomenologi social menegaskan pentingnya dunia kehidupan sehari-hari sebagai sebuah objek study. Keduanya juga mencatat bahwa pemahaman kita terhadap kehidupan dunia sering kabur oleh “kesangat lazimannya” untuk keluar darinya, fenomenologi social mempunyai sebuah pendekatan dan pembedaharan kata untuk menginterpretasikan kehidupan dunia dan menjadi sebuah pemahaman bagaimana sikap alamiah kehidupan sehari-hari dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: Ade Supriatna&lt;br /&gt;Nim: 108015000102 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6152387727844338108?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6152387727844338108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/fenomenologi-dunia-kehidupan-lebenswelt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6152387727844338108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6152387727844338108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/fenomenologi-dunia-kehidupan-lebenswelt.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-6032729788852972716</id><published>2010-06-11T08:05:00.009+07:00</published><updated>2010-06-14T16:43:59.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Masyarakat Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu asumsi pokok kelahiran Sosiolinguistik sebagai cabang ilmu Bahasa adalah bahwa masyarakat bahasa bersifat heterogen, baik antara satu masyarakat bahasa dengan masyarakat bahasa lainnya, atau pula di antara anggota dalam masyarakat bahasa yang sama. Heterogenitas itu ditandai oleh berbagai perbedaan sosial seperti status sosial, peran sosial, jenis kelamin, umur, latarbelakang etnik, lingkungan, pendidikan, dan agama. perkembangan yang cukup berarti setelah dua dekade belakangan ini mengenai batasan masyarakat bahasa.&lt;br /&gt;Bagi Dell Hymes (1972), masyarakat bahasa adalah semua anggota masyarakat tidak hanya menggunakan satu aturan yang sama secara bersama-sama dalam berbicara, tetapi juga menggunakan setidak-tidaknya satu variasi bahasa yang sama. Hymes memandang bahwa syarat aturan (rules) dan variasi (variety) yang sama harus dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, jika ia ingin diakui dalam lingkup masyakarakat bahasa yang sama.&lt;br /&gt;Pandangan di atas mulai bergeser ketika orang sudah dapat mengerti satu sama lain walaupun mereka menggunakan aturan dan variasi yang berbeda. Pergeseran ini terjadi akibat desakan zaman yang umum dikenal sebagai globalisasi atau pensejagatan yang benar-benar tidak terbendung lagi. Penduduk dengan segala atribut yang mengikutinya, tidak terkecuali bahasa, berpindah secara geografis atau maya dalam ruang yang nyaris tidak berbatas. Teknologi transportasi yang canggih telah memudahkan orang berpindah tempat, dan teknologi maya yang super canggih telah pula memudahkan orang untuk berkomunikasi tanpa harus bergerak dari tempat tinggalnya. Web pengetahuan bahasa lokal, regional, maupun internasional semakin bertambah dalam pikiran orang-orang yang menggunakan jasa teknologi di atas, bahkan orang-orang semacam ini semakin lama semakin banyak jumlahnya. Walaupun realitas akan terus bergerak, namun definisi masyarakat bahasa pun sewajarnya diredefinisi seperti dikemukakan Spolsky (2003: 24) bahwa aturan-aturan itu bisa saja sama atau berbeda.&lt;br /&gt;Baginya, ketika semua orang berbicara dalam satu bahasa dengan menggunakan fonologi dan tatabahasa yang sama atau berbeda secara bersama-sama, ketika itu mereka dapat dikategorikan sebagai satu kelompok masyarakat bahasa. Tentunya bahasa yang digunakan tidak menjadi kendala terhadap pemahaman mereka satu sama lain.&lt;br /&gt;Batas-batas yang semakin mencair sebenarnya menyulitkan orang untuk mengidentifikasi secara persis si A termasuk anggota masyarakat bahasa A, dan si B termasuk anggota masyarakat B karena fenomena seseorang menjadi multilingual sekaligus multikultural sekarang ini sangat mungkin terjadi. Fenomena yang terus bergulir ini semakin menemukan titik terang terhadap asumsi awal kaum sosiolinguis yang bersikukuh bahwa masyarakat bahasa tidak pernah ideal dalam sifat kehomogenan, sebaliknya masyarakat bahasa selalu heterogen, bahkan mutlak heterogen.&lt;br /&gt;Yang menarik dari heterogenitas itu adalah bahwa realitas perbedaan sosial memberi atau memperoleh dampak pemakaian bahasa. Semua dampak yang ditimbulkan dalam pemakaian bahasa ini dipelajari dalam kerangka etnografi komunikasi. Dalam studi sosiolinguistik, etnografi komunikasi ini merupakan akses untuk meneliti fenomena kebahasaan lebih mendalam karena dalam upaya pemerian komunikasi inilah terkandung unsur-unsur bahasa yang dituturkan secara alami (naturally occuring language) berikut dengan segenap konteks yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;Clifford Geertz, antropolog dunia yang terkenal karena banyak penelitiannya dilakukan di Jawa, menyatakan bahwa untuk memahami sebuah ilmu yang pertama harus diamati bukanlah teori-teori atau hasil penemuannya, bukan pula pembelaannya, tetapi lihatlah apa yang dilakukan oleh pemakai ilmu itu. Apa yang dilakukan mereka adalah etnografi. Dalam konteks ilmu antropologi, etnografi yang dimaksud adalah sebuah deskripsi perilaku dalam sebuah kebudayaan tertentu yang dihasilkan dari kerja lapangan (fieldwork). Lebih spesifik, Geertz berpendapat bahwa etnografi adalah upaya menginterpretasikan makna suatu perilaku yang mengacu pada pengelompokan budaya tempat perilaku itu dihasilkan, dirasakan, dan ditafsirkan. Konsep-konsep ini tentunya sangat bermanfaat menjadi dasar dalam kajian Sosiolinguistik berikutnya.&lt;br /&gt;Dalam sosiolinguistik Dell Hymes tidak membedakan secara eksplisit antara bahasa sebagai sistem dan tutur sebagai keterampilan. Keduanya disebut sebagai kemampuan komunikatif (communicative competence). Kemampuan komunikatif meliputi kemampuan bahasa yang dimiliki oleh penutur beserta keterampilan mengungkapkan bahasa tersebut sesuai dengan. fungsi dan situasi serta norma pemakaian dalam konteks sosialnya.Kemampuan komunikatif yang dimiliki individu maupun kelompok disebut verbal repertoire. Jadi verbal repertoire dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu verbal repertoire yang dimiliki individu dan yang dimiliki masyarakat. Jika suatu masyarakat memiliki verbal repertoire yang relatif sama dan memiliki penilaian yang sama terhadap pemakaian bahasa yang digunakan dalam masyarakat disebut masyarakat bahasa.Berdasarkan verbal repertoire yang dimiliki oleh masyarakat, masyarakat bahasa dibedakan menjadi tiga, yaitu&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masyarakat monolingual      (satu bahasa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;masyarakat bilingual (dua      bahasa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;masyarakat multilingual      (lebih dari 2 bahasa)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Nama : Khairul Anwar&lt;br /&gt;NIM : 108015000088&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-6032729788852972716?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/6032729788852972716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dalam-sosiolinguistik-dell-hymes-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6032729788852972716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/6032729788852972716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/dalam-sosiolinguistik-dell-hymes-tidak.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2271431937214314276</id><published>2010-06-04T09:27:00.003+07:00</published><updated>2010-06-04T09:47:06.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA DAN KEBUDAYAAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat enam bulan yang lalu saat terakhir saya posting di blog ini, setelah saat itu tak pernah lagi saya posting atau sekedar mengecek keadaan blog sederhana yang saya buat ini.&lt;br /&gt;mungkin jika diibaratkan blog ini sebagai sebuah rumah, blog ini sudah penuh dengan debu di setiap sudut dan banyak laba-laba yang membuat sarang di celah-celah ruang, serta serangga-serangga lain yang datang dari negeri antah berantah.&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang jarang terjadi ini (karena sekarang jarang ngeblog) dan karena kebetulan juga mendapatkan tugas dari salah satu dosen, saya akan memposting beberapa artikel mengenai Bahasa dan Kebudayaan yang merupakan salah satu mata kuliah yang harus di ambil dalam perkuliahan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin beberapa hari kedepan sudah ada abeberapa artikel yang diposting. Saya tidak bisa langsung mempostingnya sekarang karena bahan postingannya sangat banyak dan harus di kerjakan oleh beberapa rekan.&lt;br /&gt;Ya.. semoga saja semuanya berjalan dengan lancar, sehingga semua artikel dapat dipostingkan dalam waktu dekat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2271431937214314276?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2271431937214314276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/assalamualaikum-wr-wb-jadi-teringat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2271431937214314276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2271431937214314276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/06/assalamualaikum-wr-wb-jadi-teringat.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-5586103899510897072</id><published>2010-01-26T19:02:00.009+07:00</published><updated>2010-01-26T19:44:02.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:130%;"  &gt;Tempatnya pulsa &lt;a href="http://www.pulsagram.com/" title="bisnis pulsa gratis"&gt;bisnis pulsa&lt;/a&gt; elektrik paling menguntungkan !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="table1" border="0" width="550"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="justify"&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Telah hadir terobosan baru  dalam bisnis pulsa&lt;br /&gt;Formula terbaik yang memberikan keuntungan maksimal kepada Anda !&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sistem pulsa viral marketing dg KEANGGOTAAN GRATIS !&lt;br /&gt;Deposit pulsa bebas tanpa batas minimal&lt;br /&gt;Harga  voucher elektrik pulsa &lt;a href="http://www.pulsagram.com/products.php?id=CN024690"&gt;MURAH !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sistem jaringan dan  pemasaran pulsa MUDAH &amp;amp; FAIR&lt;br /&gt;Income pasif &amp;amp; berbagai bonus yang  melimpah !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt; &lt;b&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Bedakan dengan sistem bisnis pulsa  yang lain ! &lt;/span&gt;   &lt;/b&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="justify"&gt;  &lt;td colspan="2" valign="top"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 0);"&gt;TANPA BIAYA REGISTRASI apa pun (  Gratis / FREE !) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadikan HP Anda sebagai "aset" yang membanjiri  rekening Anda   &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Arial;" &gt;Dapatkan!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;  Bonus Rp 275 Juta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Arial;" &gt; Plus!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Pasif income Rp 2 Milyar / bulan !!!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td align="left" height="134" valign="top" width="445"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Hanya dengan mendaftarkan  satu nomer GSM saja    (GRATIS), anda sudah dapat melakukan isi pulsa ke semua    nomer GSM dan CDMA. Bisa digunakan untuk isi pulsa handphone anda    sendiri, keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar Anda. Bahkan bagi    Anda pengelola counter pulsa pun dapat menggunakan sistem pulsa bisnis ini    dengan menguntungkan !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dapatkan juga fasilitas web replika dan    tool-tool Gratis di member area ... dan    kembangkan jaringan bisnis pulsa Anda di seluruh Indonesia tanpa batas wilayah    !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Verdana;" &gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 0);"&gt;27 Alasan Mengapa Anda Harus  Bergabung &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Harga voucher pulsa &lt;b&gt;  SANGAT MURAH&lt;/b&gt; !&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Biaya &lt;b&gt;registrasi GRATIS&lt;/b&gt; tanpa dipungut biaya apa pun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Biaya &lt;b&gt;SMS reply Rp 0,-&lt;/b&gt; (   GRATIS )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Jumlah nominal &lt;b&gt;deposit   pulsa BEBAS&lt;/b&gt; tanpa ada minimal jumlah deposit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Fasilitas jaringan   pemasaran dg &lt;b&gt;sistem matahari sampai 10 level&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Mendapatkan &lt;b&gt;Web Replika&lt;/b&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;http://www.pulsagram.com/?id=user_anda&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; sehingga Anda dapat dengan mudah   mengembangkan jaringan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Bonus Komisi transaksi&lt;/b&gt; Rp 50/transaksi   sampai 10 level&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Transaksi pulsa &lt;b&gt;ONLINE 24   jam&lt;/b&gt; sehari NONSTOP&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bisa transaksi pengisian   pulsa via &lt;b&gt;SMS maupun chat YM&lt;/b&gt; dengan cepat &amp;amp; gratis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tersedia &lt;b&gt;Web Reporting&lt;/b&gt; untuk memantau transaksi dan perkembangan downline&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;1 Simcard untuk isi   pulsa &lt;b&gt;semua HP GSM / CDMA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Fasilitas paralel No HP   master sampai 5 nomor HP&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dukungan penuh &lt;b&gt;customer   service 7 hari seminggu&lt;/b&gt; tanpa libur jam 08.00-21.00&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dukungan penuh kontak   layanan melalui &lt;b&gt;telepon, SMS &amp;amp; YM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Didukung perangkat server   terbaru sehingga lebih menjamin &lt;b&gt;transaksi pulsa stabil&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dapat transfer deposit, &lt;b&gt;pencairan komisi dlm   bentuk tunai&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Tidak ada target&lt;/b&gt; penjualan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pendaftaran member baru &lt;b&gt;dapat dilakukan oleh setiap member&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Peluang usaha yang &lt;b&gt;sangat   mudah&lt;/b&gt; (produk yg dijual dibutuhkan semua orang) dan resiko rendah &lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dapatkan berbagai macam &lt;b&gt;tool &amp;amp; software gratis di member area&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Memiliki sistem &lt;b&gt;jaringan   pemasaran online yang sangat FAIR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sistem bisnis pulsa dengan   formula terbaru yang &lt;b&gt;lebih menguntungkan&lt;/b&gt; dan lebih memudahkan Anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Bebas Rugi&lt;/b&gt; karena tanpa   biaya dan pungutan apa pun sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa   pun untuk bergabung dengan kami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Potensi &lt;b&gt;income pasif   Anda Milyaran rupiah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Meskipun GRATIS &lt;b&gt;Bonus tetap melimpah&lt;/b&gt; total &lt;b&gt;Rp 275.250.000,-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Real Bisnis&lt;/b&gt;, Tidak ada   target penjualan karena murni bisnis, hasil yang anda peroleh tergantung   dari segi semangat anda berusaha menuju kehidupan yang lebih baik,untuk anda   maupun orang-orang yang anda cintai. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Jadilah yang pertama.   Jangan menunggu menjadi orang terakhir. Karena Anda pasti akan menyesal di   kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikannya anda bisa langsung mendaftar &lt;a href="http://www.pulsagram.com/indexCN024690.htm" target="new"&gt; di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan khawatir, ini bukan penipuan berkedok bisnis pulsa, untuk memastikannya anda bisa melihat legalitas bisnis ini &lt;a href="http://www.pulsagram.com/legalitasCN024690.htm" target="new"&gt; di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan juga kesaksian dari para member yang telah bergabung &lt;a href="http://www.pulsagram.com/testimonialsCN024690.htm" target="new"&gt; di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses!!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-5586103899510897072?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/5586103899510897072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/01/tempatnya-pulsa-bisnis-pulsa-elektrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5586103899510897072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5586103899510897072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/01/tempatnya-pulsa-bisnis-pulsa-elektrik.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2282983757547586930</id><published>2010-01-18T21:13:00.006+07:00</published><updated>2010-01-20T06:05:36.497+07:00</updated><title type='text'>Alertpay</title><content type='html'>&lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d"&gt;&lt;img src="http://www.alertpay.com/banners/ban_03.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d" target="new"&gt; Alertpay &lt;/a&gt; adalah sebuah alat pembayaran atau payment processor  atau pengiriman uang melauli internet secara cepat dan aman. Bagi Para Moneyseeker dan pebisnis yang berkecimpung dalam internet seperti internet marketing, wajib memiliki akun alertpay untuk memudahkan aktifitas bisnisnya.&lt;br /&gt;Bagi anda yang mengikuti program seperti PTC, PTS, PTR dan program affiliasi, saya katakan wajib memiliki akun &lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d" target="new"&gt; Alertpay &lt;/a&gt;. Karena hampir semua program-program di atas menggunakan jasa &lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d" target="new"&gt; Alertpay &lt;/a&gt;untuk melakukan pembayaran.&lt;br /&gt;Nah, bagi yang belum memiliki akun &lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d" target="new"&gt; Alertpay &lt;/a&gt; silahkan mendaftar &lt;a href="https://www.alertpay.com/?GdbgKpD%2fEjI1y3ebKqU9xg%3d%3d" target="new"&gt; di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alertpay menjaga dengan baik kerahasiaan informasi pribadi anda, sehingga apapun tidak dapat mengakses informasi anda sehingga anda nyaman dalam bertransaksi. Hal ini dikarenakan alertpay menggunakan sistem keamanan dengan tekhnologi Calledsecuresocket layer, Sehingga uang anda akan aman dari tangan-tangan yang gatel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2282983757547586930?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2282983757547586930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/01/alertpay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2282983757547586930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2282983757547586930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2010/01/alertpay.html' title='Alertpay'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-7136661465893474291</id><published>2009-12-27T21:34:00.006+07:00</published><updated>2010-01-01T22:06:04.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis internet'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;PTC (Paid To Click)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dibayar untuk Klik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawan-kawan yang punya fasilitas internet di rumah, jangan cuma buat main game, cari tugas kuliah atau sekolah, atau download film-film.&lt;br /&gt;Tetapi kawan-kawan juga bisa memanfaatkan  fasilitas tersebut untuk mendapatkan tambahan penghasilan atau uang jajan.&lt;br /&gt;Bagaimana cara nya?&lt;br /&gt;yaitu dengan cara ikut program PTC (Paid To Clik)&lt;br /&gt;Pada umumnya para pengguna internet sudah tau apa itu PTC, tapi disni saya akan coba sedikit menjelaskan yang saya ketahui mengenai PTC untuk kawan-kawan yang mungkin belum tahu mengenai PTC.&lt;br /&gt;1. Apa itu PTC?&lt;br /&gt;PTC (Paid To Clik) adalah program dimana kita akan dibayar untuk mengklik.&lt;br /&gt;2. Apa yang kdi klik?&lt;br /&gt;disini kita mengklik iklan&lt;br /&gt;3. Apakah menggunakan modal?&lt;br /&gt;modal yang di gunakan cuma komputer di rumah yang ada fasilitas internet serta sedikit waktu dan semangat yang tinggi.&lt;br /&gt;4. Tidak perlu investasi uang?&lt;br /&gt;investasi uang bisa di lakukan belakangan, jika anda baru mencoba PTC, lebih baik yang gratis dulu&lt;br /&gt;5. Bagaimana cara kerjanya?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama anda harus mendaftar di website PTC, saya beri satu link website PTC&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.zumin-ads.com/index.php?ref=rulz"&gt;&lt;img src="http://zumin-ads.com/join.php?u=NGN05K1LC52VH4Y" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zumin-ads adalah salah satu situs Paid To Click (PTC) Indonesia dimana member mendapatkan Rp. 100,- untuk setiap iklan yang dilihat selama 30 detik dan juga mendapatkan Rp. 50,- Per refferal klik.&lt;br /&gt;Bagi anda yang penasaran atau berminat silahkan &lt;a href="http://www.zumin-ads.com/index.php?ref=rulz" target="new"&gt; klik di sini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/smile.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-7136661465893474291?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/7136661465893474291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/12/ptc-paid-to-click-dibayar-untuk-klik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7136661465893474291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/7136661465893474291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/12/ptc-paid-to-click-dibayar-untuk-klik.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3391668343150449821</id><published>2009-11-06T19:50:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T20:30:18.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Enam Kebutuhan Dasar Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;          Dalam bukunya How to Live 365 Days a year (Bagaimana hidup selama 365 hari setahun) Schindler membuat daftar enam kebutuhan dasar.&lt;br /&gt;          Di bawah ini merupakan keenam kebutuhan dasar / utama pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan akan cinta. Ada satu rasa yang paling di butuhkan oleh manusia, dan manusia tak bisa menolaknya, yakni rasa kasih sayang. Manusia akan terus dipengaruhi oleh rasa kasih sayang, mulai dari lahir hingga kembali ke dalam tanah (meninggal).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar kedua adalah keamanan. Menurut beberapa psikiater, bahwa seluruh kepribadian anak akan terganggu bila ia terlalu cepat disapih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar ketiga adalah kebutuhan untuk mengekspresikan sesuatu secara kreatif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar yang keempat adalah kebutuhan akan penghargaan. Tak ada manusia yang tak ingin di beri penghargaan, dalam bentuk apa pun&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan yang kelima adalah kebutuhan akan pengalaman-pengalaman baru.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar yang keenam adalah harga diri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3391668343150449821?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3391668343150449821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/11/enam-kebutuhan-dasar-manusia-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3391668343150449821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3391668343150449821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/11/enam-kebutuhan-dasar-manusia-dalam.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4170029137556874526</id><published>2009-10-28T09:25:00.004+07:00</published><updated>2009-11-03T20:33:24.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Kisah-kisah menarik nan asyik</title><content type='html'>Kisah-kisah ini diriwayatkan dalam kitab al-Ibriz dan dinukil oleh guru Sayyid Hassan bin Abdul Aziz ad-Debbagh al-Hassani al-Tijani al-Gannouni al-Sukayriji radliyallahu anhu. Kitab yang berjudul “Al-Ibriz min Kalami Sayyidi Abdul Aziz ad-Dabbagh” yang disusun oleh Sayyid Ahmad bin al-Mubarak al-Sijilmasi al-Maliki radliyallahu anhu. Kami menerjemahkannya dengan terjemahan bebas agar lebih mudah dicerna. Mudah-mudahan jadi renungan bagi kita kita semua :&lt;br /&gt;PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala, ada seseorang yang bernama Abdul Ali yang memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan menemukan seorang Syaikh untuk membimbingnya. Sampai akhirnya Abdul Ali mendengar bahwa disuatu tempat ada seorang Syaikh yang dikenal sebagai salah seorang Waliyullah. Abdul Ali kemudian menjual hartabendanya dan berangkat menemui Syaikh tersebut. Sayangnya, Syaikh tersebut sebenarnya adalah seorang pembohong dan berpura-pura sebagai seorang Syaikh, malahan Syaikh gadungan tersebut suka bermain perempuan dan minum-minuman keras. Abdul Ali yang polos dan jujur, memiliki Prasangka yang Baik terhadap Syaikh-nya dan meminta Syaikh tersebut untuk mengajarinya, Abdul Ali kemudian menyerahkan semua uang hasil penjualan harta bendanya kepada Syaikh gadungan. Syaikh gadungan tersebut kemudian menerima Abdul Ali sebagai murid, dan menyuruhnya untuk bekerja di ladang milik sang Syaikh gadungan. Bertahun-tahun Abdul Ali bekerja untuk Syaikh gadungan, tanpa kehilangan prasangka baik, ketulusan dan kejujuran hatinya. Sampai suatu ketika ada seorang Wali Quthub yang meninggal dunia, kemudian Allah Azza Wa Jalla akhirnya memilih Abdul Ali untuk menjadi Wali penerus dari sang Wali Quthub yang meninggal dunia tersebut. Allah memilih Abdul Ali menjadi Waliyullah karena ketulusannya dan kejujurannya ketika melayani Syaikhnya walaupun sebenarnya Syaikhnya tersebut adalah Syaikh gadungan!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- more --!&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA&lt;br /&gt;Dahulu kala, ada seorang Syaikh yang memiliki seorang murid yang sangat taat dan setia kepada gurunya. Kemudian Syaikh menguji muridnya tersebut, dan berujar :&lt;br /&gt;“Wahai muridku, apakah engkau mencintaiku?”&lt;br /&gt;kemudian dijawab si murid :” Tentu saja wahai guru”.&lt;br /&gt;Kemudian Syaikh kembali bertanya : “Siapakah yang lebih engkau cintai, aku ataukah ayahmu?”&lt;br /&gt;lalu dijawab si murid “Engkau, yang lebih kucintai wahai guru?” Syaikh berkata&lt;br /&gt;“Mari kita lihat, jika aku memerintahkanmu untuk membawa kepala ayahmu (e.q membunuh ayah kandungnya sendiri), apakah engkau akan mematuhiku?’&lt;br /&gt;Lalu dijawab si murid :” wahai guru, bagaimana aku tidak akan menaatimu? Engkau akan melihat (kepala ayahku) dengan segera.&lt;br /&gt;Kemudian si murid segera pulang kerumahnya, kala malam gelap gulita. Si murid masuk kerumahnya, dan melihat seorang laki-laki yang dia duga adalah ayahnya sendiri yang sedang melakukan hubungan seks dengan ibunya, sambil bersembunyi dan berlutut , dikala ayahnya sedang ada diatas tubuh ibunya, si murid akhirnya memenggal kepala ayahnya dan akhirnya membawa kepala ayahnya kepada sang guru. Sang guru kemudian berujar : Engkau sudah membawakan untukku kepala ayahmu!&lt;br /&gt;Lalu dijawab : Ya, inilah kepala ayahku.&lt;br /&gt;Lalu si guru berujar : Lihatlah baik-baik, kepala itu, benarkah kepala Ayahmu?&lt;br /&gt;Si murid memperhatikan kembali kepala yang dia bawa, namun akhirnya dia menyadari bahwa kepala yang dia bawa bukan kepala ayahnya, dan dia sudah membunuh orang lain. Akhirnya dijelaskan bahwa, pada malam tersebut, ayah kandungnya sedang pergi dan ibunya berselingkuh dengan seorang lelaki nasrani!! Dan si murid sebenarnya membunuh lelaki nasrani yang berselingkuh dengan ibunya!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA&lt;br /&gt;Seorang Syaikh yang memiliki banyak murid, berniat menguji murid-muridnya. Syaikh kemudian berkhalwat disuatu ruangan, sampai akhirnya murid-muridnya berkumpul di pintu ruangan tersebut. Saat murid-murid berkumpul, tiba-tiba ada seorang wanita (dan bukan istri Syaikh) masuk keruangan Syaikh. Murid-murid kemudian terkejut dan menyangka bahwa Syaikh telah melakukan suatu dosa besar, berzina dengan seorang perempuan. Sampai akhirnya murid-murid tidak percaya lagi kepada Syaikh dan meninggalkan Syaikh. Namun ada satu orang murid yang tetap bertahan dan tidak meninggalkan ruangan khalwat Syaikh, bahkan si murid kemudian membawakan air dalam wadah.&lt;br /&gt;Kemudian Syaikh keluar, dan bertanya&lt;br /&gt;“Apakah yang engkau lakukan dengan membawa air ini?&lt;br /&gt;Lalu dijawab :&lt;br /&gt;“Saya melihat seorang wanita masuk ke kamar engkau, dan mungkin engkau membutuhkan air untuk bersuci atau mandi besar, dan inilah air yang saya bawakan untuk engkau bersuci..”&lt;br /&gt;Syaikh menjawab&lt;br /&gt;Engkau masih mengikuti dan taat kepadaku, walaupun aku sudah melakukan dosa besar!&lt;br /&gt;Murid menjawab&lt;br /&gt;Ya, sesungguhnya sifat MA’SHUM (terbebas dari Dosa) hanyalah dimiliki para Nabi dan Rasul Alayhimussalam. Sedangkan Engkau, wahai Guru, hanyalah manusia biasa dan tidak Ma’shum dari dosa. Saya mengikutimu dan taat kepadamu, karena engkau manusia biasa yang lebih Alim daripadaku. Walaupun engkau berdosa, engkau masih tetap memiliki ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dari padaku. Oleh karena itulah aku taat kepadamu”!&lt;br /&gt;Lalu Syaikh berkata :&lt;br /&gt;Wahai muridku, sesungguhnya dunia itu nampak dalam bentuk seorang wanita. Lihatlah kedalam ruanganku ini, adakah wanita didalamnya?&lt;br /&gt;Si murid kemudian melihat ruangan khalwat gurunya, namun tidak menemukan wanita apapun.&lt;br /&gt;Ternyata, Syaikh dengan “Karamahnya” menampakkan bayangan seorang wanita kepada pandangan mata zhahir murid-muridnya. Padahal wanita tersebut sebenarnya tidak ada selain bayangan belaka untuk menguji murid-murid tersebut.&lt;br /&gt;Akhirnya, si murid lulus ujian dari Syaikh dan menjadi pewaris Syaikh.&lt;br /&gt;Nb: Muqodam sama dg Mursyid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4170029137556874526?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4170029137556874526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/kisah-kisah-ini-diriwayatkan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4170029137556874526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4170029137556874526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/kisah-kisah-ini-diriwayatkan-dalam.html' title='Kisah-kisah menarik nan asyik'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3502799600582905599</id><published>2009-10-27T18:53:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T18:55:39.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai jilid 6</title><content type='html'>setiap pulang sekolah, mereka bertiga tidak langsung pulang. melainkan mampir dulu ke bengkel punya kakak kelasnya. disana mereka nonkrong sekalian belajar ngebengkel. dari belajar nambal ban, ganti oli, service ringan, bahkan sampai belajar memoditifikasi motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disana Bray, Tray, Ray belajar ngebengkel sama mechanic yang bernama bang ucok. bang ucok sangat baik mau mengajarkan seputar motor. bahkan disana kami sering diberikan makan dan rokok gratis. kami disana juga bantu-bantu dibengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo malam kami pun sering tidur dibengkel, sehabis kami melihat anak buah bang ucok turun ngetrak dijalanan ibu kota. itu merupakan salah satu cara promosi bengkel bang ucok. karena disana banyak biker-biker yang ikut nonton. dijalanan ibu kota bukan hanya orang ngetrak saja melainkan juga ada anak-anak comunity club motor yang nongkrong juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah dsatu malam kami diajak untuk ikut turun ngetrak dijalanan, tapi yang mau hanya si Tray saja. Tray memakai motor Ninja RR bang ucok yang tentu bukan standar lagi. malam itu taruhan sebesar 1 juta. yang modalin taruhan itu dari uang kantong sendiri, karena bang ucok tidak mau modalin taruhan dikarenakan tidak mengetahui apakah si Tray sanggup menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siTray langsung mengambil uang ke Atm yang ada disekitar kawasan itu, panjang lintasan sekitar 5 Km. si Tray dengan bermodal penasaran, dia memberanikan diri untuk ikut turun ngetrak dijalan. tapi tidak disangka siTray, akhirnya memenangkan balapan itu. uang 1 juta yang dimenangkan olehnya dibagi2kan ke anak-anak bengkel bang ucok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami bertiga walaupun setiap malam keluyuran dijalanan, kami tidak pernah bolos sekolah, kami diberikan kepercayaan ama orang tua untuk keluyuran dijalanan dengan syarat sekolah harus tetap berjalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3502799600582905599?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3502799600582905599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3502799600582905599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3502799600582905599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-6.html' title='3 serangkai jilid 6'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1080748547246927786</id><published>2009-10-27T18:50:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T18:52:41.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai jilid 5</title><content type='html'>setelah masa Mos, mereka bertiga ternyata mendapatkan kelas yang sama. mereka memilih tempat duduk yang bersampingan. hari pertama belajar d sma, ternyata mereka ditantang sama kakak kelas untuk berduel. tentu mereka bertiga menerima tantangan itu karena mereka sering ribut pada waktu Smp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kakak kelas mereka bilang ke mereka "bahwa ini masa mos kedua yang wajib di ikuti adik-adik kelas". aturan sederhana 1 anak akan melawan 3 kakak kelas, syarat hanya sampai ada menyerah saja, akan tetapi dilarang menyerah sebelum bonyok dipukuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tray n Ray menantang kakak kelasnya untuk 10 orang untuk melawan mereka. ternyata jagoan d sma itu menerima tantangan itu. mereka janjian akan berduel dilapangan bola dekat Sekolahan setelah pulang sekolah. Bray ternyata tidak setuju dikarenakan takut akan dikenakan sanksi oleh sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tray berkata" jangan takut kok kita berantem diluar waktu sekolah", habis pula kalo kena sanksi juga bukan kepada kita, kan kita korban tradisi Sma ini. ya udah kita enjoy aja dulu?,&lt;br /&gt;yuk kita cari kenalan kakak kelas yang cantik-cantik. urusan nanti biarkan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidak terasa, sekarang untuk waktunya untuk pulang sekolah. "ayo kawan-kawan kita ke lapangan", kata Tray. mereka langsung ke lapangan bola, ternyata bukan mereka bertiga saja yang akan diseleksi sama kakak kelas tetapi semua anak kelas satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tray semakin geram melihat tingkah laku kakak kelasnya, dia menanyakan kepada kakak kelas, siapa yang jadi pentolan sma ini?, lalu ada kakak kelas yang berbadan kekar maju dan berkata" bahwa gw pentolan disini dan apa mau lw?, Tray berkata" begini saja gw lawan lw saja", dan semua anak kelas satu jangan ikut-ikut tanding kalo gw menang. tapi kalo gw kalah uang jajan gw setahun buat lw", setuju ga lw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentolan bilang" ok kalo itu taruhannya", tapi w boleh memakai senjata?, Tray menjawab" silakan saja". lalu Bray menghampiri kawannya sambil berkata" iya lw ga kan kalah akan tetapi pasti akan ada cedera dan akan menjadi urusan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar w masuk penjara tidak masalah buat w, yang terpenting anak-anak yang sok jagoan ini harus diberi pelajaran. pentolan mengambil sebuah samurai panjang dan membawa berlari menuju ke Tray. Tray dengan santai menyuruh Bray meminggir dari hadapannya. Tray tidak menghindar sama sekali, karena yakin dengan ajian yang dipelajarin kan bisa dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang benar ternyata pentolan terpental jauh ketika mau menghampiri Tray, lalu pentolan tidak mau kalah. dia tetap berlari membawa samurai sambil juga membaca ajian yang dia miliki. akan tetapi tetap sang pentolan jatuh tanpa di apa-apakan oleh si Tray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah setengah jam berduel, sang pentolan tidak bisa mengenai Tray. dengan wajah bingung pentolan salut terhadap Tray. pentolan berkata" apa nama ajian yang lw miliki?", Tray menjawab "ini ismu Adzom", mulai sekarang lw harus ikut setiap tawuran yang dilakukan oleh sma ini. Tray menjawab," setiap diatas gunung masih ada langit, jadi buat tawuran kalo cuma untuk gengsi-gengsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini saja, kalo lw pada seneng berantem lebih baik ikut beladiri dan harumkan nama Sma kita. daripada nama sma kita terkenal dengan tawuran saja. coba bayangkan ketika lw pada tawuran ada yang tewas ternyata itu lw, bagaimana keadaan orang dirumah lw?, apakah ortu lw pada bangga?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1080748547246927786?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1080748547246927786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1080748547246927786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1080748547246927786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-5.html' title='3 serangkai jilid 5'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1285071593530938731</id><published>2009-10-27T18:49:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T18:49:55.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai jilid 4</title><content type='html'>3 serangkai setelah berlibur dlibur lulusan smp, akhir mereka memilih kemana mereka melanjutkan?, akhir mereka mengambil keputusan yg sama yaitu untuk melanjutkn ke sma favorit.lalu mereka mendaftar k sebuah sma yg favorit karena sma ini merupakan sma yg terbaik baik dari segi formalitas maupun dbidang eks schoolna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka mendaftar n mengikuti ujian masuk,akhirna mereka dterima. lalu mereka mengikuti Mos(masa orientasi siswa). pada saat Mos mereka dsuruh bawa2 bermacam2 atribut yg aneh2. maklum mau dkerjain ama kakak2 kelas. mau tidak mau harus ikut karena sudah peraturanna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sepakat pd malamna utk menjadi siswa yg terkenal pd waktu mos, lalu mereka taruhan kalo yg g bsa jd murid terfavorit mereka harus memberi jajan ke pemenang selama seminggu. mereka semua sepakat utk mengikuti rulesna tanpa ada yg merasa putus asa, dg gaya mereka yg pd habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, mereka berani melakukan apa saja yg disuruh oleh kakak kelasna yg menjadi panitia. misalna si Bray dsuruh memakai pakian cwe yg sdh disiapkan oleh panitia sambil bernyayi, otomatis smwna menertawakan s Bray, karena bray mirip kayak cwe benaran.&lt;br /&gt;maklum Bray itu wajah bsa diubah2 menjadi apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si Ray dsuruh untuk mengajak bernyanyi dg cwe yg paling cuantiq&amp;seksi pada mos itu, tanpa rasa malu2 dy mengajak cwe itu bernyanyi tapi s cwe menerima ajakan apabila si Ray mau mengucapkan puisi romantis bwatnya dan harus bisa bernyanyi dengan ibu kepala sekolah dulu baru itu cwe mau bernyanyi dg Ray, Ray juga menerima tantangannya dg syarat itu cwe harus nyanyi sambil bergoyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray meminta izin k Ibu kepsek utk mengajak bernyanyi dangdutan dg Ray, Ibu kepsek yg killer pun tunduk dg Ray. lalu Ray bernyanyi dg Ibu kepsek dan semua tertawa termasuk para guru yang melihat kegiatan mos itu. lalu Ray menagih janji dg cwe cuantiq itu,untuk bernyanyyi&amp;bergoyang dg Ray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tray dlm mos dkasih tugas untuk menjawab semua pertanyaan dari 3 guru dg topik pelajaran smp karena Tray berwajah sangar,kekar,seram habis dikirain oleh panitian bahwa Tray itu badan aj gede tapi otak kecil, tapi ternyata semua pertanya2an guru2 itu bsa djawab dg mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Mos yg 3 hari itu sudah berakhir dan besok mereka harus memulai belajar pelajaran sma, lalu sebelum pulang diumumkn siswa yg terfavorit dlm selama mos ternyata mereka bertiga tidak termasuj\k nomimasina, dan pemenang utama adalah cwe cuntiq&amp;seksi yg bergoyang dg Ray.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1285071593530938731?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1285071593530938731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1285071593530938731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1285071593530938731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-4.html' title='3 serangkai jilid 4'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-9022992443738361064</id><published>2009-10-27T18:45:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T19:26:48.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai jilid 3</title><content type='html'>Setelah liburan dirumah pamanna Bray " paman John", kami mengisi liburan kali berbeda dengan liburan dari yang lain-lainnya. Tray mengajak kami liburan ke Banten dirumah pamannya yang jago dengan ilmu kanuragannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kedua temannya penasaran,"apakah ilmu kayak begitu benar-benar ada? , maka mereka menerima tawaran Tray untuk mempelajari ilmu semacam itu. Bray hanya percaya kalo yang ada itu hanya bela diri kontak fisik dan tidak ada bela diri magic maka Bray mau. kalo si Ray mau gara-gara dy mau meminta diajarin ilmu memikat cewek,soalna Si Ray gampang sakit hati n tidak melupakan cewek yang memutuskan hubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akhir sepakat untuk berangkat hari senin jam 8 pagi,tapi kali tidak menggunakan motor. jadi kami pergi ke banten dengan menggunakan bis. di dalam bis Tray berkata," disana kita akan disuruh berpuasa untuk membuka tenaga dalam kita", Bray menyahut yang penting kita bisa belajar ilmu belajar diri, si Ray juga menyahut yang kita bisa memikat cewek yang telah menyakiti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kami sampai disebuah kampung,yang dimana dikampung itu warga-warganya agamis. warga dkampung sana kemana-kemana pergi menggunakan kain sarung baik cewek maupun laki-laki. bahasa yang dpergunakan adalah bahasa sunda n bahasa jawa.lalu pamannya TRay menyambut kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tray dan teman-teman mu mau liburan dirumah paman, "ya paman kami mau belajar ilmu kebal bacok buat jaga diri nanti kan kami mau melanjutkannya ke Stm. paman menjawab,"&lt;br /&gt;tidak usah belajar kebal bacok,kalo kalian tidak suka mengusik oramng", "ya paman", jangan disamakan disini dengan drumah Tray. kalo dilingkungan sekolah sana baik yang suka usik maupun tidak pasti ada aja yang mengusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo benar begitu, tapi apakah kalian mau tinggal disini selama sminggu dan berpuasa untuk amalan yang dberikan. tapi semua ini berhasil atau tidak serahkan ke Allah saja. kalo begitu sekarang kalian istirahat. nanti malam paman mau memberikan wiridannya berserta pantangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas habis shalat isya, kami dikumpulkan dan dberikan sebuah wiridan, wiridan ada dua yaitu yang berisi ayat-ayat al qur'an dan berisi jangjawokan berupa bahasa jawa. paman Tray berkata," sumber semua ilmu itu datang dari Allah, barang siapa yang sombong ilmu itu akan tercabut dari diri dengan sendirinya", pantangannya amalan yang paman hanya satu yaitu sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3 pagi kami dbangunkan oleh paman untuk sahur, kami kira sahur makan dengan satu piring tapi kami hanya makan satu genggaman tangan saja. hari pertama kami belum biasa puasa dg sahur segenggaman tangan, tapi 6 hari kemudian kami terbiasa dan kami semua lulus dri puasa itu tapi pas hari terakhir pamannya berkata, " itu akan lulus jika kalian dites bacok dan itu tidak membuat kalian terluka", syaratnya harus yakin dengan Allah bahwa golok itu tak berarti berkat pertolongannya. lalu kami satu persatu dtes smwna pda waktu itu tegang. tapi al hamdulillah kami bertiga tidak kenapa-kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok harinya jam 7 pagi kami pamit mau pulang,tetapi sebelum pulang Ray memberanikan diri untuk meminta amalan buat memikat cewek tapi paman bertanya," mengapa kau minta itu?", Ray berkata," begini paman banyak seklai cewek yang sombong n telah menghina aq", ok paman berikan amalan tapi ini dgunakan kepada cewek yang sombong pada mu jangan lupa bergantung hanya kepada Allah saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-9022992443738361064?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/9022992443738361064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/9022992443738361064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/9022992443738361064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-3.html' title='3 serangkai jilid 3'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-1856649825742301094</id><published>2009-10-27T18:43:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T19:26:48.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai jilid 2</title><content type='html'>Liburan 3 serangkai, Tray,Bray,Ray akan melakukan liburan lulusan Smp bersama-sama dikarena si Bray mengajak Tray&amp;Ray liburan kerumah pamannya. pamannya rumah berada didaerah pegunungan. otomatis Tray&amp;Ray mau ikut dikarena suasana berbeda dengan dirumah.mereka liburan berangkat dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berangkat dari rumah jam 6 pagi, mereka berkumpul dirumah Bray. mereka semua siap mau berangkat. mereka berangkat melalui rute Puncak-Bogor. mereka mengendarai motorna pelan-pelan sambil menikmati perjalanan. jam 9 mereka udah sampai di Ciawi. lalu mereka sepakat untuk menyinggah di masjid At- Ta'awun. mereka singgah di masjid sambil menikmati segarna udarana Puncak. Mereka berkata," Ya Allah begitu indah ciptaan-Mu,". ada yang disayangkan ternyata masjid ini bukan aja jadi tempat peristirahatan para penggemudi kendaraan tetapi dipakai juga untuk muda-mudi berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke rumah pamannya Bray. di Padalarang mereka terpisah gara-gara mengendarai motorna kecang-kecang untuk menyalip bis yang ada didepan mereka. lalu mereka satu persatu mempunyai inisiatif untuk menunggu temanna yang lain. ternyata setelah ditunggu-tunggu si Ray belum datang-datang juga. Bray&amp;Tray mulai khawatir takut terjadi apa-apa dengan si Tray. 30 menit kemudian si Tray datang dengan mengeluh bahwa ban motorna bocor lalu dia dorong 50 meter ke bengkel motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka sampai juga kerumah Pamanna Bray kira-kira jam 4 sore. pamanna bertanya, "dimana orang tua mu Bray", Bray menjawab:" paman saya kesini bukan ama ibu&amp;ayah melainkan dengan kawan-kawan aq ini". kenalkan ini paman aq, "paman john".&lt;br /&gt;paman ini teman aq "Tray&amp;Ray". paman aq ini adalah ustadz dikampung disini. jadi kita bisa liburan sekalian belajar agama sama paman aq ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok harinya mereka bertiga dibangunkan jam 4 pagi, "paman ini kan masih belum adzan shubuh", kata Bray. iya paman bangunkan supaya kalian bisa mandi dulu. "iya paman bau nich", kata Tray. lalu Tray menuju kamar mandi untuk mandi. Guyuran pertama Tray teriak busyet ini air atau es??? "maklum kalian biasa tinggal di kota belum terbiasa dengan situasana gunung", kata pamanna Bray. setelah Tray mandi , Bray&amp;Ray disuruh mandi sama pamannya. oh paman kami nanti aja mandi setelah matahari muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat shubuh mereka bertiga ingin melanjutkan tidurnya, tapi pamannya John melarang tidur ? habis shalat harus ikut ngaji sampai jm 7 pagi. mereka bertiga agak terpaksa untuk menggaji soalna semalamna mereka bertiga maen gaplek sampai jam 2 pagi. Setelah mengaji mereka sudah disiapkan Nasi Bawang oleh Tantena Bray. ayo lekas makan pasti perut kalian terbiasa makan pagi kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman, aq dan teman-teman mau ikut kegiatan paman diwaktu pagi. boleh, "jawab". pamanna. paman biasana nyari makan buat kambing&amp;sapi? mereka bertiga ikut nyari rumput-rumputan bwat makanna si kambing&amp;sapi. setelah paman nyari rumput lalu melakukan apalagi. kalo sekarang paman mau buat pagar mushola, tolong kamu dan teman-teman cariin bambu yang besar2 ya, soalna paman mau ngurusin pemakaman warga.&lt;br /&gt;tapi paman kami tidak tau ngambil bambu dimana?, ya nanti paman panggil kang ule, sekalian ya bantu kang ule buat pagarna?, lalu kang ule mengantar kami ke tempat tumbuhna pohon bambu. kang ule berkata," Aa disini aja biar kang ule yang ngambil bambunya tapi kalo kalian mau bantu tolong bawakan bambunya. lalu kami emmbawa bambu yang benar-benar berat sekali ke mushola lumayan jarak ada 1 KM dari pohon bambu ke mushola. lalu kami membantu membelah bambuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami dirumah paman John tidak lama-lama, besoknya kami pulang lagi ke jakarta berangkat jam7 pagi lagi. paman john berkata," koq kamu liburan dsini hanya sebentar?," ya paman john kami mau mengisi liburan dengan kegiatan lain dan tidak mau merepotkan paman john&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-1856649825742301094?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/1856649825742301094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1856649825742301094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/1856649825742301094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai-jilid-2.html' title='3 serangkai jilid 2'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-5545245107592990047</id><published>2009-10-27T18:42:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T18:43:23.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>3 serangkai</title><content type='html'>Ada 3 sahabat, "mereka bersahabat dari waktu kecil", mereka tidak bisa terpisah saat bermain bersama. mereka memiliki watak yang berbeda satu dengan yang lain. '' si Tray watak emosional,tertutup, berwajah sangar, gampang bergaul", "si Bray watak kalem,terbuka, berwajah cute mirip-mirip cowok cover boy, gampang bergaul", si Ray pendiam,emosional,gampang bergaul". tetapi kesamaan mereka adalah sama-sama suka berantem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berteman sudah dari Taman kanak-kanak, mereka melakukan kegitan bersama, seperti mengaji bersama, berangkat&amp;pulang bersama, bahkan makan siang&amp;sore bersama. satu sama lain tidak pernah bertengkar, solidaritas mereka seperti menganggap mereka itu adalah saudara. sekarang mereka memasuki dunia Smp bukan dunia anak-anak lagi. tapi aneh mereka dari Tk,Sd,Smp satu sekolahan dan juga satu kelas melulu. dunia Smp dipenuhi rahasia bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka di Smp itu ikut gabung di tongkrongan yang sama, tapi di tongkrongan itu mempunyai persyaratan masuk di tongkrongan "The Snepar", yaitu setiap anggota baru harus bertarung dengan sesama anggota baru. pemimpin tongkrongan itu adalah kakak kelas yang berbadan tinggi n kekar. pemimpin menyuruh si Tray bertarung dengan si Ray.&lt;br /&gt;mereka berdua dengan berat hati melakukan duel itu, akhirnya mereka sama-sama memar mukanya. tetapi yang memenangkan pertarungan adalah si Ray. kata" sang pemimpin".&lt;br /&gt;lalu pemenangnya di adu dengan si Bray. si Bray yang kalem itu mau tidak mau harus mengikuti perintah sang pemimpin. tidak disangka si Bray bisa menang melawan si Ray.&lt;br /&gt;oh ternyata si Bray mengikuti 2 aliran bela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka bertiga resmi jadi anggota tongkrongan itu, tapi mereka tidak tau kegiatan apa yang sering dilakukan oleh "The Snepar", ternyata tongkrongan itu sering nongkrong dekat Smp itu, sambil maen gitar,nyanyi,ngele, mabuk sampai maghrib.&lt;br /&gt;mereka bertiga nongkrong dari pulang sekolah, sebelum nongkrong mereka betiga shalat dzuhur dulu,lalu mereka menyusul ke tongkrongan. mereka bertiga langsung gabung, mereka juga ditawarin untuk coba Gele n mabok. mereka mengira Gele itu hanya sebatang rokok doang yang biasa mereka hisap dari 5 Sd n minum-minuman botol itu dikirain mereka hanya soft drink doang.aktivitas nongkrong mereka lakukan sampai kelas 3 Smp tanpa meninggalkan Shalat n maksiat. mereka bertiga tau bahwa itu semua diharamkan agama, tapi mereka menganggap mumpung masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelas 3 Smp, saat yang paling menakutkan bagi semua siswa-siswi Smp itu,tapi mereka bertiga malah yang paling santai disekolahan itu.gara-gara merek hobi maen tapi hobi juga belajar. jadi apa yang harus mereka takutkan?&lt;br /&gt;mereka bertiga olahraga bola kaki,bola basket,berenang, catur jago?, maen gaplek,poker, 41,apapun jenis permain kartu mereka jago juga, matematika,bahasa inggris, ipa mereka juga jago???&lt;br /&gt;tak terasa besok udah dimulai ujian kelulusan, ujian ini cuma dalam 3 hari tapi terasa setahun bagi siswa-siswi Smp itu. ujian telah berlalu tapi rasa cemas para siswa-siswi belum pada hilang kecuali mereka bertiga. mereka bertiga malah mengajak semua siwa-siswi kelas 3 untuk mengikuti macam-macam perlombaan untuk perpisahan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gara-gara ide mereka bertiga itu seluruh kelas 3 hilang rasa cemasnya itu, dan pada akhirnya pengumuman kelulusan disebutkan bahwa sekolah itu lulus semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-5545245107592990047?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/5545245107592990047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5545245107592990047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/5545245107592990047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/3-serangkai_27.html' title='3 serangkai'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2550760151896372637</id><published>2009-10-25T21:07:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T19:45:22.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewirausahaan'/><title type='text'>Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Crulz%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:80420958; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1866253052 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:272517091; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1753339648 67698703 849084708 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level2 	{mso-level-start-at:6; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:473642359; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-317178416 67698703 67698709 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:940844017; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:364267658 67698709 67698703 1454295864 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level2 	{mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level3 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:972910370; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1534010524 -767767468 1363185976 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-tab-stop:38.25pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:38.25pt; 	text-indent:-20.25pt;} @list l4:level2 	{mso-level-start-at:4; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5 	{mso-list-id:1354650999; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1767604894 -181266108 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1 	{mso-level-tab-stop:90.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:90.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:126.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:126.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:162.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:162.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5:level4 	{mso-level-tab-stop:198.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:198.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:234.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:234.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:270.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:270.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5:level7 	{mso-level-tab-stop:306.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:306.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:342.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:342.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:378.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:378.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l6 	{mso-list-id:1363289941; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1528214140 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l6:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l6:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l6:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l7 	{mso-list-id:1748770185; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1939427196 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l7:level1 	{mso-level-tab-stop:90.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:90.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:126.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:126.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:162.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:162.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l7:level4 	{mso-level-tab-stop:198.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:198.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:234.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:234.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:270.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:270.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l7:level7 	{mso-level-tab-stop:306.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:306.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:342.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:342.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:378.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:378.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l8 	{mso-list-id:1799908935; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1691655170 136461496 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l8:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l8:level4 	{mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l8:level7 	{mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l8:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Definisi Kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.&lt;br /&gt;Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan perusahaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Perilaku Kepemimpinan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;A.  Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai sasaran. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi. Ada tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.      Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Tiga Pendekatan Utama Kepemimpinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;1.    Pendekatan sifat-sifat (traits approach)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;2.    Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;3.    Sebab-sebab munculnya pemimpin &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Dalam pelaksanaannya kegiatan kepemimimpinan ada berbagai tipe Tipe pemimpin yakni :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;1.    Tipe kharismatis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;2.    Tipe paternalistis dan materna-listis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;3.    Tipe militeristis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;4.    Tipe otokratis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;5.    Tipe laiseez faire&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;6.    Tipe populistis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;7.    Tipe administrative&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;8.    Tipe demokratis&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;B.     Orientasi Tugas Pemimpin.Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Menetapkan tujuan yang sukar tapi dapat dicapai, dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.      Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumusakan secara jelas dan khas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.      Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.      Berminat mencapai peningkatan produktifitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;C.     Orientasi Orang-Orang.Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung menunjukkan pola sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.      Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan jika timbul.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.      Menunjukkan perhatian kepada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.      Menunjukkan perhatian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan dan keinginan, perasaan dan ide karyawan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: 51.75pt;"&gt;4.      Mendirikan komunikasi timbal balik dengan karyawan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;5.      Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: 51.75pt;"&gt;6.      Menciptakan suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Pemimpin yang orientasi orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam berhubungan dengan karyawan mereka, memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan dari pada kerjasama, serta tidak pernah mendelegasikan tugas dan tanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D.&lt;/span&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemimpin dan Manajer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage).Walaupun beberapa wiraswastawan adalah seorang pemimpin dan beberapa pemimpin adalah wiraswastawan, memimpin dan mengelola bukanlah merupakan aktivitas yang identik. Kepemimpian adalah bagian dari manajemen. Pengelolaan (manage) adalah bidang yang lebih luas dibandingkan memimpin dan dipusatkan pada masalah perilaku maupun non perilaku. Kepemimpinan terutama ditekabkan pada isu perilaku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E.&lt;/span&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendekatan-Pendekatan kepemimpinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;Pendekatan perilaku kepemimpinan menganggap bahwa pemimpin yang baik adalah dilahirkan dan buakannya diciptakan.Pemimpin yang berhasil cenderung memiliki karakteristik berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;1.    Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;2.    Prestasi dimasa lalu dalam bidang pendidikan dan olah raga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;3.    Kematangan dan stabilitas emosional&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;4.    Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang berkesinambungan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;5.    Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai kelompok.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;6.    Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penentuan Dalam Membuat Keputusan.Tiga faktor utama yang mempengaruhi penentuan wiraswastawan tentang perilaku kepemimpinan mana yang akan digunakan untuk membuat keputusan&lt;/span&gt; adalah:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;1.    Kekuatan dalam diri wirausahawan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;2.    Kekuatan pada bawahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 21.85pt;"&gt;3.    Kekuatan dalam situasi kepemimpinan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2550760151896372637?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2550760151896372637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2550760151896372637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2550760151896372637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false_25.html' title='Kepemimpinan'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2569331087037422469</id><published>2009-10-22T21:41:00.004+07:00</published><updated>2009-10-22T22:06:42.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewirausahaan'/><title type='text'>motivasi dalam wirausaha</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Crulz%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:448933272; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1745075696 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:57.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:57.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:93.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:93.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:129.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:129.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:165.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:165.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:201.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:201.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:237.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:237.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:273.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:273.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:309.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:309.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:345.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:345.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1202859202; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1483065298 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:54.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:2083063539; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1217097532 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:57.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:57.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:93.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:93.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:129.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:129.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2:level4 	{mso-level-tab-stop:165.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:165.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:201.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:201.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:237.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:237.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2:level7 	{mso-level-tab-stop:273.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:273.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:309.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:309.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:345.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:345.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:2093157705; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-662379964 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:75.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:75.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:111.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:111.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:147.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:147.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3:level4 	{mso-level-tab-stop:183.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:183.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:219.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:219.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:255.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:255.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3:level7 	{mso-level-tab-stop:291.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:291.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:327.85pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:327.85pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:363.85pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:363.85pt; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Motivasi dan Kepemimpinan dalam Kewirausahaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemahaman Motivasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Perkataan motivasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu, &lt;i&gt;motivation&lt;/i&gt;. Kata asalnya ialah &lt;i&gt;motive&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarahkan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa pengertian motivasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Motivasi adalah suatu bentuk dorongan pikiran dan hati yang menjadi penggerak utama seseorang, sesebuah keluarga atau organisasi untuk mencapai apa yang diinginkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Motivasi adalah stimulasi atau semangat akibat rangsangan atau keghairahan terhadap sesuatu yang benar-benar diingini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian motivasi menurut Walgito (2002)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;Motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau tomove yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif sebagai pendorong tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait dengan faktor lain yang disebut dengan motivasi. Menurut Caplin (1993) motif adalah suatau keadaan ketegangan didalam individu yang membangkitkan, memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada tujuan atau sasaran. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi disekitarnya (Woodworth dan Marques dalam Mustaqim, 1991).Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan dari dalam yang memberi kekuatan, yang menggiatkan atau menggerakkan, dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah tujuan-tujuan tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Motivasi Modern&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Pada zaman modern seperti saat ini,meningkatkan produktifitas dengan cara yang otoriter tidak memungkinkan lagi, sebab cara ini dapat mengakibatkan kerenggangan hubungan dan mengarah kepada timbulnya masalah dengan para pekerja, dari mulai pengunduran diri, hingga sabotase yang dilakukan para pekerja yang tidak suka akan sikap otoriter atasannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa manajer melakukan pendekatan yang halus. Mereka mendoakan dan memohon agar para pekerjanya loyal “kepada tim”. Namun cara ini tidak akan berhasil pada jangka waktu yang lama, kemudian para pekerja merasa dipermainkan dan tersinggung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Taktik lain yang dilakukan adalah “umpan dan pecut”. Maksud dari filosofi itu yakni pegawai diberikan bonus, pegawai mana yang akan menolak bonus pertama. Hal itu dimaksudkan agar kinerja pegawai tersebut meningkat dan kompeten.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap manajer yang baik pasti memiliki ide-ide yang cemerlang untuk meningkatkankinerja pegawainya. Untuk itu semua, bagi manajer yang cerdik adalah memberikan tambahan tanggung jawab dan kesempatan memperoleh pengetahuan baru. Semua ini adalah penguatan psikologis, sebagai ukuran bagi pegawai bahwa mereka tumbuh dan berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Cara Manajer Memberikan Motivasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber terpenting dalam manajemen adalah manusia. Seperti yang dikatakan oleh konsultan manajemen, “tidak seperti sumber lain, manusia mempunyai kemampuan besar untuk tumbuh dan berkembang. Pertimbangan ini membuat motivasi pegawai merupakan aspek manajemen terpenting dan menantang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk dapat meningkatkan efektivitas manajemen, anda dapat meyakinkan pegawai anda bahwa pegawai anda itu memiliki potensi dan kapasitas dalam bekerja, dan juga anda dapat membangkitkan semangat mereka agar memberikan bakat dan energi mereka yang terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai manajer, Pengertian anda tentang peran anda sehubungan dengan bawahan anda, pengertian anda tentang kebutuhan mereka dan keterampilan anda menyelaraskan sasaran pribadi mereka dengan sasaran organisasi, menentukan keberhasilan anda. Memotivasi pegawai melibatkan hubungan yang mendasar yang terbangun dalam susunan organisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Pegawai masa kini memerlukan tugas yang menantang. Mereka perlu merasa bahwa mereka adalah bagian dari kegiatan. Anda sebagai manajer dapat memenuhi kebutuhan itu dengan pendelegasian yang efektif. Dalam kenyataanya, pendelegasian yang diberikan kepada pegawai program pelatihan dalam pekerjaanberlanjut dan kesempatan penuh. Pegawai akan menyambut baik atasan yang secaranaluriah yang memperlakukan bawahannya dengan hormat dan menghargai mereka. Dengan begitu mereka akan merasa dihargai sebagai individu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Cara Memotivasi Pegawai&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Cara efektif untuk memotivasi pegawai untuk menjadi produktif, pegawai harus merasa memiliki minat besar dalam pekerjaan mereka dan mendapatkan kepuasaan dari pekerjaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah itu supaya pegawai dapat produktif, semaksimal mungkinmereka harus diber kesempatan untuk dapat berkeja dalam suasana dimana semua pegawai bekerjasama dan bertanggungjawab.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi manajemen SDM adalah untuk menerapkan konsep diatas melalui keputusan pegawai tata usaha upah dan gaji pelatihan manajemen dan komunikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Dibawah ini beberapa hal spesifik untuk setiap bidang yang berguna umtuk meningkatkan produktifitas melalui perubahan kebijakan personalia :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 75.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penerimaan pegawai&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 75.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pelatihan manajemen&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 75.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tata usaha gaji dan upah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Cara Menciptakan Iklim kerja yang Memotivasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip standar manajemen adalah, “mengorganisasikan, “mengoordinaikan”. “memotivasi”. Apapun jenis pelatihan manajemennya, pesannya semua sama. “Agar orang mau bekerja untuk anda, anda harus memotivasinya”. Biasanya ini disebut “memotivasi” dan mencakup beberapa variasi strategi penghargaan dan hukuman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Strtegi penghargaan dan hukuman bersandar pada penyediaan stimulasi ekstrinsik dengan jadwal tepap agar efektif. Stategi itu tidak bekerja kepada orang, karena sebagai manusia mereka telah menetapkan sasaran dan nilai khususbagi setiap individu. Stimulasi eksintrik tidak memperhitungkan faktor intrinsik ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Tentukan Pembayaraan Pekerjaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Disini akan ada satu teori motivasi manusia, dibangun atas 3 prinsip :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Manusia melakukan hal-hal yang memberikan pembayaran intrinsik kepada mereka, setiap orang menginginkan sesuatu yang berbeda dalam hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Orang tidak akan bekerja lebih keras atau baik terkecuali pekerjaan itu sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki beberapa pembayaran intrinsikbagi mereka bila kondisi kerjamencekam atau gaji tidak mencukupi, orang akan berkurang kerjanya. Tetap memberikan mereka uang (setelah jumlah memadai ditentukan) tidak akan membuat mereka bekerja lebih keras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Untuk membangun produktifitas dan motivasi, dua hal harus dilakukan oleh pengawas. Carilah pembayaran kerja individual setiap orang dan Bantu mereka mencapai pembayaran terkait pada pekerja sedemikian rupa sehingga baik kebutuhan organisasi maupun individu tercapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Usahakan kesepakatan antara sesama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.85pt; line-height: 150%;"&gt;Berikut ini ada dua cara untuk mencapainya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tentukan pembayaraan pekerjaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bantulah orang itu ,encapai sasarannya sementara ia bekerja menuju sasaran perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-2569331087037422469?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/2569331087037422469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2569331087037422469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/2569331087037422469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false.html' title='motivasi dalam wirausaha'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-4642497174325376486</id><published>2009-10-18T21:06:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T22:09:36.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Diri'/><title type='text'>Umur Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah SWT. Tuhan semesta alam menyuruh kita untuk membaca, kenapa kita diperintahkan untuk membaca? Karena dengan membaca, kita mengetahui apa yang kita belum mengetahuinya. Dan karena membaca kita bisa mengetahui apakah maksud kita diciptakan? Sesungguhnya tidaklah (Tuhan) menciptakan manusia dan jin melainkan untuk ibadah kepada (Allah SWT.).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Demi masa,sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang –orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Apakah kalian mengetahui maksud Allah swt bersumpah dengan menggunakan kata waktu, jadi Allah swt benar -benar serius kepada kita, maksudnya supaya kita memperhatikan ayat ini, disini dengan jelas bukti bahwa Allah SWT sangat menyanyangi manusia, Allah SWT benar-benar memperhatikan makhluknya, dengan cara memperingatkan kita untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sesungguhnya ,Allah swt telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikan sholat karena Tuhanmu dan berkorban lah. Sesungguhnya orang membenci kamu ialah orang yang terputus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Cobalah renungkan sejenak, dari umurmu balita sampai kamu sekarang, berapa kali kamu menghirup udara, berapa kali kamu bisa melihat keindahan alam ini,berapa kali kamu bisa menggerakkan kaki dan tanganmu, berapa kali  kamu merasakan nikmat air, berapa kali  kamu di berikan penyakit dan disembuhkan oleh Nya,berapa kali kamu diberikan cobaan dan di mudahkan oleh Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk bersyukur kepada Nya, sebagai tanda syukur kita yaitu dengan beribadah kepada Nya dan berkorban lah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wahai anakku , nabi ibrahim As mewasiatkan kepada anaknya sebgi berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah swt memilih agama ini bagimu, maka janganlah mati kecuali memeluk agama islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wahai anak ku, ku tidak bisa meninggalkan dirimu setelah kematianku dengan harta melainkan aku tinggalkan agama islam ini, dan aku tidak khawatir atas kehidupan setelah sepeninggalku , karena rezeki telah diatur oleh Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Habib Ahmad bin novel bin salim bin jindan berkata dalam pengajiannya, umur manusia dibagi menjadi 5 tahapan pada kehidupan di dunia;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; umur balita / kanak-kanak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;. Pada masa ini, apabila kita melakukan kebaikan akan dikembalikan kepada orang tua kita. Dan kita belum dikenakan kewajiban apa pun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pemuda(baligh sampi 40 tahun)&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Pada waktu ini saat-saat untuk meraih keridhoan Allah SWT, karena pada umur-umur ini kita dalm keadan yang fit &amp;amp; fresh.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Melangkah tua (yaitu umur 40 sampai 50 tahun)&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Pada umur 40 tahun, kita memasuki dimana akal yang sempurna, karena sudah pengalaman lama dalam kehidupan, karena umur 40 - 50 tahun sebentar lagi akan menghadapi masa tua oleh karena itu pada umur-umur ini kita harus gulung semua tentang dunia , dan banyak –banyak menyiapkan bekal untuk akhirat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Masa tua ( 50 ke atas )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;. Dimana malaikat maut sudah siap – siap menjemput kita, dan karena kita sudah tua kita tidak bisa melakukan apapun yang bisa lakukan hanya tawakal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jompo&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Di mana kita sering sakit - sakitan,  jelas – jelas malaikat maut sudah ada di depan mata kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jalin lah silaturrahmi dengan para kyai, ulama, dan habaib karena mengapa? karena seperti kata hadits; apabila kamu tidak melihat diriku(Nabi Muhammad saw) maka lihatlah orang yang pernah melihatku, kalau tidak orang yang pernah melihat orang yang melihatku, begitu selanjutnya, apalagi habaib, mereka benar –benar keturunan langsung nabi Muhammad saw. Tidak keraguan bagi para keturunan nabi Muhammad saw, mereka mewarisi ke ilmuan dan dakwah nabi Muhammad saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar,tidak berterima kasih sama Tuhannya, dan sesungguhnya manusia menyaksikan ke ingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cinta pada hartanya, maka apakah dia tidak mengetahui apabila di bangkitkan apa yang ada di dalam kubur ,dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada ,  sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan keras,dan malaikat yang mencabut dengan lembut,dan malaikat yang turun dari langit dengan sangat cepat, dan malaikat yang mendahului dengan kencang, dan malaikat yang mengatur urusan dunia, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama diiringi oleh tiupan kedua, hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangan tunduk, orang-orang kafir berkata; Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula , Apakah kami akan dibangkitkan juga apa bila kami telah menjadikan tulang-belulang yang hancur lumat, merek berkata; kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugi, sesungguhnya pengembalian hanya satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tanyalah pada diri sendiri, apakah kita mengetahui bagaimana keadaan kita pada saat di bangkitkan, semua itu Allah swt sajalah yang mengetahui hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dijadikan indah pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang di ingini,yaitu wanita-wanita , anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah swt lah tempat kembali yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sahabat, sungguh jelas mengapa harta, anak-anak, wanita-wanita begitu indah dipandang oleh mata, karena semua itu dijadikan oleh Allah swt sebagai kesenangan dunia, kesenangan di sisi Allah swt yang begitu abadi. Janganlah engkau tertipu dengan kesenangan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-4642497174325376486?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/4642497174325376486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/roda-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4642497174325376486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/4642497174325376486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/10/roda-manusia.html' title='Umur Manusia'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3318866929793710458</id><published>2009-09-28T20:37:00.006+07:00</published><updated>2009-09-28T21:41:31.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi ilmu'/><title type='text'>info dan tips bagi anda yang cepat lelah</title><content type='html'>Banyak diantara kita yang merasa cepat/mudah lelah dalam berkerja, atau memang mudah lelah karena kondisi fisik yang kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya akan berbagi tips minuman yang bermanfaat.&lt;br /&gt;minuman ini berkhasiat bagi anda-anda yang sering menderita depat lelah, letih,lesu, lemas dan jantung berdebar serta cepat lupa.&lt;br /&gt;berikut bahan-bahan yang diperlukan serta cara pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bahan-bahan :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Susu cair segar 200 cc&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDFlom-15I/AAAAAAAAABM/4-Nw-GWJLcQ/s1600-h/susu.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 101px; height: 85px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDFlom-15I/AAAAAAAAABM/4-Nw-GWJLcQ/s200/susu.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386522404681865106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nanas 100 gram&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDE9t0yXYI/AAAAAAAAABE/SbHbFTDiBNc/s1600-h/nanas_bogor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 86px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDE9t0yXYI/AAAAAAAAABE/SbHbFTDiBNc/s200/nanas_bogor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386521718887177602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDEtM-rZmI/AAAAAAAAAA8/YgFR8jHvk6A/s1600-h/madu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 104px; height: 83px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDEtM-rZmI/AAAAAAAAAA8/YgFR8jHvk6A/s200/madu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386521435192387170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDEZKmBeWI/AAAAAAAAAA0/xkjdB-Tyze4/s1600-h/daun+seledri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 100px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDEZKmBeWI/AAAAAAAAAA0/xkjdB-Tyze4/s320/daun+seledri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386521090954721634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seledri 75 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Madu 1 sendok teh&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;caranya :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Daun seledri di cuci hingga bersih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nanas dipotong-potong kemudian di blender/juice hingga lumat bersama daun seledri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukan susu segar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tambahkan madu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aduk hingga rata&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siap diminum&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ramuan di atas bisa bermanfaat bagi anda :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bisshawab,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3318866929793710458?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3318866929793710458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/09/info-dan-tips-bagi-anda-yang-cepat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3318866929793710458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3318866929793710458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/09/info-dan-tips-bagi-anda-yang-cepat.html' title='info dan tips bagi anda yang cepat lelah'/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yechqtz0w40/SsDFlom-15I/AAAAAAAAABM/4-Nw-GWJLcQ/s72-c/susu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-3710692748630434583</id><published>2009-08-21T14:07:00.001+07:00</published><updated>2009-08-21T14:33:42.063+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img-fotki.yandex.ru/get/3/mikejkt.46/0_fd26_a7590281_XL.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 800px; height: 547px;" src="http://img-fotki.yandex.ru/get/3/mikejkt.46/0_fd26_a7590281_XL.jpg" alt="" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5019246823133456133-3710692748630434583?l=delapan12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delapan12.blogspot.com/feeds/3710692748630434583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/08/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3710692748630434583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5019246823133456133/posts/default/3710692748630434583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delapan12.blogspot.com/2009/08/blog-post.html' title=''/><author><name>Khairul Anwar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13034776273120090547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-a3p7ASpA3J0/Tohg3IT1KrI/AAAAAAAAAC0/-ToDNAqZSO0/s220/Photo0462.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5019246823133456133.post-2678454362690720879</id><published>2009-08-21T13:59:00.000+07:00</published><updated>2009-
